suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dua Tahun Beroperasi, Klinik Asyifa Medika Diduga Ilegal Alias Bodong, Ini Tanggapan DPRD Kabupaten Gresik

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik. (suara publik.com) - Klinik Asyifa Medika (Jasa kesehatan) Bawean yang telah beroperasi sekitar Dua (2) tahun lebih sekitar tahun 2019 berada di dusun daya bata Desa Sawahmulya Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Jawa Timur Pulau Bawean, sekarang mulai beroperasi 24 jam dengan Empat (4) orang dokter umum dan Delapan (8) orang perawat.

Menurut pihak pemilik Klinik Asyifa Medika Bawean, Ilham Syifa' menuturkan bahwa terkait perizinan sudah dari awal diurus dan diproses namun sampai sekarang masih belum selesai, pihaknya selain memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat juga ikut membantu menyehatkan masyarakat.

"Klinik Asyifa Medika Bawean selaku penanggung jawab adalah isterinya sendiri yakni dr. Faiza yang masih aktif sekarang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Sangkapura sekaligus yang bekerja di Klinik tersebut", paparnya (10/1/2022) Senin sore

Wartawan saat mencoba menghubungi dr. Faiza untuk klarifikasi terkait dengan masalah ini lewat telepon seluler tidak mendapatkan respon, dicoba kembali melalui chat pribadi lewat WhatsApp masih tidak direspon walaupun Chattingan sudah masuk dan terbaca oleh dr. Faiza selaku penanggung jawab atas Klinik Asyifa Medika Bawean dan diduga kuat sudah beroperasi selama 2 tahun lebih sampai saat ini tidak mengantongi surat izin praktik (SIP).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., saat dikonfirmasi wartawan terkait Klinik ini menjelaskan bahwa sekitar tahun 2020 pihak Klinik Asyifa Medika di Sangkapura Bawean sudah mengurus proses izin tapi terkendala pemenuhan persyaratan, masih ada persyaratan yang belum terpenuhi, cetusnya.

"Sejak bulan Agustus 2021 ada kemudahan persyaratan sehingga bisa diurus kembali dari pihak Klinik tersebut, Dinas Kesehatan Gresik sudah menyampaikan untuk segera mengurus kembali melalui sistem perizinan baru" jelasnya

Wartawan saat mencoba menghubungi dr. Faiza untuk klarifikasi terkait dengan masalah ini lewat telepon seluler tidak mendapatkan respon, dicoba kembali melalui chat pribadi lewat WhatsApp masih tidak direspon walaupun Chattingan sudah masuk dan terbaca oleh dr. Faiza selaku penanggung jawab atas Klinik Asyifa Medika Bawean dan diduga kuat sudah beroperasi selama 2 tahun lebih sampai saat ini tidak mengantongi surat izin praktik (SIP).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., saat dikonfirmasi wartawan terkait Klinik ini menjelaskan bahwa sekitar tahun 2020 pihak Klinik Asyifa Medika di Sangkapura Bawean sudah mengurus proses izin tapi terkendala pemenuhan persyaratan, masih ada persyaratan yang belum terpenuhi, cetusnya.

"Sejak bulan Agustus 2021 ada kemudahan persyaratan sehingga bisa diurus kembali dari pihak Klinik tersebut, Dinas Kesehatan Gresik sudah menyampaikan untuk segera mengurus kembali melalui sistem perizinan baru" jelasnya

Terkait Kiinik yang tidak mengantongi surat izin itu mendapat sorotan dari Anggota komisi lV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, H. Khoirul Huda, S. Ag., Menegaskan jika ada Klinik tidak mengantongi  izin praktik (SIP) dan surat tanda registrasi (STR), maka bisa dikenakan pidana. Sesuai pasal 201 jo 197 jo 198 jo 108 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp.1,5 miliar, cetusnya.

Huda sapaan akrab Khoirul Huda menambahkan seharusnya Klinik itu mengantongi izin dulu baru buka praktek dan Pemkab Gresik harus berani bertindak tegas jika ada Klinik yang tidak mengantongi surat izin harus ditutup dulu bukan dibiarkan begitu saja dan tutup mata, karena hal ini sudah merupakan bentuk dari pelanggaran hukum terkait Undang - undang tentang Kesehatan, pungkasnya. Sabtu (15/1/2022).(imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper