suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kedua Terdakwa Pengedar Obat Keras Pil Koplo 3000 Butir, Adyitya dan Khaisar Dituntut 4 Tahun Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Adyitya Dwiyana dan Khaisar Fata Hillah, menjalani sidang agenda tuntutan JPU, Dewi Kusumawati, di ruang Tirta 1 PN Surabaya, Selasa, (05/12/2023)
Foto: Terdakwa Adyitya Dwiyana dan Khaisar Fata Hillah, menjalani sidang agenda tuntutan JPU, Dewi Kusumawati, di ruang Tirta 1 PN Surabaya, Selasa, (05/12/2023)
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Mengedarkan tanpa ijin yang berwajib, jenis obat keras jenis pil warna putih berlogo LL sebanyak 3 botol (setiap botol berisikan 1000 butir), membeli dari Agus (DPO) seharga Rp3 juta, untuk dijual kembali, dengan terdakwa Adyitya Dwiyana bin Suyono bersama dengan terdakwa Khaisar Fata Hillah bin Sujoko, di ruang Tirta 1 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Suswanti, Selasa (05/12/2023).

Dalam agenda tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dewi Kusumawati dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan terdakwa Adyitya Dwiyana bin Suyono dan terdakwa Khaisar Fata Hillah bin Sujoko, terbukti bersalah melakukan tindak pidana. 

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki perizinan berusaha." "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 60 angka 10, Tentang Perubahan Pasal 197 UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo. Pasal 106 ayat (1) dan ayat (2) UU 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Adyitya Dwiyana dan Khaisar Fata Hillah dengan pidana penjara selama 4 tahun, dikurangkan selama dalam tahanan. Menetapkan para terdakwa tetap dalam tahanan. Sidang akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan dengan agenda putusan hakim.

Diketahui, hari Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 14.00 wib, terdakwa Adyitya Dwiyana menghubungi Agus (DPO) untuk memesan obat keras jenis pil warna putih berlogo LL sebanyak 3 botol.

Kemudian terdakwa Adyitya dan Khaisar menuju ke Jalan Darmo Harapan Surabaya, menemui Agus (DPO). Terdakwa Adyitya menerima obat keras pil warna putih berlogo LL 3 botol dengan tiap botol berisi 1.000 butir seharga Rp3 Juta, di bayar cara transfer.

Uang untuk membeli hasil patungan kedua terdakwa, setelah mendapat obat tersebut disimpan terdakwa Adyitya. Jika ada yang membeli atau memesan baru diambilkan, dengan cara diantarkan ke pembeli. Kedua terdakwa menjual obat keras tiap box seharga 200 ribu dengan mendapatkan keuntungan hasil menjual obat keras Rp1.000.000. 

 

Hari Rabu,16 Agustus 2023, Jam 15.00 wib, saat kedua terdakwa sedang berada dipinggir Jalan Raya Darmo Harapan IX, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, datang saksi Darul syah dan Arfian Pakarti anggota Polres Tanjung Perak. 

Kemudian kedua polisi tersebut melakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan barang bukti, 1 tas warna ungu di dalamnya terdapat 3 botol plastik warna putih, di dalamnya terdapat 1 plastik berisi masing-masing 1.000 butir obat keras jenis tablet warna putih berlogo LL, 1 handphone merk Redmi Note 9 warna biru,. Barang bukti semuanya dalam penguasaan terdakwa Adyitya dan 1 (satu) unit handphone merk IPHONE 7 warna hitam milik terdakwa Khaisar. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper