suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Pencurian Uang Rp12 Juta dan 34 Hp di Pegadaian Elektronik Surabaya, Terdakwa Setia Irawan Dituntut 30 Bulan Penjara, Egi dan Juned Buron

avatar suara-publik.com
Terdakwa Setia Irawan, menjalani sidang perkara pencurian dengan agenda tuntutan JPU, melalui video call.di ruang Kartika 2 PN.Surabaya.Rabu (20/12/2023)
Terdakwa Setia Irawan, menjalani sidang perkara pencurian dengan agenda tuntutan JPU, melalui video call.di ruang Kartika 2 PN.Surabaya.Rabu (20/12/2023)
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Terdakwa Setia Irawan, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, setelah turut serta dalam aksi pencurian di Pegadaian Elektronik Jalan Pogot 135 Surabaya. Terdakwa menjalani sidang diruang Kartika 2 PN Surabaya, di dakwa melakukan pencurian sebanyak 34 unit Hp dan uang sebesar Rp12.925.000.

Dalam agenda Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Astrid Ayu P, terdakwa Setia Irawan bin Sakim dinyatakan bersalah telah melakukan perbuatan pidana "pencurian dengan pemberatan" "Sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 363 Ayat (2) KUHPidana."

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Setia Irawan dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dikurangi masa penangkapan dan penahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan, di Ruang Kartika 2, Rabu, (20/12/2023).

Menyatakan barang bukti, 1 buah handphone OPPO A17 warna biru, 1 buah handphone OPPO A-17 warna hitam, 1 buah handphone OPPO Reno 8 dan 1 buah handphone Realme 10. Dikembalikan kepada Saksi Liem Sien Hwat.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda putusan hakim 3 Januari 2024. Sidang sebelumnya, JPU, Astrid Ayu menghadirkan 2 orang saksi, Liem Sien Hwat dan M Sukron. Liem menerangkan, telah kehilangan 34 unit Hp dan uang Rp12.935.000 di gudang lantai 2. 

"Uang di safety box hilang dan barang di gudang diambil terdakwa. Kejadiannya dinihari yang mulia," kata Liem kepada Ketua Hakim Widiarso. 

Saat ditanya Ketua Majelis Hakim apakah ada yang jaga, saksi Lien menjawab ada. "Ada yang mulia, Sukron yang jaga dan ada CCTV di lantai dua. Kunci hanya di lantai satu sedangkan di lantai dua gudang tidak dikunci karena ada CCTV," kata saksi Liem. 

Saksi Liem menjelaskan bahwa dalam CCTV tidak terlihat ada pelaku yang mencuri, dikarenakan CCTV ditutup dengan kain oleh pelaku. "Tidak kelihatan yang ambil yang mulia, CCTV ditutup kain," bebernya. 

Saksi lain M Sukron tidak mengetahui siapa yang mengambil barang di gudang dan uang di safety box. Ia mengaku saat itu tertidur di lantai 2. "Tidak ada kerusakan di pintu yang mulia. Saya baru tau pagi 34 Hp dan uang di safety box hilang," kata Sukron. Mendengar keterangan saksi, Terdakwa Setia membenarkannya, " Benar yang mulia," katanya.

Terdakwa Setia mengungkapkan bahwa dirinya tidak masuk kedalam, ia dan Juned (DPO) hanya mengawasi di sekitar lokasi kejadian. "Yang masuk Egi (DPO) saya hanya bertugas mengawasi lingkungan sekitar. Saya khilaf,"ujarnya.

Diketahui, pada Kamis 22 Juni 2023 pukul 23.00 wib, terdakwa Setia Irawan bersama Juned, Saat itu Egi (DPO) datang dan mengajak keduanya "Ayo melok mbobol aku" dan Jam 23.30 wib, mereka pergi ke Pegadaian Elektronik Jalan Pogot no 135. 

Usai masuk, Egi (DPO) berhasil keluar dengan membawa 3 tas kantong berisi 34 Hp dan uang sejumlah Rp 12.925.000 yang disimpan dalam safety box. Juned (DPO) membantu mengambil 3 kantong tersebut dari lantai 1 dan karena panik, ada sekitar 3 sampai 5 handphone yang jatuh dan ditinggalkan di tempat kejadian perkara yang kemudian terdakwa bersama Egi (DPO) dan Juned (DPO) bergegas menuju ke kos Juned yang berada di daerah Tambak Mayor. 

Kemudian terdakwa mendapatkan 3 handphone yaitu OPPO Reno 8, Realme dan Samsung terdakwa gadaikan di daerah Banyuurip dan uang hasil gadai tersebut terdakwa gunakan untuk keperluan sehari-hari. Sementara sisa handphone yang lainnya dan uang Rp12.925.000 dibawa Egi (DPO). 

Bahwa kemudian terdakwa diamankan oleh anggota Polsek Kenjeran, di kosnya daerah Banyu Urip. Akibat perbuatan terdakwa, saksi Liem Sien Hwat mengalami kerugian Rp81.125.000. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper