suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kelurahan Kupang Krajan Ikuti Festival Rujak Ulek, di Rangkaian HUT Kota Surabaya ke 726.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Lurah Kupang Krajan mendampingi PKK RW 3 ikuti Festival Rujak Ulek.
Foto: Lurah Kupang Krajan mendampingi PKK RW 3 ikuti Festival Rujak Ulek.

Laporan Redaksi.

SURABAYA, Suara Publik - Kelurahan Kupang Krajan turut berpartisipasi dalam mensukseskan Festival Rujak Ulek. Terlihat PKK RW 3 Kupang Krajan di Komando oleh Ketuanya Ny. Sri Maheni getol mengulek bumbu rujak.

Geliat Festival Rujak Ulek kali ini terlihat meriah. Para Lurah, Camat dan Kepala Dinas(OPD) hadir memeriahkan. Diantaranya Bambang Hartono Lurah Kupang Krajan yang mendampingi Ibu-Ibu PKK nya.

Kelurahan Kupang Krajan mengirim PKK RW 3 terdiri dari 6 orang mewakili Kelurahan, kata Lurah Kupang Krajan pada Suara Publik.

Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya menggelar serangkaian acara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 726. Acara pertama dimulai dengan Festival Rujak Uleg 2019 pada Minggu (17/3/2019) pagi ini. Festival berlangsung sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di kawasan Jalan Kembang Jepun pada pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Selain mengajak seluruh masyarakat Kota Surabaya larut dalam kemeriahan festival, Pemkot Surabaya rencana pecahkan dua rekor MURI pada festival tahun ini, berupa cobek terbesar dan peserta terbanyak. Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya menjelaskan pada festival nanti, Surabaya akan menghadirkan cobek raksasa yang terbuat dari batu gunung.

Cobek memiliki diameter 250 cm, berat 1,5 ton, tinggi cobek 30 cm, tinggi dudukan cobek 140 cm, dan digunakan bersama-sama sebanyak 20-25 orang. “Bu Wali akan ngulek rujak di cobek ini bersama tamu-tamu kehormatan,” katanya kepada pada awak media.

Tekor MURI kedua yaitu peserta terbanyak, karena akan diikuti oleh sebanyak 1.692 orang. Ribuan peserta itu terdiri dari perwakilan dari 31 kecamatan dan kelurahan se-Surabaya, perwakilan 36 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Komunitas warga Negara Asing dan perwakilan mahasiswa asing yang ada di kampus Surabaya, komunitas suku daerah yang ada di Surabaya, komunitas masyarakat tionghoa, serta komunitas masyarakat lampung dan komunitas masyarakat Bima, NTB.

“Nanti juga ada peserta dari Bank, BUMN, hotel, rumah makan, sekolah, komunitas, rumah sakit umum. Peserta ini sudah kami batasi karena sangat banyak yang berminat. Mereka akan menggunakan pakaian unik dan menarik, karena itu juga kami lombakan,” tambah Antiek.

Festival Rujak Uleng sempat ditiadakan tahun lalu, mengingat adanya insiden 3 bom gereja di Surabaya. Tahun ini festival diadakan kembali untuk terus melestarikan makanan khas Surabaya, sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner. Antiek berharap festival berjalan lancar dan warga Surabaya bersuka cita memeriahkannya. “Yang paling penting, kami harapkan festival ini bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Surabaya,”

Editor :