suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Gelar Cooperative Trading House Jatim

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Beberapa pekan lalu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi anggota (CTH) Cooperative Trading House, Di ruang Aria Wiriaatmadja, Kamis, (4/3/2021).

Hadir Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha sekaligus Plt. Kepala Bidang Pemasaran, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Pemprov. Jatim, Sumbangto membuka Rapat Koordinasi Anggota CTH tersebut.

Nampak dalam suasana penuh keakraban ini, dihadiri nara sumber pelaku UKM Sokressh, Kristiawan dan Evita Handayani selaku Ketua AMPUH.

Masih dalam masa pandemi covid-19 ini, pemerintah masih menerapkan Protokol Kesehatan dengan dibatasi peserta hanya 50 orang UKM yang hadir.

Sumbangto mengatakan, bahwa awal berdirinya (CTH) Cooperative Trading House, galeri yang berada di sisi timur Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim. “CTH diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jawa Timur pada 17 Juli 2015 yang merupakan Lembaga yang dibentuk untuk membantu menjembatani Produk Koperasi dan UMKM mengatasi masalah pemasaran baik dalam maupun luar negeri (ekspor)," tuturnya.

Selanjutnya, pelaku usaha, Kristiawan, C.V. Kajeye Food Malang, berbagi kiat membangun kapasitas pelaku UKM di era pandemi, agar tetap terjaga dan bertahan. "Untuk Itu UKM memperhatikan penguatan Personal, Produk dan Kinerja Tim," ujarnya. "Mempunyai daya saing, bermental mandiri, berkolaborasi, membangun jaringan, memanfaatkan sosial media yang ada, mengurus berbagai perijinan dalam rangka memenuhi standar produk, trend pasar (offline, online)," pesan Kurniawan.

Tak mau kalah, Evita Handayani selaku Ketua AMPUH (Asosiasi Marketing Produk UMKM Hebat Jawa Timur) Turut menyampaikan, bahwa tugas AMPUH sama dengan CTH, yaitu memasarkan produk UKM Jawa Timur sesuai Visi AMPUH. “Menjadi Organisasi Terdepan dalam Dunia Marketing Produk UMKM Indonesia yang Berdaya Saing," paparnya. Evita menjelaskan, bahwa cara AMPUH memasarkan produk terbagi dalam 3 langkah yaitu Marketing, Proactive Networking dan Differentiator.

"AMPUH telah bekerjasama dengan CID (Congress of Indonesian Diaspora) Kab. Malang, Kota Malang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Kab. Kediri, Kab. Blitar, Kab. Bondowoso, Kab. Jember, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung dan Kota Madiun.

Produk UKM digolongkan dalam kelompok Silver, Gold dan Platinum. Dipasarkan di dalam dan luar negeri melalui kurasi," jelas Evita. (Red)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper