Laporan Guido Saphan.
BONDOWOSO (suara-publik.com) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso menargetkan pada 2030, semua anak sudah 100 persen terfasilitasi pendidikan anak usia dini (PAUD).
Mengingat, dari Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Bondowoso yang kini mencapai 89,79 persen di atas nasional, ternyata ada sekitar 10 persen anak usia dini di Kota Tape –sebutan Bondowoso- belum terlayani PAUD.
Murni, Kepala Bidang (Kabid) PAUD Disdikbud Bondowoso usai rapat koordinasi Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Bondowoso 2019 di Pendapa Bupati, kemarin (29/4) mengatakan, Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Bondowoso mencapai 89,79 persen atau di atas nasional berkat kerja keras semua pihak. "Ini artinya, ada sekitar 10 persen anak usia dini di Bondowoso belum terlayani pendidikan dan menjadi PR kita,” katanya.
Mengingat, lanjut Murni, PP Nomor 2 Tahun 2018 menjelaskan, anak usia 5-6 tahun atau anak usia tujuh tahun kurang satu hari, harus mendapatkan pelayanan pendidikan anak usia dini. Dengan ketentuan, mendapatkan standar pelayanan pendidikan minimal satu tahun. ”Karena itu, saya mengajak semua pihak termasuk GOPTKI Bondowoso untuk melakukan berbaga upaya, agar pada 2030 target semua anak usia dini di Bondowoso seratus persen terlayani pendidikan,” jelasnya.
Murni menyadari, wilayah geografis Bondowoso yang berbukit dan bergunung, menjadi salah satu kendala untuk mewujudkan target tersebut. Namun, dengan jangka waktu sekitar 10 tahun kurang tujuh bulan, ini dua yakin pada 2030 target 100 anak usia dini di Bondowoso terlayani pendidikan bias tercapai.
”Tentu semua pihak harus berupaya keras ikut mewujudkan target itu,” ujarnya.
Ketua Forum PAUD Bondowoso, Siti Maimunah Salwa Arifin yang belum lama dilantik dalam rapat Koord GOPTKI Bondowoso mengharapkan GOTKI terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Dikbud dan Forum PAUD secara aktif dalam meningkatkan angka partisipasi pelayanan pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif. ”Dengan begitu, akan diperoleh generasi muda unggul, berkualitas, dan berkarakter,” katanya.
Editor : Redaksi