suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Peredaran Sabu 15 Gram dan 77 Ribu Butir Pil Koplo, Alfian Dituntut 10 Tahun Bui, Ismail Dituntut 12 Tahun Bui dan Denda Masing- Masing Rp 1,5 M

avatar suara-publik.com
Terdakwa Ismail bin Yasak,(kiri) dan Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi (kanan), menjalani sidang, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Rabu (26/07/2023).
Terdakwa Ismail bin Yasak,(kiri) dan Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi (kanan), menjalani sidang, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Rabu (26/07/2023).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com)  -   Sidang perkara tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 15 gram dan peredaran daftar obat keras, dengan bahan aktif Triheksifenidil HCI, jenis pil dobel L sebanyak 77 botol (1 botol berisi 1000 butir) total 77 ribu butir, dengan para Terdakwa Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi dan terdakwa Ismail bin Yasak, dan terdakwa M.Miftakhul Khoir alias Sipok bin Sutanci ( berkas penuntutan terpisah), diruang Garuda 1 PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Sutarno, secara online,Selasa (25/07/2023).

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU Dewi Kusumawati  dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan para terdakwa Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi dan Ismail bin Yasak, terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu," Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.Dan Pasal 192 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan sebagaimana telah diubah dengan pasal 60 angka 10 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja jo pasal 55 ayat (1) KUHP, dalam dakwaan pertama kesatu dan kedua kesatu penuntut umum. Jaksa Dewi mengatakan, bahwa hal memberatkan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan peredaran obat-obat terlarang. Terdakwa Ismail berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan juga sudah pernah dihukum.

Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama proses persidangan. Terdakwa Alfian Dwi Nur Cahyo Putra kooperatif dan mengakui terus terang dan belum pernah dihukum. "Menjatuhkan pidana terhadap Alfian Dwi Nur Cahyo Putra dengan pidana penjara selama 10 Tahun dan terdakwa  Ismail selama 12 tahun , dikurangi masa penangkapan dan penahanan, menyatakan para terdakwa tetap berada dalam tahanan. Para terdakwa dengan pidana denda masing-masing Rp 1.5 Miliar dan Subsider 1 Tahun penjara," kata Dewi diruang Garuda 1 PN Surabaya,(25/07/2023).Atas tuntutan Jaksa,  kedua terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya akan melakukan pembelaan (pledoi), Ferdiansyah Penasehat hukum terdakwa Alfian Dwi Nur Cahyo Putra, "Kami akan mengajukan pembelaan pekan depan Yang Mulia," terangnya. Begitu juga dari penasehat hukum terdakwa Ismail, Noveriana dan widodo. "Akan melakukan pembelaan satu minggu kedepan,"tuturnya. Berawal pada hari Sabtu tanggal 01 April 2023 sekira pukul 16.00 wib, Terdakwa I Alfian Dwi Nur Cahyo Putra bin Sukadi, dihubungi M.Miftakhul Khoir alias Sipok bin Sutanci untuk mengajak mengambil sabu sebanyak 15 gram dan pil dobel L sebanyak 77 botol, per botol 1000 butir pil dobel L.Yang dipesan Miftakhul dari Ambon (DPO).

Selanjutnya Miftakhul menyuruh terdakwa Alfian menyewah 1 mobil pick up, lalu pada hari Minggu 02 April 2023 jam 17.00 wib, terdakwa Alfian, Miftakhul dan istrinya Dwi Mei Lestari bersama-sama menuju Jombang. Setibanya di Jombang jam 20.00 wib,menuju ke tempat ranjauan yang disepakati yaitu di depan rumah kosong tepatnya di Bypass Jombang. Setelah berhasil mendapat sabu dan pil dobel L tersebut, menuju kerumah terdakwa Alfian di jalan Sugiwaras RT. 001, RW. 001, Desa  Sidomulyo, Mantup, Kab. Lamongan untuk menitipkan sabu sebanyak 15 gram, serta pil double L 27 botol di rumah Terdakwa Alfian. Sisanya 50 botol pil dobel L dititipkan di rumah terdakwa Ismail bin Yasak, di Dusun Sumur Juwet, Desa Rumpuk, Mantup, Lamongan. Peran Terdakwa Alfian, yaitu mengedarkan sabu dan pil double L, yang mengambil, menyimpan dan meranjau, Sedangkan Terdakwa Ismail berperan menyimpan Sabu.

Pada hari Rabu, 5/4/2023, sekira pkl 15:00 wib, di Dusun Grogol Desa Sidomulyo, Mantup, Lamongan saat terdakwa Alfian sedang bekerja, Ditangkap oleh saksi Nanang Rudianto dan saksi Dzikrullah Ahmad Kusnadi anggota Polrestabes Surabaya. Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti yakni, 1 unit Handphone Merk Vivo Warna merah. Dilakukan pengembangan melalui Terdakwa Alfian, berhasil ditangkap pula terdakwa Ismail dalam rumahnya Dusun Sumur Juwet, Desa  Rumpuk, Mantup, Lamongan. Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi sabu seberat 0,38 gram, 1 plastik klip didalam berisi sabu seberat 14,74 gram, 77 botol pil koplo dobel L total 77 ribu butir. 2 Timbangan elektrik, 2 pak klip kosong, 1 sedotan skrop, 1 sendok plastic kecil, 1 buah Hp merek Ridmi. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper