suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

SIDANG PEMASOK BAHAN PELEDAK, TERDAKWA A.H DAN L.A, HANYA DITUNTUT 12 BULAN BUI

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Abdul Hamid (36) dan Lukman Arifin (33), di dampingi PH Victor Sinaga, agenda tuntutan JPU, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online, Rabu (18/10/2023)
Foto : Terdakwa Abdul Hamid (36) dan Lukman Arifin (33), di dampingi PH Victor Sinaga, agenda tuntutan JPU, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online, Rabu (18/10/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana sebagai pemasok bahan peledak ke wilayah Sulawesi, jenis Potassium Chlorate, sebanyak 3 zak (per zak Rp 1,7 juta) yang di gunakan untuk bom ikan, potassium dibeli dari CV. Pratama Agro, budidaya buah kelengkeng, milik Slamet Yulianto, melalui aplikasi Shopee, dibayar cara COD, dengan para terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), warga Desa Kemoning, Tragah Bangkalan, bersama dengan Lukman Arifin (33), warga Wonosari Wetan Baru 9/29, Surabaya, di ruang Garuda 1 PN. Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim I Ketut Suarta, Rabu (18/10/2023).

Dalam agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki dan Ni Putu Parwati, dari Kejati Jatim, Menyatakan mereka Terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33), terbukti bersalah melakukan tindak pidana, telah " tanpa hak memasukan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak Sebagaimana diatur dan diancam melanggar Pasal 1 ayat (1) 1 UU Drt No. 12 tahun 1951 tentang sajam, sempi dan bahan bahan peledak jo pasl 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33), dengan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan sementara dan denda masing-masing Rp 2.000.000,- Subsidair 1 bulan penjara. Menyatakan barang bukti,2 Karung Potassium Chlorate @25 Kg, 1 Hp vivo, 1 HP Vivo, Dirampas untuk dimusnahkan.1 motor Honda Supra X No.Pol L5457 YN, Dikembalikan ke M. Mahfud.1 Kendaraan Roda 4 Ford Ranger Nopol L 8442 LN dan STNK asli, 41 karung @25 Kg berisi Potasium Clorate, 1Bundel Buku Akta Perseroan Komanditer CV. PRATAMA AGRO.2 lembar Perizinan Berusaha nama pelaku usaha Slamet Yulianto.

 2 lembar Perizinan Berusaha nama pelaku usaha CV PRATAMA AGRO. 1 lembar Surat Keterangan Terdaftar Nomor: AHU-0074395-AH.01.14 Tahun 2021 1 Surat Keterangan terdaftar Nomor: S-10045KT/WPJ.24/KP.1103/2021 dikembalikan ke Slamet Yulianto. Terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33),yang didampingi Penasehat hukumnya Victor Sinaga, akan menjalani sidang agenda putusan pada Rabu pekan depan. Diketahui,hari Senin 11Juli 2023, petugas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mendapat informasi pemasok bahan peledak diwilayah Sulawesi yang digunakan untuk bom ikan, pengiriman dari Jawa Timur. Dilakukan pendalaman pemasok Potassium chlorate, Rabu, 14 Juni 2023, Jam 20.00 wib, melakukan pemeriksaan sebuah rumah di Karang Tembok 95, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya, menjadi tempat penyimpanan bahan peledak yang dikirim ke Sulawesi.

Petugas menemukan 2 karung masing-masing 25 Kg Potassium Chlorate milik terdakwa Abdul Hamid disimpan dilantai 2, rumah milik Moch, Anam Firdaus ( teman terdakwa) jalan Karang Tembok 95. Potassium Chlorate yang dijual belikan Terdakwa Hamid ke Sulaiman di Sulawesi, dijadikan bahan peledak ikan.Barang didapatkan melalui terdakwa Lukman Hakim, dan Lukman membeli dari CV.Pratama Agro, milik Slamet Yulianto, melalui aplikasi shopee, dilakukan cara COD. Abdul Hamid menyerahkan uang ke Lukman Rp.1,5 juta untuk membeli Potassium Chlorate, melakukan kesepakatan harga ke Distributor Rp.1.250.000,- per karung.Sudah tiga kali pembelian.

Sebelumnya Abdul Hamid telah mengirim satu karung ke Sulaiman di Sulawesi, harga Rp.1,7 juta/ karung.Pembayaran transfer ke rekening BRI LINK an.Intan Fitria (jasa pengiriman dan penerimaan uang) Rp.7,9 juta, pembelian 3 Zak ( 25 kg/zak) potassium chlorite, saat pengiriman 2 zak belum tempat keburu ditangkap polisi. Posstasium chlorate masuk katagori bahan peledak jenis oksidator, jika bercampur salah satu bahan reduktor seperti gula, arang, aluminium powder dan belerang sifatnya berubah menjadi bahan peledak, terpicu jika diberi aksi panas, benturan, gesekan, tekanan dan percikan api akan menghasilkan ledakan dahsyat.

Bahan peledak rendah sifatnya meledak mengakibatkan ikan dalam laut mati dan kerusakan ekosistem laut karena efek ledakan bersifat merusak. Barang bukti yang diamankan saat penangkapan terhadap terdakwa, 2 karung Posstasium cholarate (KCLO3) seberat 50 kg, 1 unit motor Honda Supra X No.Pol L5457 YN, 1 HP merk VIVO warna merah milik terdakwa Abdul Hamid 1 unit kendaraan roda 4 merk Ford Ranger No.Pol L8442 LN, 41 karung @25 Kg berisi Posstasium Cholarate, 1 bundel Akta Perseroan Kamanditer CV PRATAMA AGRO

nama pelaku usaha Slamet Yulianto. 1 HP merk VIVO warna Hitam, milik terdakwa Lukman Arifin. Sesuai dengan BAP Laboratoris Krisminalistik Barang Bukti Bahan Peledak Berupa Bongkahan Warna Putih. Kesimpulan : Barang Bukti didapatkan adanya kandungan Kalium Klorat (KCIO3), senyawa Kalium Klorat (KCLO3) merupakan precursor bahan baku proses pembuatan bahan peledak jenis low explosive. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper