suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kadis Dikbud Dampingi Bupati Bondowoso, Pantau UNBK dan USBN.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Bupati Bondowoso saat kunjungan di SMPN 1
Foto: Bupati Bondowoso saat kunjungan di SMPN 1

Laporan Redaksi

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Sebanyak 10424 siswa SMP Negeri dan swasta dan MTs, mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan sebanyak 11.087 siswa sekolah dasar Negeri dan swasta juga melaksanakan ujian sekolah berstandart nasional (USBN) secara Serentak diseluruh Kabupaten Bondowoso.

Pelaksanaan UNBK dan USBN tersebut dipantau langsung oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Drs. H. Harimas. MSi, dan Ketua Komisi IV bersama sejumlah anggota DPRD Bondowoso, ke SMP 1 Negeri Bondowoso. Senin (22/4/2019) pagi.

Bupati Bondowoso, mengatakan, tujuan ke SMP 1 ini dalam rangka memantau kegiatan ujian nasional berbasis komputer. Saat ini yang melaksanakan UNBK, SMP, MTs, dan SD Negeri dan swasta selama 3 hari. "Alhamdulillah tidak ada kendala, dan semuanya berjalan dengan baik dan lancar,"kata Bupati Salwa Arifin.

Sementara untuk mengantisipasi gangguan listrik padam, pihak panitia sudah mempersiapkan segala sesuatu jika kemungkinan itu terjadi. " Saya berpesan agar semua peserta UNBK diharap tenang dan tidak usah panik,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Drs. H. Harimas. MSi, mengemukakan, jika hari ada dua kegiatan ujian nasional berbasis komputer dan ujian nasional bersetandart nasional.

UNBK ini diikuti 10424 siswa dan siswi, yang dilaksanakan oleh 245 lembaga. Sementara peserta USBN diikuti sebanyak 11087, sebanyak 615 lembaga. Sedangkan metode UNBK peserta memakai komputer atau laptop, sedangkan peserta USBN tetap memakai lembar kertas. "Jadi UNBK, peserta SMP Negeri dan MTs, sempat mendapat kendala, yakni token terlambat yang dari pusat, terlambat setengah jam, tadi siswa sudah siap lebih awal, tapi alhamdulillah cepat teratasi,"terang Harimas kepada sejumlah wartawan.

Editor :