suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

DIDAKWA KUASAI ASET KOPERASI CABANG SIDOARJO DAN WONOKROMO,KSP INTIDANA MERUGI Rp 146 JUTA, PENGACARA TERDAKWA RIZKY FAHRIZA AJUKAN EKSEPSI

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Rizky Fahriza, SH menjalani sidang, Penasehat Hukum terdakwa membacakan nota keberatan (Eksepsi), di ruang Kartika 1 PN. Surabaya, Senin (23/10/2023)
Foto : Terdakwa Rizky Fahriza, SH menjalani sidang, Penasehat Hukum terdakwa membacakan nota keberatan (Eksepsi), di ruang Kartika 1 PN. Surabaya, Senin (23/10/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana atas dugaan membawa dan menguasai aset KSP Intidana Cab. Sidoarjo dan Cab. Wonokromo, membuat surat perihal Peringatan I,II,III ditujukan ke saksi Tiong Soen, Tengger Kandangan 6/55-E-3 RT. 02 / RW. 03 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Pengalihan piutang atas jaminan pinjaman KSP anggota koperasi Tiong Soen, SHM No. 796 lokasi Kel. Kandangan Kec. Benowo Surabaya,hingga KSP Intidana mengalami kerugian Rp 146.950.819,-, dengan terdakwa Rizky Fahriza, SH bin Suharto, di ruang Kartika 1 PN. Surabaya, Senin (23/10/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki, dari Kejari Surabaya, Menyatakan Terdakwa Rizky Fahriza,SH bin Suharto, melakukan tindak pidana,

"Memalsu surat dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan, pembebasan hutang, diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal, memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian karena pemalsuan surat", "Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan Pasal 263 KUHP. "Dalam agenda nota keberatan atas dakwaan JPU (eksepsi) dari penasehat hukum terdakwa, yang pada intinya, dakwaan Penuntut Umum tentang korelasi pemalsuan surat, memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak di palsu, Penuntut Umum menyusun Dakwaan tidak cermat, memohon kepada majelis hakim untuk menangguhkan perkara tersebut karena masih ada perkara lain terkait sengketa kepengurusan di PN. Semarang.Rekening BCA an.Rizky Fahriza, sebagai pengelolah KSP Cabang Sidoarjo, bukan sebagai rekening pribadi. "Memohon kepada Majelis Hakim untuk menangguhkan perkara ini dan mengabulkan eksepsi kami, menolak dakwaan Penuntut Umum yang dinilai prematur dan kabur (obscuur libel), batal demi hukum, demikian eksepsi kami sampaikan, terima kasih," pungkasnya.

Diketahui, Terdakwa Rizky Fahriza,SH, pernah bekerja sebagai karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP Intidana) sejak Agustus 2013 sebagai Pimpinan Kantor Cabang Sidoarjo. Pada 29 Desember 2014 Terdakwa diangkat menjadi Pjs. Pimpinan Jawa Timur, KSP Intidana, ditandatangani saksi Handoko General Manager KSP Intidana, bertugas memimpin membawahi kantor-kantor cabang, Cabang Wonokromo, Sidoarjo, Belimbing, Klojen semua unit di bawahnya sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).Berpedoman Job Description, melakukan perencanaan, mengorganisir, mengambil kebijakan tepat berkaitan dengan kelancaran operasional Kantor-kantor Cabang.

Tanggal 10 Maret 2016 Terdakwa diberhentikan dari jabatan Pjs. Pimpinan Wilayah Jawa Timur KSP Intidana berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Nomor : SK-06/NID/III/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang Pemutusan Hubungan Kerja Dengan Kualifikasi Pengunduran Diri an. Rizky Fahriza, ditandatangani Hartono Kurniawan, Ketua II dan Hendra Kusuma Sekretaris I, dengan alasan terdakwa telah membawa dan menguasai aset KSP Intidana Cabang Sidoarjo dan Cabang Wonokromo, berupa, Dokumen jaminan debitur, Uang tunai (kas Cabang Sidoarjo), Uang setoran dari anggota peminjam kepada terdakwa, karena terdakwa tidak hadir, tidak memberikan keterangan atas dua kali surat undangan, dsn satu kali surat peringatan keras dari KSP Intidana kepada terdakwa, untuk memberikan klarifikasi atas aset KSP Intidana Cabang Sidoarjo dan Cabang Wonokromo yang dibawa oleh terdakwa.

Terdakwa membuat surat mengatas namakan KSP Intidana, 1 lembar Surat KSP Intidana perihal Peringatan I ditujukan ke saksi Tiong Soen, jalan Tengger Kandangan 6/55-E-3 RT. 02 / RW. 03 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. 1 lembar Surat KSP Intidana, perihal Peringatan II ke saksi Tiong Soen. 1 lembar Surat KSP Intidana, perihal Peringatan III ditujukan ke saksi Tiong Soen dan 1 lembar Surat KSP Intidana, perihal Pemberitahuan Pengalihan Piutang Pinjaman. Padahal Pengurus Koperasi Intidana an. Hartono Kurniawan selaku Sekretaris I, Zulaicha,SH,M.Kn Notaris di Semarang, mengeluarkan Surat Keputusan Pengurus, 10 Maret 2016 tentang Pemutusan Hubungan Kerja Dengan Kualifikasi Pengunduran Diri terhadap Terdakwa, selain itu Kantor KSP Intidana Cabang Sidoarjo, Jalan Diponegoro No. 83A, Lemah Putro Sidoarjo sudah tidak beroperasi, sehingga surat-surat yang dibuat dan di tandatangani terdakwa mengatas namakan Regional Wilayah Jawa Timur KSP Intidana tidak memiliki legalitas yang sah.

Dengan surat- surat tersebut, maka Terdakwa dapat melaksanakan pengalihan piutang (cessie) atas objek jaminan pinjaman KSP Intidana dari anggota koperasi an. saksi Tiong Soen, Sertifikat Hak Milik No. 796 lokasi Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo Surabaya an. Margono, tanpa menghadirkan saksi Tiong Soen, dilakukan sendiri tanpa pelaksana cessie kepada saksi Dwi Kustantoro Pengalihan piutang, Terdakwa menerima pembayaran Rp. 90.000.000,- dari saksi Dwi Kustantoro, cara transfer ke rek. BCA norek BCW an. Rizki Fahriza. Atas perbuatan Terdakwa, KSP Intidana mengalami kerugian Rp. 146.950.819,-,merupakan nilai pokok pinjaman anggota KSP Intidana an. saksi Tiong Soen. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper