suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Kasus Penipuan, Hartini ASN Dituntut 2,5 Tahun Bui

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Hartini, menjalani sidang perkara pidana tipu gelap, dengan agenda tuntutan JPU, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, Rabu, (23/08/2023)
Foto : Terdakwa Hartini, menjalani sidang perkara pidana tipu gelap, dengan agenda tuntutan JPU, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, Rabu, (23/08/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Tipu Gelap, dengan modus menjual rumah di Dusun Jara'an RT 01 RW01 Desa Trawas Kecamatan Trawas Mojokerto dengan harga Rp 250 juta kepada korbannya Suudiyah yang juga ibunda salah satu musisi grup band Padi.Tidak hanya rumah yang ditawarkan, juga dua bidang tanah tegalan di Desa Penanggungan Kec.Trawas Kab.Mojokerto, seharga Rp.80 juta, alih-alih mendapatkan rumah dan tanah yang telah dibelinya, ternyata hanya tipuan belaka, dengan Terdakwa Hartini (48) merupakan ASN di Dinas Pendidikan Jawa Timur, menjabat sebagai Kabag.TU, diruang Tirta 2 PN.Surabaya, secara online, Rabu (23/08/2023).

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indira Koesuma Wardhani dan Darmawati Lahang, dari Kejati Jatim, Menyatakan bahwa terdakwa Hartini terbukti bersalah melakukan tindak pidana " Penipuan "
Sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 378 KUHPidana, dalam dakwaan JPU.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hartini dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara.

Menyatakan barang bukti,
1bendel Rekening Koran BCA
an. Suudiyah periode 1Januari 2015 s/d 31 Desember 2016.
1 lembar Asli Surat Pernyataan Pembelian rumah, dan kuasa AJB
1 April 2017.
1 lembar Asli surat pernyataan di tanda tangani Hartini, 24 April 2018 di Mojokerto.
1 lembar Asli surat somasi 24 april 2018.
1 Bendel FC. Legalisir Akta Jual Beli 3 September 2015.
1 bendel Print Out legalisir perjanjian kredit dari kantor PT PNM Unit Ngoro Cab. Mojokerto.
3 lembar Print out legalisir laporan riwayat transaksi pembiayaan an.Hartini.
1 bendel Print out legaslisir SHM No. 956.
1 bendel Print out legalisir Akta pemberian Hak tanggungan di keluarkan PPAT Sugiman S.H,M.Kn.
2 lembar Print out legalisir Hak tanggungan di keluarkan BPN Kab. Mojokerto.
1 Lembar FC. Legalisir Surat Perjanjian Tulis Tangan kerja sama pembelian sebidang rumah.
1 Lembar FC. Legalisir Kwitansi pembayaran kerja sama pembelian rumah.
1 Lembar FC. Legalisir Surat Pernyataan Tulis Tangan terdakwa Hartini.
1 Lembar FC. Legalisir Surat Pernyataan saksi Suudiyah.
Terlampir dalam berkas perkara

Agenda pembelaan tertulis oleh penasehat hukum dan pembelaan pribadi terdakwa, akan dibacakan pada Kamis 24/08/2023.

Berawal bulan Desember 2014, terdakwa Hartini bersama Bambang Hadiyanto ( saat itu masih suami terdakwa), datang ke rumah saksi korban Suudiyah di jalan Rungkut Mejoyo Utara KK /8 RT.010 RW 004 Kel. Kalirungkut Kec.Rungkut Surabaya,
menawarkan rumah di Dusun Jara’an RT 01 RW 01 Desa Trawas Kec.Trawas Kab.Mojokerto SHM No. 956 dengan harga Rp. 250.000.000,- milik Dwi Prasetyo Yudo, SHM an.Dewi Diah Ningrum.

Sepakat membeli cara patungan antara Bambang Hadiyanto dengan saksi Suudiyah, obyek bersebelahan rumah Bambang Hadiyanto, terdapat pintu penghubung antara rumah Bambang dengan rumah yang ditawarkan, terdakwa mengatakan pembayaran dapat dilakukan bertahap, sehingga saksi korban Suudiyah tertarik membeli dan memberikan uang Rp.99.000.000,-kepada terdakwa pembayaran cara bertahap melalui transfer dari rekening BCA Suudiyah ke rekening BCA milik terdakwa Hartini.
dengan perincian :
Tanggal 6 Januari 2015 Rp, 50.000.000,-
Tanggal 14 Januari 2015 Rp. 25.000.000,- dan
Tanggal 15 Januari 2015 Rp. 24.000.000,-
Total pembayaran Rp. 99.000.000,- , masuk ke rekening terdakwa.

Suudiyah kasihan membebani Bambang adiknya yang masih suami sirih terdakwa Hartini, maka diputuskan membeli sendiri rumah tersebut, dan melunasi, menyerahkan uang sebesar Rp.160 Juta kepada Bambang, diberikan secara bertahap :
Pertama tanggal 5 Juli 2015 Rp. 50.000.000,-
Kedua tanggal 7 Juli 2015 Rp. 110.000.000,- secara tunai,
oleh Bambang Hadiyanto diserahkan kepada terdakwa Hartini istri sirihnya. Sehingga rumah di Dusun Jara’ an RT 01 RW 01 Desa Trawas Kec.Trawas Kab.Mojokerto sudah lunas dengan harga Rp.250 juta.
Terdakwa Hartini minta tambahan Rp.9 juta untuk komisi Anik Sundayani dan perbaikan Galvalum teras rumah.

Di bulan Desember 2014 terdakwa menawarkan lagi 2 bidang tanah tegalan berlokasi di Desa Penanggungan Kec.Trawas Kab.Mojokerto Desa Tamiajeng Kec.Trawas Kab.Mojokerto dengan harga Rp.80.000.000,-Sepakat membeli patungan, masing-masing Rp.40 juta, pembayaran cara bertahap,saksi korban Suudiyah tergerak lagi melakukan pembayaran cara transfer ke rekening terdakwa Hartini,
Tanggal 31 Maret 2015 Rp. 14.500.000,- , Tanggal 10 April 2015 Rp.5.500.000,-, Tanggal 30 April 2015 Rp.5.000.000,- Tanggal 02 Maret 2016 Rp. 10.000.000,-
Tanggal 01 Juli 2016 Rp. 5.000.000,- Total pembayaran tanah tegalan Rp.40.000.000,-.

Suudiyah percaya kepada terdakwa Hartini karena menjadi istri siri adik kandungnya Bambang Hadiyanto.
Suudiyah menghubungi terdakwa Hartini melalui telepon dan WA menanyakan proses balik nama Sertifikat No SHM 956, terdakwa alasan menunggu saksi Dewi Diah Ningrum,karena SHM an.Dewi Diah Ningrum.

Akhir Tahun 2015 saksi korban Suudiyah mendapatkan informasi dari Bambang adiknya bahwa rumah tersebut telah dijaminkan ke PT.PNM (Permodalan Nasional Madani Unit Ngoro ) Cabang Mojokerto, tanggal 14 September 2015, mengajukan kredit investasi sebesar Rp. 150.000.000,- Dengan menjaminkan SHM no.956, pengajuan atas nama Dewi Diah Ningrum, dengan alasan masih proses balik nama ke terdakwa Hartini dengan menyertakan Akta jual beli No.134 / 2015 tanggal 03 September 2015 antara terdakwa Hartini selaku pembeli dan Dewi Diah Ningrum selaku penjual, pada Notaris Sugiman , SH.M.Kn di Mojosari Mojokerto.

Setelah terdakwa didesak untuk balik nama sertifikat ke Suudiyah, pada tanggal 1 April 2017 Suudiyah membuatkan surat pernyataan pembelian rumah tinggal dan pemberian kuasa AJB ( Akta Jual Beli ) diatas materei 6000 yang ditandatangani oleh terdakwa dan disaksikan oleh saksi Anik Sundayani.

Namun tanpa sepengetahuan dan persetujuan saksi korban Suudiyah, terdakwa telah membalik nama sertifikat dari Dewi Diah Ningrum ke namanya sendiri, hingga sertifikat terbit atas nama terdakwa Seharusnya menjadi an. saksi korban Suudiyah sebagai pembeli.
Terdakwa Hartini menjaminkan SHM No.956 Rp.150.000.000,- ke Legiman, disertai pengikatan jual beli No .209 tanggal 13 September 2017 dan kuasa menjual No.210 tanggal 13 September 2017 yang dikeluarkan oleh Notaris Joice Irene Takatobi,SH,MKn Mojokerto.

Tanggal 24 April 2018, Suudiyah mendatangi Hartini di kantornya Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kab.Mojokerto,
menanyakan sertifikat rumah SHM No.956, terdakwa Hartini berjanji mengembalikan uang pembelian rumah tersebut seharga Rp.250 Juta.Juga pembelian tanah tegalan Rp.40 juta dengan sebuah surat pernyataan, namun kenyataannya sampai sekarang belum mengembalikan.

Akibat perbuatan terdakwa Hartini saksi korban Suudiyah mengalami kerugian Rp.339.000.000,- (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper