suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Aniaya Yunior Taruna Politeknik Pelayaran Hingga Tewas, Alpard Jales Poyono Dituntut 7 Tahun Bui

avatar suara-publik.com
Terdakwa Alpard Jales Poyono (20) menjalani sidang kasus penganiayaan menyebabkan kematian, dengan agenda tuntutan JPU, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara offline. Kamis (13/07/2023)
Terdakwa Alpard Jales Poyono (20) menjalani sidang kasus penganiayaan menyebabkan kematian, dengan agenda tuntutan JPU, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara offline. Kamis (13/07/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapyblik.com) - Terdakwa Alpard Jales Poyono, (20 th) menjalani sidang lanjutan kasus penganiayaan yang menyebabkan Taruna Politeknik Pelayaran Tingkat I, RFA meninggal dunia. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Idawati, di ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara offline. Sidang dengan agenda tuntutan yang dibacakan oleh JPU Herlambang Adhi Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, terdakwa Alpard Jales R. Poyono, terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan yang direncanakan terlebih dahulu menyebabkan kematian.

Sebagaimana diatur dalam dakwaan Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Menghukum Terdakwa Alpard Jales R. Poyono, dengan Pidana Penjara Selama 7 Tahun  dikurangi penangkapan terhadap terdakwa dan selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan, Kamis, (13/7/2023) menyatakan barang bukti, dua buah gelas air minum dalam kemasan, dua lembar tissue bercak darah, satu stel seragam PDL warna hitam, satu potong seragam PDL Doreng Ukuran L, satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV, satu bendel statute politeknik pelayaran Surabaya, satu bendel peraturan tata tertib taruna politeknik pelayaran Surabaya, satu bendel surat keputusan direktur tentang penunjukan Perwira Dinas (PADIS), Perwira Jaga (PAGA), Asisten Perwira Jaga (ASPAGA), bertugas mendampingi taruna program diklat pembentukan Poltekpel satu bendel SOP.

Terhadap tuntutan JPU, Alpard Jales R.Poyono yang didampingi penasehat hukumnya Rendra, akan mengajukan pembelaan (pledoi), " kami akan mengajukan pembelaan, kami mohon waktu dua minggu yang mulia," katanya,

Dalam dakwaan JPU  bahwa hari Minggu 5 Pebruari 2023 pukul 19.30 WiB di kamar mandi Politeknik Pelayaran Gunung Anyar, Surabaya melakukan tindak pidana pengeroyokan yang direncanakan terlebih dahulu yang menyebabkan kematian. Caranya, korban RFA dipukuli dibagian perutnya oleh terdakwa Alpard Jales Poyono dengan menggunakan tangan kanan. Hal itu membuat korban tersungkur dan jatuh ke lantai tidak bergerak.

Usai memukul, terdakwa Alpard Jales Poyono bertanya kepada korban 'ada yang sakit ta,? Kalau saki tak lihate" dan dijawab oleh korban 'tidak senior' lalu terdakwa Alpard Jales Poyono melayangkan pukulan kedua menggunakan tangan kanannya pada bagian perut atas. Akibat pemukulan tersebut membuat korban tersungkur dan jatuh ke lantai tidak bergerak sehingga pelipis korban di bagian kanan terbentur tembok dan pipa.

Berdasarkan visum et repertum tanggal 7 Pebruari 2023, ditemukan luka memar pada leher kiri dan dada. Luka lecet pada pipi kanan dan dada, luka robek pada selaput bibir bawah kiri,luka leher kiri, kuku membiru, yang diakibatkan kekerasan benda tumpul terhadap korban RFA.

"Pergelangan kanan dan kiri tampak kebiru-biruan. Kekerasan dengan tumpul tersebut mengakibatkan tekanan pada lambung korban hingga mati lemas." kata jaksa Herlambang saat membacakan dakwaan pada sidang sebelumnya. (sam)

 

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper