suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Nyolong Dan Jual Menir Beras Dan Ketan Dari Gudang PT.AAP Sebanyak 57 Ton, Senilai Rp.640 Juta, Jony Panet Yang Nyolong, Abdul Hadi Yang Jual Hanya Dihukum 8 Bu

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Abdul Hadi alias Joker bin Kasemo.(39), menjalani sidang agenda putusan hakim, di ruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (19/06/2023)
Foto: Terdakwa Abdul Hadi alias Joker bin Kasemo.(39), menjalani sidang agenda putusan hakim, di ruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (19/06/2023)
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana melakukan penjualan dan penadaan dari hasil mencuri dalam Gudang PT. ALU AKSARA PRATAMA (AAP) jalan Kalianak Barat No.55,Surabaya, berupa menir beras dan menir ketan sebanyak 1.140 Sak X 50 Kg = 57 Ton, dijual kepada penadah dengan harga dibawah pasaran, dengan kerugian sebesar Rp. 640.776.000,- dalam kurun waktu 

Tahun 2022 sampai bulan Januari 2023, dengan terdakwa Abdul Hadi alias Joker bin Kasemo.(39) warga Driyorejo Gresik atau Kedamean Gresik, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara vidio call, Senin (19/06/2023).

Dalam agenda putusan yang dibacakan ketua majelis hakim Sudar, Mengadili, Menyatakan, terdakwa Abdul Hadi alias Joker bin Kasemo terbukti bersalah " menjual barang hasil kejahatan" Sebagaimana dalam dakwaan melanggar Pasal 481 ayat (1) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 8 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Menyatakan barang bukti: Uang tunai Rp. 10 Juta, Dikembalikan kepada saksi korban Gatot Indriadi.

1 HP Merk Vivo 1820 warna Hitam 

1 Baju kemeja lengan Pendek warna Merah.

1 Baju kemeja lengan Pendek warna Biru Dongker.

1 Jaket warna Hitam.

1 Handphone Merk Oppo tipe A16 warna silver.

Dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan JPU Bunari dari Kejati Jatim, menuntut pidana penjara selama 10 bulan. 

Terhadap putusan hakim terdakwa Abdul Hadi Menyatakan menerima, "Saya menerima yang mulia," katanya.

Diketahui, awalnya terdakwa Abdul Hadi alias Joker kenal dengan Jony Panet ( berkas terpisah), dan Terdakwa disuruh Jony Panet untuk menjual meniru beras dan menir ketan. hasil mencuri dari PT. Alu Aksara Pratama. Terdakwa Hadi menyanggupi dan mencari pembeli hingga dapat menjual sampai 8 kali.

Menjual menir beras dan menir ketan Kepada Saksi Suyono 5 kali 140 Sak sebanyakn7 Ton, mendapatkan uang sebesar Rp. 35.700.000,- diberikan kepada Jony Panet sebesar Rp.21 juta, terdakwa mendapatkan Rp.14.700.000,-

Kedua sebanyak 140 Sak, seberat 7 Ton, mendapatkan uang Rp.36.400.000,- Diserahkan ke Jony Panet Rp 21 juta, terdakwa mendapatkan Rp.15.400.000,-

Ketiga sebanyak 150 Sak berat 7.5 Ton, Terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp. 39.000.000,-

Di berikan kepada Jony Panet Rp 21,5 juta, terdakwa mendapatkan Rp.17,5 juta.

Ke empat sebanyak 145 Sak, berat 7 Ton, terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp. 37.700.000,- Di berikan kepada Jony Panet Rp 23,2 juta, terdakwa mendapatkan Rp.14,5 juta.

Kelima sebanyak 150 Sak, berat 7 Ton Terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp. 43.500.000,- Jony Panet Rp 24 juta, terdakwa mendapatkan Rp.19, 5 juta.

Kepada saksi Edianto Bin Sa'i sebanyak 3 kali.140 Sak, 140 sak, 140 sak.Terdakwa mendapatkan uang hasil penjualan menir beras dan menir ketan dari Suyono, Edianto secara tunai pada hari itu juga, Selesai bongkar dan Terdakwa berikan kepada Joni Payet pada hari itu juga secara tunai.

Terdakwa dalam mengantarkan menir beras dan menir ketan kepada pembelinya selalu pada waktu malam hari, sehingga para saksi sebagai pembeli seharusnya patut menduga bahwa barang tersebut didapat dari hasil kejahatan.

Keuntungan Terdakwa semenjak menjual menir beras dan menir ketan tersebut sejak tahun 2022 s/d 3 Januari 2023 sebanyak 8 kali sebanyak 1.140 Sak X 50 Kg = 57 Ton. total keuntungan yang Terdakwa terima kurang lebih sebesar Rp. 91.350.000,- 

Menir beras dan Menir ketan yang dijual oleh Terdakwa adalah hasil mengambil tanpa ijin yang berhak yang dilakukan oleh Jony Panet (berkas terpisah) dan kawan-kawan dari Gudang PT. ALU AKSARA PRATAMA (AAP) jalan Kalianak Barat No.55 Kel. Kalianak Kec. Asemrowo Surabaya.

Berdasarkan hasil Audit bahwa Menir beras dan menir Ketan yang hilang yaitu, untuk Menir Beras Pakistan sebanyak 700 Sak dan untuk Menir Ketan Thailand sebanyak 620 Sak, dengan nilai kerugian sebesar Rp 640.776.000,-.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper