GRESIK, (suara-publik.com) – Polres Gresik menggelar tasyakuran memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 tahun 2026 di Ruang Rapat Utama (Rupatama) SAR Polres Gresik, Senin (31/8/2026).
Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, etika, serta kedisiplinan seluruh personel Polwan dalam menjalankan tugas dan menjaga citra institusi.
HUT Polwan ke-78 tahun 2026 mengusung tema nasional “One Police Woman, Extraordinary Impact”. Tema tersebut menjadi momentum bagi jajaran Polwan untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan institusi Polri.
Dalam arahannya, AKBP Ramadhan mengajak seluruh personel Polwan menjadikan dedikasi dan perjuangan para senior sebagai teladan dalam menjalankan tugas kepolisian.
Menurutnya, menjadi seorang Polwan bukan tanggung jawab yang ringan. Selain dituntut profesional dalam menjalankan tugas negara, Polwan juga memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga.
“Polwan memikul tanggung jawab yang tidak mudah. Di satu sisi harus menjalankan tugas negara, dan di sisi lain berperan sebagai pengayom keluarga. Karena itu, Polwan dituntut untuk terus berkreasi, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar AKBP Ramadhan.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan perilaku, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Personel Polwan diminta menjaga sikap, penampilan, menerapkan pola hidup sederhana, serta menghindari tindakan yang berpotensi mencoreng nama baik pribadi maupun institusi.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap penggunaan media sosial. Kapolres menegaskan bahwa ruang digital bukan wilayah bebas tanpa konsekuensi. Setiap unggahan, komentar, maupun aktivitas personel di media sosial dapat membentuk persepsi publik terhadap institusi Polri.
“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai apa yang kita tampilkan justru memberikan dampak negatif terhadap diri sendiri maupun institusi,” tegasnya.
Puncak tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Gresik. Secara simbolis, tumpeng diserahkan kepada personel Polwan paling senior, AKP Dila, dan personel paling junior, Bripda Fareza.
Simbol tersebut merepresentasikan kesinambungan pengabdian, penghormatan terhadap pengalaman personel senior, sekaligus semangat regenerasi di tubuh Polwan Polres Gresik.
Sementara itu, rangkaian HUT Polwan ke-78 sebelumnya telah diisi dengan sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kegiatan tersebut meliputi anjangsana kepada purnawirawan Polwan, bakti kesehatan, kerja bakti membersihkan markas komando (mako), serta sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba dan perlindungan anak di wilayah hukum Polres Gresik.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polwan Polres Gresik didorong tidak berhenti pada simbol peringatan hari jadi. Profesionalisme harus dibuktikan melalui kinerja, integritas melalui keteladanan, dan pengabdian melalui dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Semangat “One Police Woman, Extraordinary Impact” pun diharapkan menjadi pijakan bagi seluruh personel Polwan untuk semakin solid, profesional, humanis, dan mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang berintegritas bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (74ck)
Editor : Redaksi