suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Pemalsuan Akta Otentik, Liliana H Pendiri PMK Kyokushinkai Dihukum 2 Tahun Bui, Terdakwa Nyatakan Banding

avatar suara-publik.com
Terdakwa Liliana Herawati binti Husin, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Candra,PN Surabaya, secara offline.
Terdakwa Liliana Herawati binti Husin, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Candra,PN Surabaya, secara offline.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Sidang perkara tindak pidana memasukkan keterangan tidak benar dalam akta Otentik nomor 8 tanggal 06 Juni 2022, mengakibatkan saksi Erick Sastrodikoro dan Perkumpulan Pembinaan Mental Kyokushinkai (PMK) mengalami kerugian Materiil,
Rp.263.933.000,- dan kerugian immaterial dari laporan polisi, menyerang secara pribadi,Erick Sastrodikoro, dengan terdakwa Terdakwa Liliana Herawati binti Husin, diruang Candra,PN Surabaya.

Dalam agenda pembacaan Amar Putusan oleh ketua majelis hakim Ojo Sumarna, Mengadili Menyatakan Terdakwa Liliana Herawati binti Husin Abdullah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam surat autentik” "Sebagaimana diatur dalam Pasal 266 ayat (1 ) KUHPidana, sesuai dengan dakwaan pertama JPU, Selasa (8/8).

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Liliana Herawati binti Husin Abdullah, dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Menetapkan lamanya masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, Menetapkan agar Terdakwa tetap ditahan.

Menetapkan barang bukti berupa keseluruhannya,digunakan saat berlangsungnya persidangan, Tetap terlampir dalam berkas perkara.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, dari Kejari Surabaya, yang menuntut dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan.

Terhadap putusan hakim, Terdakwa Liliana Herawati melalui penasehat hukumnya, Abdul Wahab dan Rekan
mengajukan permohonan Banding, "kami mengajukan permohonan banding yang mulia," katanya.

Diketahui, Terdakwa Liliana Herawati merupakan Pimpinan Pusat dari Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai ( Perguruan), didirikan oleh Hanshi Nardi T Nirwanto SA, merupakan ayah angkat terdakwa Liliana.

Selain sebagai Pimpinan, terdakwa juga merupakan pendiri Perkumpulan Pembinaan Mental Kyokushinkai disebut juga International Karate Organization Kyokushinkaikan(IKOK), berdasarkan Akta No 13, 16/01/2015, dalam akta tersebut sebagai Pendiri DR. KPHA.Tjandra Sridjaya P,SH,MH, Bambang Irwanto dan Terdakwa Liliana Herawati. Salah satu kegiatannya mengelolahdana arisan bagi warga Perguruan maupun masyarakat umum.

Ditahun 2019 terdakwa sebagai pendiri, mendirikan Yayasan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai (Yayasan), Pengesahan tanggal 25 Pebruari 2019, dengan kegiatan yang sama yakni Arisan.Pendirian Yayasan ol3h terdakwa dilakukan teguran, namun tidak.mendapatkan respon.

Disepakati dilakukan rapat 07/11/2019 di Gedung Srijaya Lantai 4 Surabaya, pihak perkumpulan diwakili saksi Erick Sastrodikoro sebagai Sekjen, dsn saksi DR.KPHA Tjandra Sridjaya P, SH,MH sebagai Ketum. Dari Perguruan diwakili terdakwa selaku Pimpinan Pusat (Kaicho) didampingi DR.AA.Andi Prajitno,Drs,SH,MKn, saksi Alex Suantoro, Ricky Gunawan, Surja Kentjana, Rudi Hartono, dan saksi Vincent Handoko, dengan agenda rapat adalah :
- Diusulkan nama Perkumpulan Pembinaan Mental Karate diganti,
- Diusulkan untuk Kaicho sebagai Alternative mengundurkan diri, Ketua DPP menyatakan berhenti.
Notulen ditandatangani dengan hasil, Merubah nama perkumpulan dan Kaicho mengundurkan diri dari salah satu pendiri.

Dari kesepakatan rapat, notulen , Erick mengirim WA kepada terdakwa, mempeetegas pengunduran diri terdakwa, kemudian terdakwa menjawab WA Erick "sy menyambut baik dan setuju dengan apa yang diusulkan shihan Sridjaja juga sesuai dengan suara terbanyak saat rapat, nama perkumpulan dirubah dengan meniadakan nama (Pembinaan Mental karate) kemudian saya keluar dari perkumpulan tersebut sehingga perguruan pembinaan mental karate yang saat ini terpisah dengan perkumpulan”

Di bulan Pebruari 2020, Erick dan Kennedy Kawulusan dan Hadi Soesilo kerumah terdakwa, di Jalan Imam bonjol Atas /20-20A Batu, menyerahkan fotocopy Notulen Rapat.Rapat perkumpulan menolak ganti nama Perkumpulan yang sudah berbadan hukum, jika diganti arisan akan kacau.Pengundurqn diri terdakwa dijawab tegas oleh terdakwa“saya tetap keluar dari perkumpulan agar bisa membesarkan yayasan”.

Pengunduran diri terdakwa dibuat Akta Nomor 16 tanggal 18 Juni 2020, berisi terdakwa mengundurkan diri sebagai pendiri, dibuat Akta Nomor 17 tanggal 18 Juni 2020 dibuat dihadapan Notaris Setiawati Sabarudin,SH.

Ketika pertemuan di Batu, terdakwa menanyakan ke saksi Erick Sastrodikoro, tentang keberhasilan arisan yang dikelola Perkumpulan, Erick menyampaikan hasil kerja dana arisan dan CSR/Donatur sudah mencapai Rp.7 Miliar. Rekening BCA, an.Perkumpulan PMK yokushinkai, Deposito uang arisan yang terkumpul tiap bulan, uang arisan telah 100% dikembalikan kepada para peserta.

Setelah mendengar keberhasilan pengelolaan arisan mencapai Rp. 7 Miliar, timbul niat terdakwa untuk mencabut pengunduran dirinya sebagai pendiri dari Perkumpulan. Pada 06 Juni 2022 terdakwa menyuruh notaris DR.AA.Andi Prajitno,SH,.M.Kn, memasukkan keterangan tidak benar dalam akta nomor 8 tanggal 06 Juni 2022 dengan cara terdakwa menyatakan terdakwa tidak pernah mengundurkan diri dari Perkumpulan (IKOK).

Setelah berhasil membuat Akta Nomor 8, 06 Juni 2022, digunakan terdakwa untuk melaporkan Erick astrodikoro di Mabes Polri. Padahal kenyataannya terdakwa telah menyatakan mengundurkan diri namun di akta nomor 08, tanggal 06 Juni 2022 terdakwa bertindak seolah-olah tidak pernah mengundurkan diri.

Akibat perbuatan terdakwa yang menggunakan Akta Nomor 8, 06 Juni 2022, dasar laporan polisi di Mabes Polri mengakibatkan saksi Erick maupun perkumpulan mengalami kerugian Materiil, biaya transport dan operasional selama pemeriksaan di Mabes Polri sejumlah Rp.263.933.000,-

Kerugian immaterial adanya laporan polisi, telah menyerang secara pribadi, saksi Erick Sastrodikoro atau Perkumpulan. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper