suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengedar Sabu Asal Surabaya Tertunduk Lesu, Windi Andika Divonis 5,5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa Windi Andika ( kiri bawah), menjalani sidang agenda putusan hakim, di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Windi Andika ( kiri bawah), menjalani sidang agenda putusan hakim, di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu sebanyak 3 gram, dibeli seharga 2 juta, Dibagi menjadi 39 poket kecil, dijual kepada budak sabu yang membutuhkan, dengan keuntungan 1,5 juta, dengan Terdakwa Windi Andika bin Darmidi, di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call.

Terdakwa Windi Andika tertunduk lesu setelah mendengar putusan vonis dari Ketua Hakim, Silfi Yanti Zulfia.

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Silfi Yanti Zulfia, mengadili, menyatakan,Terdakwa Windi Andika terbukti bersalah melakukan tindak pidana, tanpa hak dan melawan hukum menjual Narkotika Golongan I.
"Sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika." Dakwaan Pertama Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan dan pidana denda Rp1Miliar, Subsider 3 bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti, 13 bungkus plastik klip sabu dengan berat masing-masing: (0,22, 0,25, 0,23, 0,23, 0,23, 0,23, 0,23, 0,74, 0,23, 0,22, 0,22, 0,20, 0,23) gram beserta bungkusnya, 1 celana pendek jeans, 1 sepeda motor Suzuki Satria warna hitam, 1 buah timbangan elektrik, 1 pak plastik klip kosong, 1 bungkus bekas rokok Gudang Garam, 1 bungkus bekas rokok Gajah Baru, 1 kotak kecil warna coklat, 1 tas kecil warna hitam dan 1 handphone merk Vivo. Dirampas untuk dimusnahkan. Uang tunai Rp 400 ribu, 1 unit sepeda motor Suzuki Satria warna hitam. Dirampas untuk negara.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robiatul Adawiyah dari Kejari Tanjung Perak, yang menuntut dengan pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan dan pidana denda Rp.1 Miliar, Subsider 6 bulan penjara.

Diketahui, pada Selasa, 31 Oktober 2023, Jam 11.00 Wib, Terdakwa Windi Andika dihubungi Arif (DPO) ditawari membeli sabu. Terdakwa memesan sabu 3 gram seharga Rp1 Juta/gramnya, dengan total Rp3 juta. Mereka sepakat bertemu di perempatan lampu merah Tanah Merah Bangakalan Madura. Sampai di lokasi tersebut, Jam 12:00 Wib, terdakwa menyerahkan uang Rp3 juta kepada Arif (DPO). Selanjutnya terdakwa pulang kerumahnya Jalan Cumpat 5 /1, Kedung Cowek Surabaya.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Terdakwa membagi sabu tersebut menjadi 39 poket untuk dijual kembali dengan harga Rp150 ribu-Rp200 ribu, dengan keuntungan Rp1 juta - 1,5 juta dari 39 poket. Telah terjual sebanyak 26 poket sabu, tersisa 13 poket sabu.

Selanjutnya, Rabu, 01 November 2023, Jam 21:30 Wib, di Jalan Cumpat Kulon Surabaya, saat terdakwa sedang duduk diatas sepeda motor menunggu pembeli, terdakwa ditangkap Saksi Edo Ranto Perkasa dan Riza Fahlefi, anggota Polrestabes Surabaya. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper