suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

BELI POTASSIUM CHLORATE UNTUK BAHAN PELEDAK, DIKIRIM KE SULAWESI, TERDAKWA ABDUL HAMID DAN LUKMAN ARIFIN HANYA DIHUKUM 10 BULAN BUI

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Abdul Hamid (36) dan Lukman Arifin (33), di dampingi PH Victor Sinaga, agenda putusan hakim, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online, Selasa (07/11/2023)
Foto : Terdakwa Abdul Hamid (36) dan Lukman Arifin (33), di dampingi PH Victor Sinaga, agenda putusan hakim, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online, Selasa (07/11/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana sebagai pemasok bahan peledak ke wilayah Sulawesi, jenis Potassium Chlorate, sebanyak 3 zak (per zak Rp1,7 juta) yang di gunakan untuk bom ikan, potassium di beli dari CV.Pratama Agro, budidaya buah kelengkeng, milik Slamet Yulianto, melalui aplikasi Shopee, dibayar cara COD, dengan para terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), warga Desa Kemoning, Tragah Bangkalan, bersama dengan Lukman Arifin (33), warga Wonosari Wetan Baru 9/29, Surabaya, di ruang Garuda 1 PN. Surabaya, secara online, Selasa (07/11/2023).

Dalam agenda putusan yang dibacakan oleh ketua majelis hakim I Ketut Suarta, mengadili, menyatakan, mereka terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33), terbukti bersalah melakukan tindak pidana, 

"Bersama-sama tanpa hak, menerima, menyerahkan atau menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya sesuatu bahan peledak" "Sebagaimana diatur dan diancam melanggar Pasal 1 ayat (1) 1 UU Drt No. 12 tahun 1951 tentang sajam, sempi dan bahan bahan peledak jo pasl 55 ayat (1) ke-1 KUHP." dakwaan alternatif kesatu Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33), dengan pidana penjara masing-masing selama 10 Bulan, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara, menetapkan para terdakwa tetap ditahan. Denda masing-masing Rp 2.000.000,- Subsidair 1 bulan penjara. Menyatakan barang bukti, 2 Karung Potassium Chlorate @25 Kg, 1 Hp vivo,1 HP Vivo, Dirampas untuk dimusnahkan. 1 motor Honda Supra X No.Pol L5457 YN, Dikembalikan ke M. Mahfud.

1 Kendaraan Roda 4 Ford Ranger Nopol L 8442 LN dan STNK asli, 41 karung @25 Kg berisi Potasium Clorate, 1 bundel buku Akta Perseroan Komanditer CV. PRATAMA AGRO, 2 lembar Perizinan Berusaha nama pelaku usaha Slamet Yulianto, 2 lembar Perizinan Berusaha nama pelaku usaha CV PRATAMA AGRO, 1 lembar Surat Keterangan Terdaftar Nomor:AHU-0074395-AH.01.14 Tahun 2021, 1 Surat Keterangan terdaftar Nomor:S-10045KT/WPJ.24/KP.1103/2021.

Di kembalikan ke Slamet Yulianto. Putusan hakim lebih ringan dari Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rachmad Hari Basuki dan Ni Putu Parwati, dari Kejati Jatim, dengan pidana penjara selama 1 tahun, dan denda Rp2 juta, Subsider 1 bulan penjara.

Terhadap putusan hakim, terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33), yang di dampingi Penasehat Hukumnya, Victor Sinaga, menyatakan menerima, " kami menerima putusan yang mulia," katanya.

Diketahui, hari Senin 11 Juli 2023, petugas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mendapat informasi pemasok bahan peledak diwilayah Sulawesi yang digunakan untuk bom ikan, pengiriman dari Jawa Timur.

Dilakukan pendalaman pemasok Potassium chlorate, Rabu, 14 Juni 2023, Jam 20.00 wib, melakukan pemeriksaan sebuah rumah di Karang Tembok 95, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya, menjadi tempat penyimpanan bahan peledak yang dikirim ke Sulawesi.

Petugas menemukan 2 karung masing-masing 25 Kg Potassium Chlorate milik terdakwa Abdul Hamid disimpan di lantai 2, rumah milik Moch, Anam Firdaus ( teman terdakwa) jalan Karang Tembok 95.

Potassium Chlorate yang dijual belikan Terdakwa Hamid ke Sulaiman di Sulawesi, dijadikan bahan peledak ikan.Barang didapatkan melalui terdakwa Lukman Hakim, dan Lukman membeli dari CV. Pratama Agro, milik Slamet Yulianto, melalui aplikasi shopee, dilakukan cara COD.

Abdul Hamid menyerahkan uang ke Lukman Rp1,5 juta untuk membeli Potassium Chlorate, melakukan kesepakatan harga ke Distributor Rp1.250.000/karung. Sudah tiga kali pembelian.

Sebelumnya Abdul Hamid telah mengirim satu karung ke Sulaiman di Sulawesi, harga Rp1,7 juta/ karung. Pembayaran transfer ke rekening BRI LINK an.Intan Fitria ( jasa pengiriman dan penerimaan uang) Rp7,9 juta, pembelian 3 Zak ( 25 kg/zak) potassium chlorite, saat pengiriman 2 zak belum sempat keburu ditangkap polisi.

Posstasium chlorate masuk katagori bahan peledak jenis oksidator, jika bercampur salah satu bahan reduktor seperti gula,arang,aluminium powder dan belerang sifatnya berubah menjadi bahan peledak, terpicu jika diberi aksi panas, benturan, gesekan, tekanan dan percikan api akan menghasilkan ledakan dasyat.

Bahan peledak rendah sifatnya meledak mengakibatkan ikan dalam laut mati dan kerusakan ekosistem laut karena efek ledakan bersifat merusak.

Barang bukti yang diamankan saat penangkapan terhadap terdakwa, 2 karung Posstasium cholarate (KCLO3) seberat 50 kg, 1 unit motor Honda Supra X No.Pol L5457 YN, 1 HP merk VIVO warna merah milik terdakwa Abdul Hamid

1 Unit Kendaraan Roda 4 merk Ford Ranger No.Pol L8442 LN, 41 karung @25 Kg berisi Posstasium Cholarate, 1 bundel Akta Perseroan Kamanditer CV PRATAMA AGRO nama pelaku usaha Slamet Yulianto, 1 HP merk VIVO warna Hitam, milik terdakwa Lukman Arifin.

Sesuai dengan BAP Laboratoris Krisminalistik Barang Bukti Bahan Peledak Berupa Bongkahan Warna Putih. Kesimpulan, Barang Bukti di dapatkan adanya kandungan Kalium Klorat (KCIO3), senyawa Kalium Klorat (KCLO3) merupakan precursor bahan baku proses pembuatan bahan peledak jenis low explosive. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper