suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tak Kapok, Residivis Pengedar Sabu Kembali Diadili, Saiful Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Moch. Saiful (27), di dampingi PH Victor Sinaga, secara vidio call dan Saksi penangkap dari Polsek Pabean Cantikan Surabaya, M.Subhan dan Agus Rifandi di persidangan, Senin, (22/01/2024)
Foto: Terdakwa Moch. Saiful (27), di dampingi PH Victor Sinaga, secara vidio call dan Saksi penangkap dari Polsek Pabean Cantikan Surabaya, M.Subhan dan Agus Rifandi di persidangan, Senin, (22/01/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, kulakan sabu 1 gram dari Ahmad alias Dower (DPO) seharga 1,2 juta, Dibagi 10 poket pahe, untuk dijual kembali dan mendapat untung dari jual barang haram dengan Terdakwa Moch. Saiful bin Moch. Hustadi,(27), seorang kuli bangunan, di Ruang Garuda 1 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Mangapul secara vidio call, Senin, (22/01/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robiatul Adawiyah dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan Terdakwa Moch. Saiful, melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Selanjutnya JPU menghadirkan Saksi penangkap dari Polsek Pabean Cantikan Surabaya, yakni
M. Subhan dan Agus Rifandi mengatakan, "Kami menangkap Terdakwa Saiful, hari Sabtu 7 Oktober 2023, dirumahnya Jalan Jagiran 4/ 33, saat itu sedang tidur, Kami geledah ditemukan 8 poket sabu dalam dompet kecil dan handphone. Diakui membeli dari Ahmad 1 gram harga Rp1,2 juta," terang saksi polisi.

Terhadap keterangan saksi, Saiful membenarkan, "Benar yang mulia," katanya.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Sebagai catatan kriminal terdakwa, adalah mantan narapidana perkara sabu yang baru keluar penjara, kini akan dipenjara lagi dengan kurun waktu yang lama sebagai seorang residevis.

Diketahui, pada Jumat, 06 Oktober 2023, Jam 03.00 wib, Terdakwa Moch. Saiful menghubungi Ahmad alias Dowe (DPO) melalui telpon, untuk membeli sabu, mengatakan “Tuku sak galon” ahmad dowe menjawab “yo”.

Selanjutnya Ahmad menemui terdakwa di rumah, Jalan Jagiran 4/ 33, Tambaksari, Surabaya. Terdakwa menerima 1 poket sabu berat 1 gram, dibungkus tissue. Terdakwa menyerahkan uang Rp1,2 juta ke Ahmad alias Dowe, kemudian pergi meninggalkan terdakwa.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Terdakwa membagi sabu menjadi 10 poket ukuran kecil dijual kembali harga Rp100 ribu dan 5 poket lagi dijual Rp150 ribu. Keuntungan yang di dapatkan terdakwa digunakan kebutuhan sehari-hari. Sabu telah terjual 2 poket tersisa 8 poket.

Selanjutnya, Sabtu, 07 Oktober 2023, sekira Jam 10.20 wib, di rumah terdakwa, saat sedang tidur, ditangkap oleh Saksi M.Subhan dan Agus Rifandi anggota Polsek Pabean Cantikan. Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 dompet kecil di dalamnya berisi 1 poket sabu berat 0,25 gram beserta pembungkusnya, 3 poket sabu masing-masing berat 0,23 gram, 0,21 gram, 0,20 gram dan 1 handphone merk Samsung berada di atas almari pakaian. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper