suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasuruan Raya, Patok Harga Tertinggi Daging Sapi Lokal Rp. 110.000,-

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto : M. Habibi ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasuruan Raya (pegang mix) Dan H. Solihin (kanan) di depan pedagang sapi wilayah Pasuruan Timur
Foto : M. Habibi ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasuruan Raya (pegang mix) Dan H. Solihin (kanan) di depan pedagang sapi wilayah Pasuruan Timur

Laporan Iwan Dayat.

Pasuruan, Suara Publik - Di kota dan kabupaten Pasuruan harga daging sapi lokal menjelang bulan Ramadhan 1140 Hijriyah disepakati oleh para pedagang yang tergabung dalam paguyuban pedagang daging sapi Pasuruan raya pada Rabu siang, (1/5/19). "Harga jual daging sapi lokal di tingkat pedagang disepakati paling rendah Rp 100.000 dan paling tinggi seharga 110.000 untuk perkilogram nya.

Hal ini sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan olae pemerintah," Kata Mujammad Habibi selaku Ketua Paguyuban Pedaganaging Sapi Pasuruan raya.

Selain menyepakati harga daging sapi lokal, Para pedagang juga menyikapi terkait maraknya penjualan daging sapi import dan daging sapi gelonggong asal Krian kabupaten Sidoarjo yang dijual dibawah harga pasar di pasar trasisional di kota dan kabupaten Pasuruan.

"Dalam pertemuan kali ini kami juga menyikapi terkait pedagang daging baru yang harus mendapatkan izin dari pihak pasar dan paguyuban pedagang selaku koordinator agar nantinya tidak terjadi kesenjangan harga daging di pasar tradisional, yang selama ini banyak disusupi oleh daging import yang berkwalitas lebih rendah dan dijual dibawah harga yang semestinya," Ujar M. Habibi.

Habibi mengungkapkan bahwa dibawah paguyuban yang ia pimpin terdapat 280 pedagang daging sapi lokal yang tersebar di pasar - pasar tradisional di kota dan kabupaten Pasuruan. "Idealnya kami membutuhkan 40 hingga 50 ekor sapi potong untuk kota dan kabupaten Pasuruan, namun sejauh ini pihak Peternakan belum bisa memberikan solusi yang kongkrit terkait kebutuhan daging sapi di pasar sedangkan di peternak saat ini hanya mampu menyuplai 2 ekor dari 10 ekor yang kami butuhkan untuk setiap kordinator wilayah," Ungkap Habibi.

Hal senada juga diutarakan oleh H. Solihin selaku koordinator pedagang daging sapi di pasar Warungdowo, Kebonagung, Karangketuk, Gadingrejo dan Sidogiri.

"Selain sapi yang sulit didapat, Pedagang juga dipusingkan oleh pedagang sosis campuran ataupun selep daging yang merangkap menjadi penjual daging dan kedepanya bersama pengawas dari Dinas Peternakan pedagang daging yang tidak terdaftar akan kami ajukan agar diberi sangsi sesuai kesepakatan yang dibuat oleh paguyuban pedagang daging sapi di Pasuruan raya yang bersama Dinas Peternakan," Pungkas Habibi," (dyt).

Editor :