Laporan Guido Saphan
BONDOWOSO,(suara-publik.com) - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP 2019 di Bondowoso Jawa Timur, kemarin (22/4) molor setengah jam atau 30 menit dari jadwal yang ditetapkan. Materi ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia sesi pertama yang seharusnya dimulai pukul 07.30 WIB, terpaksa baru dapat dikerjakan siswa kelas IX SMP sederajat di Kota Tape-sebutan Kabupaten Bondowoso- mulai pukul 08.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, Harimas usai meninjau pelaksanaan hari pertama UNBK SMP 2019 di SMPN Bondowoso, kemarin (22/4) mengatakan, molornya waktu pelaksanaan UNBK SMP 2019 hari pertama di Bondowoso tersebut, dikarenakan gangguan token dari pusat.
”Kendala keterlambatan pengiriman token dari pusat yang membuat pelaksanaan UNBK SMP 2019 di Bondowoso terlambat sampai setengah jam. Kondisi ini tidak hanya di kita (Bondowoso, red), tapi terjadi juga di beberapa daerah,” kata Harimas.
Molornya waktu tersebut, menurut mantan Kepala BKD, Diskopperindag, Inspektorat, dan Sekretaris DPRD (Sekwan) Bondowoso itu, tidak mengganggu siswa dan mengurangi waktu siswa menjawab soal UNBK. Namun, berpengaruh pada jadwal waktu sesi kedua dan ketiga. ”Kalau waktu setiap sesi tetap dua jam tidak berkurang dan sesuai jadwal. Mungkin nanti, alternatifnya dengan mengurangi jam istirahat. Yang pasti, kita sesuaikan saja,” ujarnya.
Meski molor setengah jam, pelaksanaan hari pertama UNBK SMP 2019 di Bondowoso berjalan lancar. Sebanyak 6.621 siswa kelas IX SMP Negeri/Swasta dari 66 lembaga dan 3.803 siswa kelas IX MTs Negeri/Swasta dari 179 lembaga di Bondowoso mengikuti UNBK tahun ini. Mereka melaksanakan UNBK selama empat hari pada 22-25 April 2019, dengan ujian mapel Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. ”Hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari keempat IPA. Setiap mapel dibagi tiga sesi waktu pelaksanaan,” jelas Harimas.
Selain UNBK SMP, pada waktu bersamaan kemarin juga dilaksanakan hari pertama Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD/MI 2019. Sebanyak 9.523 siswa kelas VI SD Negeri/Swasta dari 505 lembaga dan 1.564 siswa kelas VI MI Negeri/Swasta dari 110 lembaga di Bondowoso mengikuti USBN tahun ini. Mereka melaksanakan USBN selama tiga hari pada 22-24 April 2019 dengan ujian mapel Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. ”Kalau UNBK SMP sempat ada kendala molornya waktu dikarenakan gangguan token adri pusat, sedangkan pelaksanaan hari pertama USBN SD/MI di Bondowoso berjalan sesuai jadwal waktu,” kata Harimas.
Bupati Bondowoso Salwa Arifin didampingi Kepala Disdikbud Harimas meninjau langsung pelaksanaan hari pertama UNBK SMP/MTs dan USBN SD/MI 2019, pagi kemarin. Orang nomor satu di Pemkab Bondowoso ini melihat siswa melaksanakan UNBK di SMPN 1 Bondowoso, SMP Al Irsyad, dan SMP Darul Ikhsan.
Di sela-sela meninjau itu, Bupati Salwa meminta Disdikbud Bondowoso untuk berkirim surat langsung ke PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik selama pelaksanaan UNBK SMP di Bondowoso.
Editor : Redaksi