suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Proyek Pemasangan Pipa PDAM Tirta Asasta, Dikeluhkan Warga Depok.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto : Proyek Pipanisasi PDAM Tirta Asasta Terkesan Amburadul(atas). Wakil Walikota Depok saat meninjau setelah banyak keluhan warga(bawah).
Foto : Proyek Pipanisasi PDAM Tirta Asasta Terkesan Amburadul(atas). Wakil Walikota Depok saat meninjau setelah banyak keluhan warga(bawah).

Laporan Fery Sinaga.

Depok, Suara Publik - Proyek Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) Jl. Raya Citayam – Jl. Raya Margonda Kota Depok dikeluhkan.

Pasalnya, galian tanah untuk pemasangan pipa PDAM itu terlihat berserakan dan lubang galian tidak ditutup sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas di sepanjang Jalan Kartini hingga Margonda.

Saat turun hujan, tanah bekas galian yang ditumpuk disekitar lubang pipa juga rawan meluber dan menyebabkan jalan menjadi licin.

Dari pantauan wartawan, Rabu (27/3/2019), terlihat bahwa para pekerja proyek tidak mengenakan alat keselamatan kerja seperti helm dan sepatu boot. Padahal, proyek yang dikerjakan oleh PT. Tirta Sarana Mulia Technology itu nilainya sangat besar, yakni Rp 15.901.669.000,-.

Anehnya, Manager Pembangunan PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Sudirman, mengatakan bahwa pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan JDU Jl. Raya Citayam – Jl. Raya Margonda Kota Depok sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). "Sudah sesuai SOP, baik yang menyangkut galian, pemasangan rambu atau papan nama serta pengumpulan galian tanah", ujar Sudirman seperti dikutip dari jurnaldepok.id.

Sudirman menegaskan, sebelum melakukan pekerjaan tersebut, pihaknya telah melakukan rapat pra konstruksi. Dalam rapat tersebut, pihaknya menekankan supaya pelaksana proyek dapat melengkapi perlengkapan K3 termasuk papan nama proyek dan rambu-rambu.

Namun kenyataan di lapangan, para pekerja proyek PDAM tidak mengenakan alat keselamatan saat bekerja. (Lihat gambar dibawah ini).

Terpisah, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna juga sudah mewanti-wanti agar pelaksana proyek PDAM dapat mengikuti aturan dan menjaga kenyamanan serta keamanan bagi pengguna lalu lintas. Pradi mengingatkan agar pelaksana proyek dapat segera menutup lubang bekas galian serta mengawasi supaya tanah galian tidak berceceran ke jalan karena dapat membahayakan pengguna jalan.

Terkait tidak adanya pemagaran di sepanjang lokasi galian pipa, pengamat perpipaan Kota Depok, Jufri Harahap mengatakan bahwa pelaksana proyek seharusnya dapat menjaga keselamatan pekerja dan pengguna jalan. Menurut Jufri, sangat naif bila pelaksana pekerjaan proyek galian pipa PDAM mengatakan bahwa tidak ada biaya untuk pemagaran di pekerjaan tersebut.

"Lalu untuk apa dibuat persyaratan Proyek Menejemen bersertifikat SKA (602) manajemen proyek dan SKA (603) Ahli Madya jika tidak dimasukkan ke dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) ?", ujar Jufri heran.

Lebih jauh diungkapkan Jufri, penutup area kerja (pemagaran) itu kan melekat di dalam HSE (Health Safety Environment) yang menyatu di dalam SKA (603). "Hal seperti ini yang perlu diluruskan supaya persyaratan jangan hanya dijadikan sebagai privelise (prioritas), tetapi harus direalisasikan sesuai kebutuhan", tutup Jufri.

BERIKUT INFO LELANGNYA :

Nama Tender : Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) Jl. Raya Citayam – Jl. Raya Margonda Kota Depok;

Instansi : Pemerintah Daerah Kota Depok; Satker : PDAM Tirta Asasta; Pagu : Rp 18.000.000.000; HPS : Rp 16.069.569.000;

Nama Pemenang : PT. Tirta Sarana Mulia Technology; Alamat : Jl. Klampis Madya Utara I/36 G-2 Surabaya - Surabaya (Kota) - Jawa Timur;

Harga Penawaran Terkoreksi : Rp 15.901.669.000,-.

Editor :