Musrenbangdes Lundo Bahas RKP Desa 2027 dan Usulan Pembangunan 2028

Reporter : Redaksi

GRESIK, (suara-publik.com) — Pemerintah Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, menggelar forum musyawarah terkait penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 sekaligus daftar usulan pembangunan untuk Tahun 2028, Rabu (23/9/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah desa, BPD, unsur Forkopimcam, serta masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menyusun prioritas pembangunan desa secara terarah. Kehadiran warga dalam forum tersebut juga menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap keberlanjutan pembangunan di Desa Lundo.

Kepala Desa Lundo, Nanang Sucipto, mengatakan penyusunan RKPDes 2027 dan daftar usulan 2028 merupakan bagian penting dalam menentukan arah pembangunan desa pada tahun mendatang.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat seluruh usulan pembangunan belum dapat direalisasikan secara maksimal. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses perencanaan dan pengusulan pembangunan.

“Pembangunan desa tahun ini memang belum bisa maksimal seperti tahun sebelumnya. Namun, kita tetap harus mendukung program pemerintah dan terus berusaha agar pembangunan di Desa Lundo pada tahun berikutnya dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Anang.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan aspirasi secara terbuka dalam forum musyawarah. Menurutnya, berbagai kebutuhan masyarakat, baik pembangunan jalan kabupaten maupun jalan lingkungan, perlu disampaikan dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan yang berlaku.

“Silakan masyarakat menyampaikan aspirasinya secara terbuka. Mana pembangunan yang masih kurang, mari kita usulkan bersama. Mudah-mudahan pemerintah daerah dapat membantu merealisasikan kebutuhan pembangunan di Desa Lundo,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lundo menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah program dari masing-masing dusun yang belum dapat terakomodasi karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, BPD meminta masyarakat tetap optimistis. Setiap usulan pembangunan harus terus diperjuangkan melalui forum Musrenbangdes maupun penyusunan RKPDes agar dapat menjadi bagian dari rancangan pembangunan pada tahun berikutnya.

“Walaupun masih ada program yang belum terakomodasi, usulan tersebut tetap harus diajukan. Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menyusun perencanaan pembangunan desa,” ungkap perwakilan BPD.

Selain itu, Camat Benjeng Nurul Fuad saat hadir dalam acara Musrenbangdes Lundo juga memberikan apresiasi terhadap proses perencanaan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa Lundo. Ia menilai pemaparan mengenai program pembangunan desa telah disampaikan secara terbuka dan mendapat dukungan masyarakat.

Nurul Fuad juga mengapresiasi kinerja Kepala Desa Lundo, Nanang Sucipto, atas sejumlah pembangunan yang telah direalisasikan berdasarkan hasil musyawarah dan usulan masyarakat sebelumnya.

“Yang dibahas sekarang adalah usulan-usulan yang belum terakomodasi. Mudah-mudahan melalui proses perencanaan ini, program yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat segera terealisasi,” pungkasnya.

Forum tersebut menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada ketepatan perencanaan, keterbukaan dalam menyerap aspirasi, serta konsistensi pemerintah desa dan masyarakat dalam mengawal setiap usulan hingga tahap realisasi. (74ck/Mar)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru