Laporan Cipto Haryono
BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Waduk Dam Sumber Urip, yang berada di desa Bajuran Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso, sudah sekitar tiga tahun lebih tidak bisa lagi mengairi lahan pertanian, sementara luas lahan yang teraliri waduk tersebut sekitar 500 M2.
Selain itu, warga juga tidak bisa lagi memberikan air minum dan memandikan ternaknya karena waduk jadi dangkal hingga air menyusut dan mengering.
Kades Bajuran, Ahmad Hasan kepada Suara Publik mengatakan, sebelum waduk surut, air bisa mengaliri lahan pertanian di dua dusun, airnya juga bisa digunakan untuk memandikan dan untuk air minum hewan ternak. "Namun, selama kurang lebih tiga tahunan ini, air waduk menyusut karena terjadi pendangkalan,"kata Ahmad Hasan.
Menurutnya, kondisi ini sudah beberapa kali diusulkan kepada PUPR. Saat itu masih dipimpin Karna Suswandi, dan sampai saat ini masih belum direalisasikan. "Padahal warga saya butuh air waduk yang bisa berfungsi sedia kala dengan cara waduk harus dikeruk,"terang Kades Bajuran. Sabtu (27/7/2019).
Penelusuran Suara Publik, setelah waduk menyusut hingga kering, warga petani yang dulu berprofesi sebagai petani kini beralih profesi sebagai tukang ojek, pemikat atau penangkap burung dan lainnya.
Editor : Redaksi