Warga Desa Menganti Geger, Lansia Ditemukan Meninggal di Gubuk

Reporter : Redaksi

GRESIK, (suara-publik.com) – Warga Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban diketahui bernama Gunawan Anwari (70), warga Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Informasi yang dihimpun, penemuan jasad korban bermula ketika seorang saksi, Siti Aspiyah, sedang menyapu di sekitar lokasi. Saksi kemudian melihat banyak lalat beterbangan di sekitar gubuk milik korban yang berada di wilayah RT 002/RW 001, Desa Menganti.

Merasa curiga, Siti kemudian menghubungi Ketua RT setempat. Setelah dilakukan pengecekan, warga mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam gubuk.

Sebelumnya, korban masih sempat terlihat oleh warga pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Gunawan diketahui sedang berbaring di dalam gubuk tersebut.

Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Jajaran Polsek Menganti langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K., bersama Kanit Reskrim Aiptu Tri Widodo, Kanit Intel Aiptu Tofan, dan sejumlah personel mendatangi lokasi kejadian.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan TKP, meminta keterangan dari para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Gresik. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar AKP Arif Rahman.

Petugas juga melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi guna memastikan kondisi TKP sekaligus menggali informasi terkait aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Menurut keterangan awal yang diterima kepolisian, korban disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Namun demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

“Untuk penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam penanganan dan pemeriksaan medis. Kami juga telah menerima surat pernyataan dari pihak keluarga terkait tidak dilakukannya autopsi,” jelasnya.

Setelah proses penanganan kepolisian selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

Pihak keluarga juga telah membuat pernyataan menerima kejadian tersebut dan meminta agar terhadap jenazah tidak dilakukan autopsi. Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap menjadi bagian dari penanganan medis dan kepolisian berdasarkan pemeriksaan serta fakta yang ditemukan di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, tidak ditemukan keterangan resmi yang menyebut adanya indikasi tindak pidana dalam kematian korban. Kepolisian masih melakukan penanganan sesuai prosedur dan menunggu hasil pemeriksaan medis. (74ck)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru