suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Karyawan Tempat Penginapan Kuras Uang Dalam ATM Bosnya, Achmad Safudin Dituntut 24 Bulan Penjara

Terdakwa Achmad Safudin menjalani sidang di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call, Kamis, (01/02/2024)
Terdakwa Achmad Safudin menjalani sidang di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call, Kamis, (01/02/2024)
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pencurian milik bosnya, sebuah dompet berisi uang dan kartu ATM BCA. Mengetahui no pin nya, uang dalam ATM digasak sebesar Rp42 juta, dengan Terdakwa Achmad Safudin bin Rusman, di Ruang Tirta 1 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Taufan Mandala secara vidio call.

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fathol Rasyid dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Achmad Safudin melakukan tindak pidana, mengambil barang kepunyaan orang lain dengan maksud dimiliki secara melawan hukum, waktu malam dalam sebuah rumah, pekarangan tertutup yang ada rumahnya, dilakukan orang yang ada disitu tidak diketahui, tidak di kehendaki oleh yang berhak. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP"

Selanjutnya, JPU menghadirkan dua orang saksi polisi yang menangkap terdakwa atas laporan Saksi Bobby. Dijelaskan dalam persidangan, bahwa saksi menangkap pada bulan Juni 2023, yang telah mencuri dompet yang berisikan kartu ATM BCA. "Kami menangkap terdakwa atas laporan korban Bobby, yang dompet berisi uang dan kartu ATM, dicuri dalam ATM uang diambil sejumlah Rp42 juta," terang saksi.

"Ambilnya di rumah korban, yang sekaligus bos dari terdakwa. Saat itu ketinggalan dompet di rumah Jalan Kupang Indah 8/18, Surabaya. Kalau nomer pin ATM itu, sesuai tanggal lahir Bobby, untuk BB ATM dihilangkan oleh terdakwa," tambah saksi.

Terhadap keterangan saksi polisi, Terdakwa Safudin membenarkannya, "Benar yang mulia, saya mengaku bersalah, saya berjanji tidak mengulangi lagi," kata Safudin.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Terhadap tuntutan yang telah dipersiapkan oleh JPU, Fathol Rasyid, yang dibacakan, menyatakan Terdakwa Achmad Safudin terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pencurian, "Sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP,"

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Achmad Safudin dengan pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi selama ditahan dengan perintah agar tetap ditahan," Kamis, (01/02).

Menyatakan barang bukti, Jaket warna biru dongker dan kaos warna merah dirampas untuk dimusnahkan. 2 lembar print out rekening koran tetap terlampir dalam berkas perkara.

Diketahui, Terdakwa Achmad Safudin bekerja pada Saksi Bobby Wibowo Harto Soewito, sebagai karyawan penginapan milik Bobby. Hari Selasa, 6 Juni 2023, Jam 18:30 Wib, Saksi Bobby berada di RS. Siloam Surabaya. Dompet milik Bobby tertinggal di rumah yang berisi sejumlah uang dan ATM.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Terdakwa Safudin yang sedang berada di rumah tersebut melihat dompet milik bosnya, Bobby. Tanpa sepengetahuan Bobby, terdakwa membuka dompet dan kartu ATM BCA dalam dompet. Lalu terdakwa masuk toko Indomaret disekitar tempat tersebut, mengambil uang dalam ATM BCA sejumlah Rp42.000.000. Nomer pin sesuai tanggal lahir Saksi Bobby, yang telah diketahui sebelumnya. Terdakwa memakai uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Bobby Wibowo Harto Soewito menderita kerugian Rp42 juta. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper