suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Merasa di Dzolimi, Aliansi Masyarakat Panjunan Bersatu Geruduk Kantor Kecamatan Duduk Sampean

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suarapublik.com) - Merasa di dzolimi dan menginginkan rasa keadilan, ratusan warga Desa Panjunan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Panjunan Bersatu (AMPB) menggeruduk kantor Kecamatan Duduksampeyan. Pasalnya, mereka menuntut agar salah satu warganya yang bernama Suwanto menjadi PJ Kepala Desa Panjunan. 

Menurut mereka, hal ini sosok Suwanto dianggap mempunyai kompetensi dan dedikasi tinggi untuk menjadi PJ Kepala Desa Panjunan. Sehingga bisa membawa Desa Panjunan menjadi lebih baik. 

Dari pantauan media ini menerangkan, salah satu warga melakukan orasi. Mereka begitu semangat meneriakkan agar tuntutannya di kabulkan. Sambil membawa poster bertuliskan “Warga Desa Panjunan Menginginkan Suwanto menjadi Pj Kepala Desa Panjunan". 

Diketahui, ratusan warga Desa Panjunan melakukan aksi di depan kantor Kecamatan Duduk sampeyan bukan tanpa alasan. Sebab, beberapa pekan yang lalu, tepatnya pada hari Minggu, (22/10/2023), Desa Panjunan menggelar Musdes (Musyawarah Desa) untuk menentukan calon Pj Kepala Desa Panjunan yang baru. 

Dalam Musdes tersebut, hasilnya sudah ditetapkan bahwa hanya ada calon tunggal yang di pilih. Dari hasil musyawarah tersebut sudah di sepakati serta di tandatangani oleh peserta yang hadir. Namun hasil Musdes tersebut diduga ditolak oleh Camat Duduksampeyan tanpa alasan yang jelas. 

Saat itu yang hadir dalam acara Musdes tersebut, yakni, Kepala Desa Panjunan, Nursila, Anggota BPD sebanyak 5 Orang, Pengurus LPMD sebanyak 1 Orang, Ketua RT/RW sebanyak 6 Orang dan tokoh masyarakat sebanyak 7 Orang.

“Awalnya hanya satu calon sesuai hasil Musdes pada tanggal 22 Oktober yaitu pak Suwanto. Lah kok tiba- tiba muncul calon lagi bernama Abidin,” kata salah satu pendemo kepada awak media, Rabu, (15/11/2023).

Di depan kecamatan Duduksampeyan, ratusan warga Desa Panjunan menyampaikan orasi menolak Abidin sebagai Pj Kades Panjunan. Sebab, warga sudah mempunyai pilihan putra daerah Panjunan untuk di jadikan Pj Kadesnya, Suwanto. 

Hal ini menurut pilihan warga, lantaran Suwanto dianggap mampu mengayomi dan membawa perubahan lebih baik Desa Panjunan kedepannya.

Aksi mereka juga sempat menutup Jalan Nasional selama sekitar 5 menit. Aksi protes tersebut karena karena warga merasa di dzolimi oleh pemangku wilayah Camat Duduksampeyan, Dedy.    

Tak henti-hentinya, warga serentak meneriakkan agar calon Pj Kades Panjunan sesuai dengan Musdes dan pilihan warga. Bahkan kalimat yang di sampaikan warga menuding Camat Duduksampeyan menerima uang. "Iki wargamu pak camat, wes oleh duwet piro sampeyan? (ini wargamu pak camat, sudah dapat uang berapa kamu),” teriak mereka dalam orasi.

Setelah beberapa jam melakukan demo, akhirnya pihak kecamatan mau menemui warganya. Mediasi pun dilakukan antara perwakilan pendemo dengan pihak kecamatan. Sayangnya, dalam mediasi tersebut tetap tidak ada keputusan yang tegas dari camat Duduksampeyan. 

Tindakan Camat Duduksampeyan, Dedy dianggap kurang bijak dan membuat warga geram. Hingga warga mengancam akan mengerahkan massa lebih besar lagi dan akan melakukan audensi terbuka di kantor Kabupaten Gresik. Hingga berita ini ditayangkan, Camat Duduksampeyan belum bisa dikonfirmasi. (imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper