suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Komisaris dan Direktur PT BSS Sekongkol Tipu PT Betjik Djojo Surabaya Rp12 Miliar, Terdakwa Rois Paundra dan Hariyadi Dituntut 3 Tahun Bui

avatar suara-publik.com
Foto: 2 terdakwa Komisaris dan Direktur PT. BSS Rois Paundra (47) dan Hariyadi (48), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di ruang Tirta 1 PN Surabaya dan saksi Ali Didi, Manager Keuangan, Debora Sisilia bagian Keuangan dan Erik Windarto, Marketing, kar
Foto: 2 terdakwa Komisaris dan Direktur PT. BSS Rois Paundra (47) dan Hariyadi (48), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di ruang Tirta 1 PN Surabaya dan saksi Ali Didi, Manager Keuangan, Debora Sisilia bagian Keuangan dan Erik Windarto, Marketing, kar
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Komisaris dan Direktur PT. Barokah Sejahtera Sentosa (BSS) Rois Paundra (47) dan Hariyadi (48), melakukan pembelian methanol mengatas namakan PT. BSS, barang telah dikirim ke gudang PT. BSS, namun, pembayaran masih nyantol senilai Rp12 Miliar, kepada PT.Betjik Djojo Surabaya, di ruang Tirta 2 PN. Surabaya, di pimpin oleh A A Gede Agung Pranata.

Dalam agenda Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lujeng Andayani dan Rakhmawati Utami, dari Kejati Jatim, menyatakan terdakwa Rois Paundra dan terdakwa Hariyadi telah terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana “Penipuan secara bersama-sama“ Sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dalam dakwaan Kesatu Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rois Paundra dan Terdakwa Hariyadi, masing-masing dengan pidana penjara selama 3 Tahun, Kamis (30/11).

Menetapkan barang bukti, 1 - 6, dikembalikan kepada PT. Betjik DJojo. Barang bukti 7, 8, 9, 10, 11, 12. Tetap terlampir dalam berkas perkara.

Pada sidang sebelumnya JPU telah menghadirkan saksi Ali Didi Manager Keuangan di PT Betjik Djojo dan Lapan Raya, Debora Sisilia bagian Keuangan dan Erik Windarto bagian Marketing. Semua merupakan karyawan PT Betjik Djojo dan Lapan Raya.

Ali mengatakan, bahwa PT yang bergerak di bidang Distributor Methanol (bahan baku tiner dan cat), Parafinik (bahan baku Oli) kita mendapat order dari Rois melalui telepon. Awal pesannya sedikit-sedikit atas nama perorangan yakni Jenny Olivia (istri terdakwa Rois) dan lancar. Permasalahan timbul saat mendapat laporan bawahan, kalau ada tunggakan dari PT BSS untuk pembelian Methanol total Rp 17 Miliar, setelah diperiksa yang sudah dibayar Rp.5 Miliar.

"Yang belum dibayarkan oleh para terdakwa itu sekitar Rp.12 Miliar hingga saat ini belum terbayarkan," kata Ali.

Saksi Debora menyampaikan, sekitar 40 lembar DO dan 27 lembar DO, belum terbayarkan. Saat itu Rois bilang mau pesan Methanol dan mengaku dari Jakarta, kemudian saya teruskan ke bagian marketing.

Saksi Erik Windarto menjelaskan, awalnya lancar-lancar saja saat masih perorangan, saat di ganti an. PT, mulai ada masalah.

Keterangan para saksi, para terdakwa membenarkannya. "Benar yang mulia," ucap para terdakwa.

Diketahui, terdakwa Rois Paundra berdomisili di Semarang menghubungi PT. Betjik Djojo Surabaya, perusahaan Distributor Methanol (bahan baku tiner dan cat), Parafinik (bahan baku Oli) dan LPG melalui telpon, menyampaikan maksud menjadi customer pembelian methanol.

Selanjutnya terdakwa Rois berkomunikasi dengan saksi Erik Windarto (marketing) via WhatsApp “Akan memesan/membeli bahan kimia methanol, pembayaran tempo 90 hari, barang dikirim ke gudang Jalan Bendogantungan, Nglingi Nggrundul Kecamatan Kebonarum Klaten, Jawa Tengah an.Kimia Sejahtera.

Terdakwa Rois mengirimkan KTP an.Jenny Olivia Rawis (istri terdakwa Rois), Rois menyakinkan Erik jika perusahaannya sudah berjalan bahkan supplayer dari perusahaan lain telah mengirimkan barangnya kepada terdakwa Rois.

Awalnya saksi Erik Windarto memberikan harga tinggi, tidak mengetahui terdakwa Rois, namun terdakwa Rois berusaha menghubungi saksi Erik Windarto dan menyampaikan bahwa terdakwa Rois juga sebagai pelanggan dari perusahaan lain akan tetapi perusahaan tersebut perusahaan kecil. 

Karena sering dihubungi, diberikan berbagai macam alasan akhirnya saksi Erik Windarto mulai tergerak untuk memberikan harga sedikit turun sehingga terdakwa Rois membeli bahan kimia Methanol tersebut dengan jumlah pembelian kecil an.Jenny Olivia Rawis, pada tanggal jatuh tempo pembayaran pembelian Methanol tersebut dilunasi dengan di transfer dari rekening an.Jenny Olivia Rawis ke rekening BCA an. PT. Betjik Djojo.

Beberapa bulan melakukan pembelian jumlah kecil, terdakwa Rois menginformasikan saksi Erik agar dilakukan pengalihan pesanan maupun penagihan, diganti atas nama PT. BSS.

Kemudian pada periode 20 Juli 2021 s/d 15 Januari 2022, terdakwa Rois melakukan pembelian methanol mengatasnamakan PT. BSS sebesar 762.023 liter secara bertahap senilai Rp5.207.991.200,- Barang methanol telah dikirim ke gudang PT. BSS, Klaten, penerima barang seluruhnya adalah terdakwa Hariyadi, sesuai dengan 44 lembar Surat Delivery Order (DO).

Pembelian methanol, PT. Barokah Sejahtera Sentosa hanya melakukan pembayaran sebagian 223.910 liter. senilai Rp1.335.433.000 (21 bukti bayar) sedangkan sisanya 538.113 liter methanol senilai Rp3.872.558.200 tidak dibayar oleh para terdakwa.

Beberapa bulan kemudian pada saat jatuh tempo pembayaran, terdakwa Hariyadi dan terdakwa Rois saling lempar tanggung jawab untuk melakukan pembayaran.

Akibat perbuatan para terdakwa tersebut PT. Betjik Djojo mengalami kerugian Rp3.872.558.200. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper