suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pemuda Mabuk, Tabrak Peserta Gerak Jalan Hingga Tewas, M.Syahrur Jadi Pesakitan

Terdakwa M. Syahrur Romadhon (kiri bawah) dan 3 saksi dihadirkan JPU, Susi Rinawati, Irfan Affandi dan Zendy Aditya, agenda saksi di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Terdakwa M. Syahrur Romadhon (kiri bawah) dan 3 saksi dihadirkan JPU, Susi Rinawati, Irfan Affandi dan Zendy Aditya, agenda saksi di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, kecelakaan lalu lintas di Jalan Mastrip Kemlaten, Surabaya, mengendarai sepeda motor Honda Scoopy boncengan bertiga, yang sebelumnya telah mengkonsumsi minuman jenis Arak, sehingga berkendara tidak terkontrol, menabrak Korban Supardi (70), peserta Gerak Jalan Mojokerto Surabaya, hingga alami pendarahan di kepala dan.meninggal dunia, dengan Terdakwa M. Syahrur Romadhon bin Jumianto, (joki sepeda motor), di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Saifudin Zuhri secara vidio call, Senin, (29/01/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dzulkifly Nento dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa M. Syahrur Romadhon melakukan tindak.pidana, dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara keadaan yang membahayakan bagi nyawa, yang mengakibatkan orang lain meninggl dunia. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 311 (5) UU RI No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan". Atau Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun tentang lalu lintas dan angkutan jalan".

Selanjutnya, JPU menghadirkan 3 orang saksi di persidangan, yakni Susi Rinawati (47), Irfan Affandi (24), dan Zendy Aditya yang diperiksa sekaligus.

Saksi Susi anak dari Korban Supardi (alm), mengatakan, "Saya anaknya yang mulia, ayah saya ikut Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya, ditabrak sepeda motor di Jalan Mastrip, Sepanjang, Surabaya. Saya dapat informasi dari pihak RS Khodijah Sepanjang dan dari Kepolisian," terang saksi.

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

"Kondisi ayah saya penuh luka lecet, ada luka kepala sebelah kiri. Sempat dirawat di RS, hari Minggu masuk, hari Rabu bapak meninggal.
Sempat drop, besoknya meninggal, Jam 7 pagi, sore Jam 3 dimakamkan," terangnya.

"Kalau santunan hanya datang saja, terakhir pihak keluarga terdakwa mau beri santunan tapi ada embel-embel syaratnya, minta diringankan, sambil.memberikan amplop, gak tau berapa nilainya, sampai 7 harinya belum ada yang datang," tambah saksi.

Saksi Irfan Affandi mengatakan, "Waktu itu lagi ngumpul di warkop, semua sedang minum arak, setelah itu kami bertiga terdakwa dan Zendy, boncengan bertiga, yang joki Syahrur, lalu nabrak orang di Jalan Mastrip. Rencana kita mau ke Tugu Pahlawan, setelah itu Syahrur putar balik melihat kondisi korban, tapi sudah banyak orang, kita di massa," terangnya.

Saksi Zendy hanya menambahkan dalam keterangannya yang mengatakan, "Fari tempat kita minum arak berjarak 10 Km mau ke arah Tugu Pahlawan, sudah sepi jalanan, sudah jam setengah tiga, kita putar balik malah di massa, juga ada peserta lainnya lari untuk menolong," katanya.

Diketahui, hari Minggu, 05 November 2023, Jam 02:30 Wib, Saksi Irfan Affandi keluar rumah dengan mengendarai motor Honda Scopy Nopol. W-5591-XD, tujuan ke warkop di Kletek Taman Sepanjang.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Diwarung, Irfan Affandi bertemu Terdakwa M. Syahrur Romadhon dan saksi Zendy Aditya Perdana juga teman-teman lainnya. Dipelataran jalan pavingan terdakwa bersama teman- temannya dan Zendy Aditya dan Irfan Affandi ikut minum-minuman jenis arak.

Pada pukul 02:00 Wib Terdakwa Zendy Aditya Perdana dan Irfan Affandi serta yang lainnya meninggalkan warkop, berkeliling jalan-jalan menuju ke arah Tugu Pahlawan Surabaya. Dimana terdakwa membonceng Saksi Irfan Affandi dsn Saksi Zendy Aditya, mengendarai Honda Scopy milik Saksi Irfan Affandi.

Saat melintas di Jalan Mastrib Kemlaten Surabaya, tepatnya di depan rumah No.34-36, dalam perjalanan sepeda motor yang dikemudikan terdakwa menabrak pejalan kaki Supardi peserta Gerak Jalan Surabaya-Mojokerto, korban terjatuh, tergeletak terlentang tak sadarkan diri, namun motor yang dikemudikan terdakwa bersama kedua saksi tidak jatuh. Kemudian balik arah kembali untuk memastikan keadaan korban Supardi yang saat itu sudah tergeletak dikerumuni banyak orang. Korban Supardi di bawa ke RS. Siti Khotidjah Sepanjang Sidoarjo.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Situasi lalu lintas di Jalan Mastrip Kemlaten arah selatan ke utara saat itu sepi, lancar, lalu lintas dua arah, ada penerangan jalan, cuaca hujan gerimis, efek dari minuman jenis arak kepala jadi pusing dalam mengemudi.

Korban Supardi (Alm.) mengalami luka pada telinga mengeluarkan darah dan tidak sadarkan diri akhirnya meninggal dunia.

Hasil Visum Et Repertum Jenazah, Rabu, 08 November 2023, di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dengan kesimpulan, jenazah berjenis laki-laki, umur tujuh puluh tahun hingga delapan puluh tahun, pemeriksaan luar di temukan, luka lecet pada pipi kiri, lengan bawah kanan, lengan atas kiri, lengan bawah kiri, tungkai bawah kiri dan tungkai bawah kanan, luka memar pada lengan bawah kanan, akibat kekerasan benda tumpul. Tidak dilakukan otopsi. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper