suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Wabup Bondowoso Prihatin, Stunting, AKI-ABI dan BABS Masih Tinggi.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Wabup Irwan.
Foto: Wabup Irwan.

Laporan Guido Saphan

BONDOWOSO,(suara-publik.com) - Wakil Bupati (Wabup) Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan keprihatinannya atas masih tingginya kasus stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), dan masalah Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Bondowoso.

Karena, Bondowoso masih menjadi kabupaten di urutan terbawah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim) dalam tiga permasalahan kesehatan itu.  

Keprihatinan Wabup Irwan tersebut dilontarkan dalam Rapat Koordinasi dan Pemaparan Program Kegiatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso di aula Dinkes setempat pada Senin kemarin (15/4). ”Kasus stunting di Bondowoso urutan ketiga dari bawah di Jatim.

Masalah BABS juga di ujrutan bawah di Jatim. Begitu juga, AKI dan ABI di Bondowoso masih tinggi dan urutan bawah di Jatim. Ini sangat memprihatinkan dan harus segera ada penanganan optimal,” katanya.  

Padahal, menurut orang nomor dua di Pemkab Bondowoso itu, Dinkes selama ini sudah melakukan berbagai langkah menekan AKI dan AKB. Seperti program STOP Berduka dan bermitra dengan dukun beranak. Namun, AKI dan AKB di Bondowoso masih tinggi.  

”Penyebabnya, kurang optimalnya Pemantauan Wilayah Setempat Kematian Ibu dan Anak (PWS KIA) yang dilakukan bidan dan perawat di Poskesdes. Disinilah, Pustu Poskesdes akan dimaksimalkan agar bisa mendata dan mendeteksi dini ibu hamil sekaligus penanganannya jika ada gejala dan resiko berbeda,” jelasnya.

Selain itu, tambah Wabup Irwan, kurang optimal petugas kesehatan mendata dan mendeteksi serta menangani ibu hamil sejak dini, karena diperkirakan tempatnya terpencil dan jalannya belum terakses. Tapi, dengan rencana pembuatan aplikasi jaringan memanfaatkan  sistem IT, dia yakin akan memudahkan menangani masalah ini. ”Karena itu, saya mengapresiasi rencana pembuatan aplikasi jaringan yang dibuat Dinkes Bondowoso dalam upaya  memantau kesehatan ibu dan anak. Dan, tolong sistem aplikasi jaraingan IT ini sudah dieksekusi tahun depan,” pintanya.    

Dari data Dinkes Bondowoso pada 2019 hingga April, ini suddah terjadi 42 kematian bayi dan 8 kematian ibu. Sedangkan, pada 2018 terjadi 172 kematian bayi dan 19 kematian ibu. ”Permasalahan AKI dan ABI, stunting, dan BABS ini adalah tiga isu utama dalam kurun waktu dua tahun yang harus segera dilakukan penanganan. Kita harus turunkan AKI dan Abi serta stunting dan harus ODF atau bebas buang air besar sembarangan,” ujar Wabup Irwan.

Editor :