suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Payudara Istrinya Tersenggol, Suami CS Keroyok Korban Hingga Tewas, Swaris Ramadhan Dituntut 4,5 Tahun Penjara, 2 DPO

Foto: Terdakwa Moh. Swaris Ramahdan (kiri atas), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Moh. Swaris Ramahdan (kiri atas), menjalani sidang agenda tuntutan JPU, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana lakukan pengeroyokan dengan menganiaya korbannya saat posisi jatuh, di depan pasar UKA Sememi, dengan cara memukul kepala, menendang perut, dada, dan punggung, hingga korban meninggal dunia, dengan para Terdakwa Moh. Swaris Ramahdan bin Selamet, bersama dengan Syaiful Rohman (DPO) dan Ismawan Dewantoro alias Wawan (DPO), di Ruang Garuda 2 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Suparno secara vidio call.

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yustus One Simus Parlindungan dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, Moh. Swaris Ramahdan terbukti bersalah melakukan tindak pidana, Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan , Penganiayaan yang mengakibatkan mati. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kedua Penuntut Umum melanggar Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP" Dakwaan kedua Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Swaris Ramadhan dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan, Kamis, (11/01/2024).

Menyatakan barang bukti, 1 buah kaos berwarna biru tulisan MIA SAN MIA dan 1 buah celana pendek berwarna hitam. Dikembalikan kepada yang berhak melalui Saksi Triwijana.

Diketahui, pada hari Kamis, 17 Agustus 2023, Jam 09.00 Wib, Saksi Elma Savira Istri Terdakwa Swaris mengalami pelecehan disenggol payudaranya dengan menggunakan sikut oleh Korban Ervin Sukma Pringgodani (alm).

Terdakwa tidak terima perbuatan tersebut, lalu pergi ke pasar UKA untuk mencari korban Ervin Sukma Pringgodani (alm) namun tidak ketemu, lalu menemui pengurus pasar menanyakan keberadaan Korban Ervin Sukma, tidak ada yang tahu, hingga terdakwa pergi ke lapak ibunya.

Dari kejauhan terdakwa melihat Ismawan Dewantoro alias Wawan, sedang berkelahi dengan Korban Ervin Sukma, di dalam Pasar.
Terdakwa menghampiri dan menegur Korban Ervin Sukma Pringgondani (alm) dan berkata
“Koen apakno bojoku” (kamu apakan istriku), Korban Ervin justru kelihatan menantang Terdakwa dan Adiknya Ismawan Dewantoro.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Korban Ervin memukul Ismawan mengenai pipi kiri, membuat terdakwa emosi spontan menendang mengenai betis kiri Korban Ervin. Korban Ervin melarikan diri ke depan pasar, dikejar oleh Terdakwa Ismawan. Sampai di depan pasar bersamaan Syaiful Rohman di lapak jualan, karena mendengar keributan juga ikut mengejar Korban Ervin.

Karena terus dikejar, Korban Ervin terjatuh tepat di pinggir jalan depan Pasar UKA. Terdakwa bersama Ismawan dan Syaiful Rohman
melakukan pemukulan ke korban menggunakan tangan kosong, menendang secara bersama- sama, kearah bagian dada, punggung, kaki Korban Ervin. Terdakwa mengaku memukul sebanyak 10 kali, menendang 2 kali, bagian perut, dada dan punggung.

Ismawan Dewantoro memukul tangan kosong mengenai kepala , dada, perut Korban berusaha melindungi wajah dengan tangan, hingga berhenti saat dilerai beberapa orang yang berada di Pasar UKA.

Selanjutnya, setelah dilerai pedagang yang menyaksikan keributan, Korban Ervin Sukma Pringgodani (alm), pulang kerumah mengendarai sepeda motor. Sesampai dirumah Saksi Triwijana Kakak Kandung Korban melihat luka luar berupa lecet pada tubuh bagian siku korban

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Saat korban sempat ke kamar mandi, Daksi Triwijana mendengar suara jatuh, setelah dipastikan ternyata Korban Ervin dalam kondisi terlentang di lantai dengan nafas tersengal, dibantu beberapa warga mengangkat Korban keruang tamu.

Selanjutnya, Jam 11:00 Wib, Saksi Heru Sukoco megecek kondisi Korban, memastikan denyut nadi, denyut jantung dan pernafasan hidung, diketahui Korban Ervin Sukma Pringgodani telah meninggal dunia.

Berdasarkan Visum Et Repertum Rumah Sakit Umum Daerah Haji Surabaya, Kesimpulan, telah dilakukan ekshumasi jenazah an. Ervin Sukma Pringgodani, 24September 2023, Jam 9:40 Wib,
di makam islam kendung Surabaya.

Jenazah terbungkus kain kafan, posisi miring ke kanan, dilakukan pemeriksaan luar dan dalam (autopsi) ditemukan luka memar pada dada, perut, dan punggung akibat kekerasan tumpul. Sebab kematian, akibat kekerasan tumpul pada perut sehingga terjadi peradangan kelenjar liur perut (Pancreatitis traumatic) dan mati lemas. (sam)

Editor : suarapublik

Puasa Disbudpar