Laporan Guido Saphan
BONDOWOSO,(suara-publik.com) - Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat meyakini partisipasi pemilih di Kabupaten Bondowoso pada Pemilu Serentak Piplres dan Pileg 2019 yang digelar 17 April lalu meningkat. Bahkan, orang nomor dua di Pemkab Bondowoso ini optimistis partisipasi pemilih di Kota Tape –sebutan Kabupaten Bondowoso- lebih tinggi dibandingkan pemilu tahun-tahun sebelumnya.
”Saya yakin partisipasi masyarakat Bondowoso menyambut Pemilu Serentak Pilpres dan Pileg 2019 pada tanggal 17 April lalu, meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena, dari hasil monitoring seluruh kecamatan, masyarakat sangat antusiasme datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Dari situ, saya yakin partisipasi pemilih di Bondowoso meningkat, ya bisa sampai 80 persen, bahkan lebih,” kata Wabup Irwan.
Keyakinan tersebut, tambah dia, karena pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 pada 17 April lalu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada Pemilu Serentak 2019, Pilpres dan Pileg digelar bersamaan. Sedangkan, tahun-tahun sebelumnya, Pilpres dan Pileg tidak dilakukan bersamaan. ”Perbedaan ini, saya kira salah satu faktor yang dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Bondowoso pada tahun ini,” ungkap Wabup Irwan.
Wabup Irwan sendiri dan keluarga menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilu Serentak Pilpres dan Pileg 2019 pada 17 April lalu di TPS 11 Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso. Sedangkan, Bupati Salwa dan keluarga mencoblos di TPS 1 Desa Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari. Meski berbeda TPS, pasangan SABAR –sebutan Salwa Arifin-Irwan Bachtiar Rahmat- tetap kompak mengenakan baju putih saat mencoblos.
Keyakinan Wabup Irwan bahwa partisipasi pemilih meningkat, diamini KPU Bondowoso. Karena, lembaga penyelenggara pemilu di Bondowoso, ini memperkirakan partisipasi pemilih di Bondowoso pada Pemilu Serentak 2019 mencapai 85 persen. Perkiraan ini, didasarkan kami dasarkan hasil survei di empat titik lokasi pemilihan yang tingkat kehadiran pemilih cukup tinggi.
”Seperti dua TPS di Kecamatan Tenggarang, tingkat kehadiran pemilih mencapai 222 orang dari 255 orang pemilih dan TPS di Kecamatan Wonosari dari 240 pemilih, yang hadir mencapai 223 pemilih. Sedangkan, pemilih yang tidak hadir untuk mencoblos ke TPS bukan golput, tapi karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Hairul Anam, Ketua Komisioner KPU Bondowoso didampingi Saifullah, Komisioner KPU lain.
Polisi Tindak Tegas Pengganggu Penghitugan Suara Sementara itu, penghitungan suara di tingkat kecamatan (PPK) di Bondowoso sudah dimulai Sabtu lalu (20/4). Penghitungan suara di PPK mendapat pengamanan ketat personel Polri. Bahkan, Kapolres Bondowoso, AKBP Febriansyah terjun langsung meninjau jalannya penghitungan suara di PPK ini. ”Dalam tahapan penghitungan suara di tingkat kecamatan (PPK), ini Polres Bondowoso menerjunkan 350 personil bersenjata lengkap yang didukung TNI, Linmas, Satpol PP, dan pihak terkait lainnya.
Jadi, jika seandainya ada oknum yang mencoba mengganggu proses penghitungan suara di kecamatan, kita tindak tegas,” kata Kapolres Febriansyah.
Editor : Redaksi