Laporan: Mas Ari Hidayat
BANYUWANGI-Suara-Publik.com - 14 tahun yang lalu tepatnya tanggal 15 Romadhan hari jum'at dini hari seorang ulama' salaf dikota Mekkah al Mukaromah wafat, yang mana ulama tersebut masih keturunan Rasulullah SAW.
Pada hari ini 30/5 Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, mengenang berpulangnya Almarhum Abuya As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.
Almarhum Abuya As Sayyid Muhammad lahir pada tahun 1945 M di kota Mekkah selaku ulama salaf pertama. Selain sebagai ulama, almarhum juga penulis kitab. Sedikitnya 100 kitab yang ditelurkan.
Pada tanggal 5 oktober 2004 ulama dunia berduka karena Abuya As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani kembali keharibaan Allah, dan meninggalkan Abuya, ribuan santrinya sedunia merasa kehilangan, termasuk di Indonesia.
Diantaranya santrinya yang ada dijawa timur KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy selaku pengasuh pondok pesantren Salafiyah Safi'iyah Sukorejo Situbondo jawa timur. Santri Abuya As Sayyid paling ujung jawa timur Abuya KH. Muhammad Hayatul Ikhsan selaku pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsoorejo Banyuwangi, menggelar Majlis haul untuk mengenang guru besar sekaligus ulama salaf yang pertama.
Dalam acara haul juga digelar santunan anak yatim sebagai bentuk pengamalan ilmu yang diperolehnya saat nyantri di Mekkatul Mukarromah selama lima tahun menjadi santri Abuya As Sayyid Muhammad.
Dalam ceramahnya Abuya KH. Muhammad Hayatul Ikhsan M.Pd meminta pada santri santrinya agar menjadi penerus perjuangan para guru guru sebelumnya. "Melanjutkan perjuangan untuk menyebarkan islam diseluruh penjuru dunia seperti yang dilakukan Abuya As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani,"terang Abuya Hayat panggilan akrab pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum.
Editor : Redaksi