suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gegara Tak Diberi Kaos Bonek, Aniaya Korban sampai Memar dan Berdarah, Kakak-Beradik Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa kakak-beradik, Stanley Stevanus Marco dan Yuhan Ferdinan Andromeda (kiri), Saksi Abituh Prayogi (korban) dan Saksi Samsul Gunadi sidang dengan agenda dakwaan, saksi, dan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa kakak-beradik, Stanley Stevanus Marco dan Yuhan Ferdinan Andromeda (kiri), Saksi Abituh Prayogi (korban) dan Saksi Samsul Gunadi sidang dengan agenda dakwaan, saksi, dan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penganiayaan secara bersama-sama, dengan cara memukul berkali-kali ke arah wajah, sehingga korbannya mengalami memar dan bengkak pada pipi, bibir, mulut dan mata, hingga perkara ini disidangkan dengan 2 terdakwa kakak-beradik, Stanley Stevanus Marco bin Edi Catur Kurniawan bersama dengan Yuhan Ferdinan Andromeda bin Edi Catur Kurniawan, di Ruang Kartika 1 PN Surabaya, secara vidio call, Kamis, (18/01/2024).

Baca Juga: Kulakan Sabu 3 Poket untuk Dijual lagi dan Dipakai Sendiri, Erik Ardianto Jadi Pesakitan

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Adhi Nugroho dari Kejaksaan Tanjung Perak, menyatakan Terdakwa Stanley Stevanus Marco bersama Yuhan Ferdinan Andromed melakukan tindak pidana. "Mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, terang terangan, dengan tenaga Bersama mengunakan kekerasan terhadap orang atau barang,” "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana." Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana."

Selanjutnya, JPU menghadirkan para saksi yakni Saksi Korban Abitu Prayogi (22), dan Saksi Samsul Gunadi (19), di persidangan.

Saksi Korban Abitu Prayogi mengatakan, Kejadiannya di Jalan Tengger Rejo Mulyo, gang pipa, Kandangan Surabaya, hari Jum'at, 22 September 2023, Jam 02:00 Wib malam. "Setelah habis ngamen, saya berhenti makan gorengan, lalu Stenley memanggil saya minta kaos bonek saya, saya tidak memberikan, saya dikejar lalu dipukul, sama Stenley dan adiknya Yuhan," terang Abitu.

"Mukulnya pakai tangan kosong, kalau berapa kali mukul saya gak tau, yang mukul Stenley dan adiknya Yuhan, mukul muka, kena bagian pipi, jidat, bibir dan mata memar-bengkak, hidung keluarkan darah, setelah mukul mereka.minta maaf, tapi keluarga saya gak terima, dan melaporkan ke polisi," tambah Abituh.

Baca Juga: Curi Dompet dan Gasak Isi ATM Majikannya Rp42 Juta, Achmad Safudin Dihukum 22 Bulan Penjara

Saksi Samsul Gunadi yang bersama ngamen dengan korban Abituh, berupaya melerai pemukulan tersebut, "Saya hanya memisah pemukulan itu, tapi saya tahu semua kejadian itu," katanya.

Diterangkan Saksi Samsul Gunadi, pada saat itu, kedua kakak-beradik ini meminta kaos Bonek, Namun, Saksi Korban tidak memberikan. Sehingga kedua terdakwa langsung memukulnya.

"Terdakwa meminta 'Baju Bonek' milik saksi korban Abitu, namun Abitu tidak memberikan, lalu meninggalkan Terdakwa dan Yuhan, Terdakwa mengejar para saksi dan Saksi Yuhan langsung memukul Abitu gunakan tangan kosong mengenai wajah Abitu sebanyak 4 kali, sedangkan
terdakwa memukul mengenai wajah Abitu sebanyak 3 kali. Saksi Samsul Gunadi melerai pemukulan terdakwa dan Yuhan.

Baca Juga: Dikenal Temperamental di Kampung, Aniaya Korban Hingga Memar, The Victor Jadi Pesakitan

Setelah melakukan pemukulan, terdakwa memberi air kepada Abitu untuk membasuh luka dibagian hidung Abitu, akhirnya Abitu memberikan 'baju bonek' dan meninggalkan Terdakwa dan Yuhan, kemudian Abitu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Benowo.

Hasil pemeriksaan sesuai visum et repertum Rumah Sakit Bunda menyatakan, pada bawah mata korban sebelah kanan memar kebiruan akibat kekerasan benda tumpul.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Korban Abitu Prayogi mengalami luka memar pipi kanan, mata kanan dan mulut/bibir atas, sampai saat ini belum bisa beraktifitas secara normal. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper