suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Modus Tipu Gelap Investasi Supply Alat Kesehatan, Tiara Natalia Tidak Tersangka, Heksindo dan Grace Velisia Diadili.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penipuan dan penggelapan investasi supply alat kesehatan untuk beberapa Rumah Sakit,di janjikan keuntungan 40% / 14 hari dari profit, kepada para korbannya, bermodalkan SPK dan Badan Hukum Fiktif untuk mengelabuhi, sehingga para korbannya tergiur dengan bisnis tersebut, dengan setoran dana mencapai Rp. 1.393.146.500,-, dengan para Terdakwa, Heksindo Gusti Nata dan Terdakwa Grace Velisia Heryanto, bersama dengan saksi Tiara Natalia Alim (tidak ditetapkan sebagai tersangka), diruang Tirta 1 PN Surabaya.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Estik Dilla Rahmawati dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan Terdakwa Heksindo Gusti Nata dan Terdakwa Grace Velisia Heryanto, telah "Melakukan,menyuruh melakukan, turut melakukan, beberapa perbuatan harus dipandang sebagai perbuatan berdiri sendiri-sendiri, sehingga merupakan beberapa kejahatan, dengan sengaja menggunakan nama palsu, martabat palsu, dengan tipu-muslihat atau rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang, atau memberi hutang maupun untuk menghapuskan piutang” Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Atau , Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sidang agenda pembacaan amar putusan sela yang dibacakan oleh Hakim ketua Titik Budi Winarti,Kamis (20/07), Mengadili, Menolak Keberatan (Eksepsi) dsri Penasihat Hukum para terdakwa untuk seluruhnya. Menyatakan dakwaan JPU dapat diterima sebagai dasar untuk pemeriksaan perkara pidana atas nama Para Terdakwa Heksindo Gusti Nata dan Terdakwa Grace Velisia Heryanto,tersebut. Memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara, Menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan Akhir. Terhadap putusan sela tersebut, Hakim memerintahkan kepada JPU untuk melanjutkan perkara dengan pembuktian- pembuktian juga menghadirkan saksi- saksi, "Untuk Jaksa Penuntut dapat membuktikan dakwaannya, silahkan hadirkan saksi- saksi dipersidangan," ujar Hakim, " Kami mohon waktu satu minggu yang mulia, untuk menghadirkan para saksi," ucap Jaksa Dilla.

Berawal kerjasama pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit antara Terdakwa Heksindo Gusti Nata dan Terdakwa Grace Velisia Heryanto, dengan saksi Tiara Natalia Alim, saksi Tiara menunjukan SPK kerjasama. Saksi Tiara menjanjikan keuntungan 50%/14 hari dari profit kepada kedua terdakwa,Terdakwa Heksindo menyuruh Terdakwa Grace mengunggah Whatsapp Story, berisikan screenshot transaksi M- Banking uang masuk dari saksi Tiara Natalia Alim. Atas postingan tersebut, saksi Candy, saksi Ferry Antonius, saksi Stevanus Nurcahya, saksi Faris Husain, dan saksi Ayu Cahya Sari, berkomentar dan tertarik dengan bisnis tersebut.

Akhir Maret 2021, Heksindo dan Grace menawarkan investasi supply alat kesehatan untuk : RS. Dr. Mohammad Husein Palembang, RS. Hasan Basri di Hamalu Kandangan Banjarmasin, RSUD KH Hayyung Sulawesi Selatan, RS Prima Inti Medika Aceh Selatan. Untuk meyakinkan Candy, Ferry Antonius, Stevanus Nurcahya, Faris Husain, dan Ayu Cahya Sari, di janjikan keuntungan 40% / 14 hari dari profit, an berbadan hukum yaitu CV. Graciondo Works alamat jalan Perum Citraland North West Lake Blok NG 19 Nomor 59 Surabaya, hanya badan hukum yang fiktif. Dokumen dalam bentuk PDF, SPK Investasi Suply Alat-Alat Kesehatan Kebutuhan Rumah Sakit yang diperoleh dari saksi Tiara Natalia Alim, dikirimkan oleh terdakwa Grace kepada kelima korbannya, pada kebutuhan RS yang berbeda dan jenis barang alat kesehatan yang dibutuhkan, hanya fiktif.

Transfer dana Investasi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit,  dengan rincian sbb :

- Saksi Candy menyerahkan dana dengan total Rp.672.495.000,- ke Rekening Grace Velisa Heryanto, Tanggal 12 November 2021, Rp 211.000.000,-, Tanggal 18 November 2021, Rp.49.894.000,-

Tanggal 21 November - 22 November 2021 Rp.144.415.000,-

Tanggal 26 November 2021, Rp.136.462.000,-,Tanggal 29 November 2021, Rp.99.485.000,-

Tanggal 01 Desember 2021, Rp.30.739.000,-

- Saksi Stevanus Nurcahya menyerahkan dana Rp.156.099.000,-

Tanggal 13 November 2021, Rp.62.000.000,- ke Rek. Heksindo Gusti Nata.Tanggal 25 November 2021,Rp.54.180.000,- ke Rek. Grace Velisa.

- Saksi Ferry Antonius menyerahkan dana Rp.199.080.000,-  kepada kedua terdakwa,Tanggal 13 November 2021.

-Saksi Faris Husain Almahdi menyerahkan dana Rp.8.976.000,-  kepada kedua TerdakwaTanggal 29 November 2021.

- Saksi Ayu Cahya Sari menyerahkan dana Rp.356.469.000,- kepada kedua Terdakwa

Tanggal 12 November 2021,Rp.178.600.000,-

Tanggal 29 November 2021,Rp.177.896.000,-

Total dana investasi kerjasama yang diterima di Rek BCA Heksindo Gusti Nata dan Rek BCA Grace Velisa Heryanto, Rp.1.393.146.500,- Selanjutnya ditransfer ke saksi Tiara Natalia Alim, untuk pengadaan alat kesehatan RS, RS. Dr. Mohammad Husein Palembang, RS. Hasan Basri di Hamalu Kandangan Banjarmasin, RSUD KH Hayyung Sulawesi Selatan, RS Prima Inti Medika Aceh Selatan adalah tidak ada/fiktif. Kedua Terdakwa tidak memberikan 40%/14 hari dari profit beserta modal yang disetorkan. Akibat perbuatan Terdakwa Heksindo Gusti Nata dan Terdakwa Grace Velisa Heryanto, saksi Candy, saksi Ferry Antonius, saksi Stevanus Nurcahya, saksi Faris Husain, dan saksi Ayu Cahya Sari, mengalami kerugian total Rp. 1.393.146.500,- (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper