Laporan : Budiyono
BANYUWANGI, (Suara-Publik.Com) - Mbah Karsih (80) seorang nenek tua yang hidup sebatang kara, dan tidak memiliki saudara dan sana famili, membuat kehidupannya sangat menyedihkan. Ia tinggal di sebuah gubuk kecil yang berada dipinggir kebun milik orang, yang berada di lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mbah Karsih kesehariannya hanya sebagai pembuat sapu lidi dari pohon kelapa, itupun jika ada warga yang memesan sapu lidi.
Ketika ditanya tempat tinggalnya, dia mengatakan, tinggal ditempat itu sudah lama, bahkan dudah bertahun-tahun, dan sudah mendapat ijin dari pemilik pekarangan. "Saya disini sudah lama mas, sudah bertahun-tahun sesuai ijin dari pemilik tanah ini sambil merawat, terkadang pemilik tanah datang kesini, Alhamdulillah saya diberi uang sama pemilik tanah ini mas," kata mbah Karsih. Rabu, (30/1/2019).
Meski begitu mbah Karsih sangat bersyukur dan berterima kasih pada warga lingkungan ini yang peduli dan sering membantu dirinya. Bahkan tidak jarang ada yang memberi makanan dan juga ada yang memberi uang. " Saya sangat bersyukur kepada Allah, karena warga sekitar ini baik-baik semua, saya selalu berdoa semoga Allah yang membalas kebaikan mereka,"ungkapnya.
Sementara itu, warga yang berada disekitar mbah Karsih, merasa iba dan kasihan, melihat kondisi nenek yang sebatangkara. Beruntung warga disini hampir setiap hari memberi bantuan makanan pada mbah Karsih, terkadang juga sering mendapat bantuan dari lingkungan lain. "Kira hanya berharap, semoga Pemerintah Banyuwangi lebih peduli dan membantu nasib rakyatnya, seperti mbah Karsih,"ucap Budi.
Editor : Redaksi