Pakai Motor Protolan Tanpa Helm, 3 Pelajar Terjaring Operasi Gaktib Polisi Militer Bondowoso

suara-publik.com
Foto: 3 Pelajar yang terjaring operasi Pom Militer Mendapatkan teguran dari petugas.

Laporan : Hery.

BONDOWOSO, suara-publik.com - Untuk meningkatkan disiplin prajurit TNI diwilayah Bondowoso, Polisi Militer (PM) unit Bondowoso menggelar Operasi Penegakan dan (Gaktib) Ketertiban, dengan sandi Waspada Wira Clurit III tahun 2018, yang diaksanakan dijalan Diponegoro Kuta Kuon Bondowoso, depan taman makam pahlawan, (TMP) Rabu siang, (30/5/2018).

Sebelum melaksanakan Gaktib, seluruh anggota Unit Polisi Militer Bondowoso, melakukan apel di markas unit, yang dipimpin oleh Komandan Unit, Pelda Asma’I Hadi.

Komandan Unit, Pelda Asma’I Hadi, melalui Sertu Yono Edy S, mengatakan, operasi ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya preventif untuk menekan tindak pelanggaran personel, dengan melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap anggota TNI yang menggunakan kendaraan dinas maupun pribadi.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut meliputi, Kartu Tanda Anggota (KTA) Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), penggunaan helm standar dan kelengkapan kendaraan lain.

“Bagi prajurit TNI yang terjaring operasi Gaktib dan melanggar akan diberi sanksi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan diberi pembinaan lebih lanjut oleh komandan satuannya,”kata Sertu Yono, yang akrab dengan wartawan ini.

Selain itu, dalam operasi Gaktib yang digelar ini dalam rangka melakukan pencegahan aksi teroris yang marak terjadi akhir-akhir ini. Namun, dalam pelaksanaan operasi bisa fleksibel, selain menindak anggota TNI juga melaksanakan tindak kepada masyarakat umum.

Seperti contoh tadi, tambah Yono, ada anak sekolah melintas pada saat petugas melaksanakan operasi, diketahui anak tersebut mengendarai sepeda motor protolan berboncengan tiga, ditambah lagi tidak menggunakan helm, dan surat-surat tidak ada.

Selanjutnya, anak pelajar tersebut dibawa ke mako PM Bondowoso, dan meminta orang tuanya datang ke kantor bersama anaknya mengambil kembali sepeda motornya. “Kita hanya memberi tegoran dan peringatan kepada pelajar tersebut agar dalam mengendarai sepeda motor wajib dilangkapi dengan STNK, pakai helm standart, mematuhi peraturan lalulintas, dan mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Selama kegiatan operasi dilaksanakan, petugas tidak menemukan anggota TNI yang terjaring operasi. Hanya saja ada dua pelanggar dari masyarakat umum.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru