Laporan Redaksi.
BONDOWOSO (Suara-Publik.Com) - Ratusan warga kota Bondowoso merusak fasilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal tersebut dipicu warga yang menganggap KPU berbuat curang pada saat penghitungan suara. Kericuhan tersebut tak bisa dielakkan ratusan warga semakin bringas. Masa tidak hanya merusak, tapi sudah mengarah kepada tindak pidana dengan menjarah sejumlah barang yang mereka temui.
Namun, kejadian tersebut tidak berlangsung lama, karena Kapolres Bondowoso AKBP Febriansyah yang memimpin langsung pengamanan, dibantu oleh semua Kepala Satuan dan Polres Jajaran dengan cepat mengamankan situasi.
Satu pleton pasukan Dalmas yang terdiri dari Polwan, dan pasukan anti huru hara diturunkan. Ditambah satu unit mobil panser yang menghalau masa. Meski sempat terjadi kericuhan dan kekerasan, hingga puluhan masa dan anggota Polisi terluka.
Dengan seluruh kekuatannya, Polisi terus menghalau masa untuk mundur. Melihat masa terus membabi buta, Polisi langsung menembakkan gas air mata dan disemprot dengan air hingga akhirnya masa kocar kacir menyelamatkan diri.
Namun, upaya yang dilakukan oleh Polres Bondowoso tidak sia-sia, karena pada saat mengamankan unjuk rasa tersebut Polisi berhasil menangkap empat orang penunjuk rasa, yang diduga sebagai provokator.
Kapolres Bondowoso, AKBP Febriansyah mengemukakan, pengamanan unjuk rasa yang dilakukan oleh masa yang tidak puas dengan kinerja KPU ini, dilakukan sesuai protap dan Sop Kepolisian. "Alhamdulillah upaya yang kita lakukan berhasil dan mengajak beberapa perwakilan masa untuk bernegoisasi dan duduk bareng bersama Komisioner KPU, Bawaslu dan dibantu dari anggota TNI," tegasnya.
Kapolres menembahkan, dari hasil negoisisasi dengan perwakilan masa, akhirnya disepakati bahwa perwakilan masa akan menempuh jalur hukum. Memang harus seperti itu, jika tidak puas dengan keputusan KPU.
Maka ada jalur lain yang harus ditempuh, bukan kemudian mengerahkan masa yang anarkis. "Oleh karena itu, ketika ada warga yang ingin mengacaukan Kamtibmas, kami tidak segan-segan bertindak tegas, dan inilah simulasi pengamanan pemilu yang akan kami lakukan pada bulan April yang akan datang,"imbuhnya.
Editor : Redaksi