suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

EMBAT UANG GAJI 50 KARYAWAN RRI SURABAYA Rp 361 JUTA, TERDAKWA ASTERIA EKA YOLANDA DITUNTUT 30 BULAN BUI

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Asteria Eka Yolanda (berkerudung) menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di ruang Kartika PN. Surabaya dan 4 saksi karyawan PNS RRI, Moh. Rifai, Waluyo, Agus Harianto dan Bangkit, pada sidang sebelumnya
Foto : Terdakwa Asteria Eka Yolanda (berkerudung) menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di ruang Kartika PN. Surabaya dan 4 saksi karyawan PNS RRI, Moh. Rifai, Waluyo, Agus Harianto dan Bangkit, pada sidang sebelumnya
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana perbuatan secara berlanjut sejak tahun 2019 sampai tahun 2021, melakukan pemotongan gaji karyawan PB-PNS RRI ke Bank BRI Cabang Kaliasin Surabaya. Tanggal 1 tiap bulan pihak BRI Cabang Kaliasin mengirim uang gaji PBPNS setelah di potong, sebanyak 50 karyawan, hingga merugikan para karyawan sebesar Rp 361 juta, dengan terdakwa Asteria Eka Yolanda, SE Binti Radiono, di ruang Kartika 2 PN. Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim Widiarso, secara online, Rabu (25/10/2023). Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan, dari Kejari Surabaya, Menyatakan terdakwa Asteria Eka Yolanda, SE Binti Radiono, terbukti bersalah melakukan tindak pidana, Penggelapan dalam Jabatan, "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP." Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Asteria Eka Yolanda dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, di kurangi selama terdakwa dalam tahanan, menyatakan terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Terhadap tuntutan JPU, terdakwa Asteria Eka Yolanda memohon keringanan hukuman, "Saya memohon keringanan hukuman Yang mulia, anak saya masih kecil-kecil yang mulia," katanya. "umur berapa anakmu," tanya hakim. " yang kecil usia 5 tahun, yang besar usia 10 tahun yang mulia," ucapnya. Pada sidang sebelumnya, JPU Suparlan menghadirkan 4 orang saksi karyawan PB-PNS RRI dan PNS RRI, yakni, Moh.Rifai, Waluyo, Agus Harianto dan Bangkit di persidangan, yang pada intinya, terdakwa bekerja di bagian keuangan, ada selisih keuangan dari 50 karyawan dari Taspen yang dipotong oleh terdakwa, tidak disetorkan, digunakan untuk keperluan pribadinya, saat menyurati BRI, bahwa ada potongan per orang 10 persen dari gaji karyawan tiap bulannya, sekitar 300 ribu potongan itu setiap bulannya. Setelah di potong dikirim oleh terdakwa Asteria melalui rekening RRI Surabaya.10% untuk Taspen, sekitar 300 ribu/ bulannya, direkap dulu sama asteria lalu disetor ke BRI. Awalnya terlihat banyak potongan, seperti Koperasi, yang dari Bank sudah selesai semua. Koperasi belum disetorkan semuanya, dari situ baru ketahuan yang uang tabungan Taspen.

Agus harianto selaku staf keuangan PBPNS, mengatakan, bulan Juni 2021, untuk penyetoran ke Taspen sebelum penyetoran saya tanyakan dulu bukti bulan sebelumnya sebagai bukti, tapi dia tidak bisa memberi tahu bukti tersebut, saya konfirmasi ke Taspen 2018 - 2022 ada 33 bulan yang tidak disetorkan," terangnya. Diketahui, terdakwa Asteria Eka Yolanda, SE bekerja sebagai pegawai bukan Pegawai Negeri Sipil (PBPNS) pada kantor Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia ( LPPRRI) Jalan Pemuda 82-90 Surabaya, sejak tanggal 24 Desember 2014. Tugas dan tanggung jawab, membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan, laporan pajak tiap bulan, berikut menyetorkannya. Membuat Surat Rekomendasi peminjaman uang karyawan ke Bank. Melakukan pemotongan gaji karyawan PNS dan PB-PNS, terdakwa mendapatkan gaji Rp. 4.200.000,-

Terdakwa sebagai staf keuangan setiap bulanya, tanggal 25 (sebelum tanggal 1 penerimaan gaji) terdakwa membuat draft daftar gaji karyawan PB-PNS RRI Surabaya selanjutnya draft gaji tersebut di rekonsiliasi melalui sistem Aplikasi KPPN (kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) Surabaya II, kemudian daftar gaji karyawan PB-PNS di proses oleh KPPN Surabaya II untuk di setujui dan selanjutnya uang gaji karyawan PB-PNS RRI tersebut di kirim ke BRI Cabang kaliasin Surabaya. KPPN Surabaya II mengirim SP2D (Surat perintah Pencairan Dana) melalui aplikasi ke Bagian Keuangan LPP-RRI Surabaya. Terdakwa menyerahkan nama nama daftar potongan gaji karyawan PB-PNS RRI ke Bank BRI Cabang Kaliasin Surabaya, sehingga tanggal 1 setiap bulannya pihak BRI Cabang Kaliasin Surabaya mengirimkan uang gaji karyawan PBPNS setelah di potong gajinya secara transfer ke no. rek. masing masing karyawan PBPNS LPP-RRI Surabaya. Pemotongan gaji 10 % oleh BRI Cabang Kaliasin Surabaya di transfer ke rekening BRI terdakwa an. Asteria Eka Yolanda, SE, secara tunai potongan gaji 50 karyawan PBPNS RRI Surabaya, ke Pos pos pemotongan, ke Koperasi, Dharma wanita, Korpri, Uang simpanan tata usaha, Uang duka dan Premi Taspen Life.

Setelah uang pemotongan gaji dari 50 karyawan PBPNS RRI Surabaya dikirim ke Norek BRI terdakwa, dalam penguasaannya terdakwa mengambil secara tunai uang tersebut dan kemudian seharusnya setiap tanggal 10- tanggal 20 terdakwa menyetorkan uang Premi taspen Life RRI milik karyawan PB PNS RRI Surabaya ke PT Asuransi Jiwa Taspen melalui BRIVA an. RRI Surabaya namun tidak menyetorkan seluruhnya, sebanyak 38 Bulan dan terdakwa pergunakan untuk kepentingan terdakwa sendiri. Sehingga mengakibatkan Deni Eka Prasetyo, SE dan kawan-kawan, total kesuluruhan menyetorkan sebanyak 15 bulan saja sedangkan sisanya sebanyak 23 bulan tidak disetorkan oleh terdakwa ke PT Asuransi Taspen Life Surabaya, dengan jumlah keseluruhan sebanyak Rp 361.656.203,- (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper