suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sepasang Pasutri Warga Tambak Asri Edarkan Sabu, Terdakwa Dhani dan Antika Diadili, Jaksa Hadirkan Saksi Polisi

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Dhani Aleriowi Yansah bersama istrinya Antika Rin Latara kkiri), menjalani sidang agenda dakwaan dan keterangan saksi, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara vidio call dan Saksi anggota Polres KP3, Leynisstyawan Octavi di persidangan
Foto: Terdakwa Dhani Aleriowi Yansah bersama istrinya Antika Rin Latara kkiri), menjalani sidang agenda dakwaan dan keterangan saksi, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara vidio call dan Saksi anggota Polres KP3, Leynisstyawan Octavi di persidangan
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, membeli dengan kode 1 galon setengah dengan harga Rp1,2 juta, pembayaran cara transfer kepada Oyen buronan, diletakkan dengan cara ranjau di Suramadu sisi Madura, yang akan di jual kembali ke budak sabu yang membutuhkan, dengan Pasutri sebagai Terdakwa yakni, Dhani Aleriowi Yansah bin Yayan Mulyadi (20), bersama istrinya Antika Rin Latara Binti Ismail Latara (21), di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara vidio call.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dewi Kusumawati dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan Terdakwa Dhani Aleriowi Yansah bersama dengan Antika Rin Latara melakukan tindak pidana. Permufakatan jahat melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika, tanpa hak melawan hukum, menawarkan untuk di jual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan Narkotika Golongan I. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika." Atau, "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika".

Selanjutnya JPU menghadirkan saksi penangkap anggota Polres KP3, Leynisstyawan Octavi mengatakan, "Sebelumnya kita mendapatkan informasi adanya peredaran Narkotika, hingga kita tangkap di kamar kosnya Tambak Asri Dalam Genting Kalianak, ditemukan dos HP terdapat 2 poket sabu 2,02 gram dan 1,81 gram, alat hisap sabu, pipet isi bekas sabu, timbangan elektrik, tedakwa mengaku membeli sabu dari Oyen DPO, membeli sudah tiga kali, sabu dari Rabesan Madura, kalau sudah laku semua mendapat upah 500 ribu," terang saksi, Kamis, (21/12).

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Dhani membenarkan, "Benar yang mulia, sabu itu saya jual lagi," katanya.

Diketahui, pada Senin, 02 Oktober 2023, Jam 12:00 Wib, Terdakwa Dhani Aleriowi Yansah menghubungi Oyen (DPO) untuk memesan menggunakan Hp, terjadi percakapan “Cak njupuk 1 galon setengah, sampean deleh nang nggon biasane, dun dunan Suramadu sisi Madura engko tak tf” lalu Oyen (DPO) menjawab "iyut"

Selanjutnya Terdakwa Dhani mentransfer uang pembelian Rp1,2 juta, bukti transfer dikirim ke Oyen (DPO). Terdakwa Dhani menuju jembatan suramadu, akan tetapi sebelum sampai terdakwa menanyakan letak sabu ke Oyen, sabu pesanan di ranjau di Suramadu sisi Madura.

Setelah berhasil mendapatkan sabu, terdakwa membawa pulang ke kos nya di Jalan Genting Tambak Dalam Blok F No. 17 Kelurahan Genting, Surabaya. Terdakwa Dhani mencubit sebagian menggunakan sekrop dari sedotan plastik, digunakan bersama-sama dengan Terdakwa Antika Rin Latara.

Tujuan Terdakwa Dhani membeli sabu tersebut untuk dijual kembali, untuk mendapatkan keuntungan memenuhi kehidupan sehari-hari.

Terdakwa Dhani menjual sabu dibantu istrinya Terdakwa Antika Rin Latara. Jika berhasil menjual sabu mendapatkan keuntungan Rp500 ribu. Sabu terakhir terjual kepada Wati (DPO) 1 poket harga 300 ribu, di pinggir pom bensin Kalianak Surabaya.

Hari Rabu, 04 Oktober 2023, pukul 13:00 Wib, di kamar kos, saat Terdakwa Dhani dan Antika keluar membeli makan, datang saksi Arfian Pakarti dan Saksi Leynisstyawan Octavi, anggota Polres Pelabulahan Tanjung Perak. 

Dilakukan penggeledahan di temukan barang bukti, 1 dos book Hp Oppo A31 berisi 1 poket sabu berat 2,02 gram beserta klip plastiknya, 

1 poket sabu berat 0,81 gram beserta klip plastiknya, 1 pipet kaca terdapat sabu berat 1,68 gram serta pipet kacanya, 1 tutup botol sudah di rangkai untuk alat hisap sabu/bong, 1 bendel klip plastik kecil, 1sekrop terbuat dari sedotan plastik, 1 timbangan elektrik, uang tunai Rp300.000, 1 handphone merk Oppo type A16 hitam dan 1 handphone merk Samsung type A04e hitam. Barang- barang tersebut ditemukan dalam kamar kost Jalan Genting Tambak Dalam Blok F No.17 Kelurahan Genting, Surabaya. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper