suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jual-Beli Kayu Meranti Merah, Dirut PT. TAS Tipu PT. KPA sebesar Rp3,6 M, Hendra Sugianto Dituntut 4 Tahun Bui

Foto: Terdakwa Hendra Sugianto (64), (kiri atas) menjalani sidang secara online dan Saksi Korban Nur Tjahjadi, Dirut PT. KPA dan Rutin Staf PT. KPA saat di hadirkan dipersidangan
Foto: Terdakwa Hendra Sugianto (64), (kiri atas) menjalani sidang secara online dan Saksi Korban Nur Tjahjadi, Dirut PT. KPA dan Rutin Staf PT. KPA saat di hadirkan dipersidangan
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana Tipu Gelap dalam pengadaan Kayu bulat jenis Meranti merah sebanyak 4.000 M3, kesepakatan harga Rp7,5 miliar, dan telah dibayar DP oleh PT. Kayumas Podo Agung (KPA) senilai Rp3,6 miliar, namun pengadaan kayu dan pengiriman kayu hanya fiktif dengan para Terdakwa, Hendra Sugianto (64), Dirut. PT. Tanjung Alam Sentosa (TAS), pendidikan SMP, warga Puspanjolo Dalam IX/2, Bojongsalaman Semarang, Jateng, bersama dengan Wasito Nawikharta Putra (penuntutan berkas perkara terpisah), di Ruang Garuda 2 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Erintua Damanik secara online.

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rakhmad Hari Basuki dan Yulistiono dari Kejati Hatim, menyatakan Terdakwa Hendra Sugianto, terbukti bersalah melakukan tindak pidana, penipuan yang dilakukan secara bersama-sama. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," Dalam surat dakwaan kedua penuntut umum.

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Hendra Sugianto, dengan pidana penjara selama 4 Tahun, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan.Rabu (07/02).

Menyatakan barang bukti, penyitaan dari saksi korban Nur Tjahjadi dan penyitaan dari Terdakwa Hendra Sugianto, masing-masing tetap terlampir dalam berkas perkara.

Sidang sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Korban Nur Tjahjadi, Direktur PT. KPA dan Saksi Rustin staf PT. KPA di persidangan.

Nur Tjahjadi mengatakan, "Kami mengalami penipuan dan penggelapan yang dilakukan Hendra. Hendra sebagai penjual Kayu bulat meranti merah ke PT. KPA, ditawarkan 4.000 m3, dengan total nilai Rp7,5 Miliar, kami tertarik, lalu membuat perjanjian tertulis tahun 2018," terang saksi.

"Perjanjian bulan Agustus 2018, kayu akan diserahkan sekitar 3 bulan, kami bayar DP secara bertahap Rp3,6 Miliar, kepada PT Talisan Emas, sisanya setelah ada pemuatan," jelas saksi.

Batas waktu yang ditentukan tidak ada barangnya. Komisaris menegur pak Hendra, mundur November 2018, tetap tidak ada barang, ditegur lagi 2019, akhirnya pak Hendra mengembalikan DP dalam bentuk cek, Bank Mandiri, waktu kita cairkan ditolak bank karena saldo tidak cukup," katanya.

"Kita somasi, tetap Hendra tidak membayar, ternyata saya ketahui dari pak Hadi, Hendra justru menjual kepada pihak lain kayu tersebut, bukan kepada kita," pungkasnya.

Diketahui, Terdakwa Hendra Sugianto Direktur tama dan Wasito Nawikharta Putra sebagai Direktur PT.Tanjung Alam Sentosa (TAS), dibuat dihadapan Notaris Musa Muamarta,SH Jakarta, 14 Pebruari 2015. Akta perubahan, di hadapan Notaris Erlinda Ridwan Prasetio, SH, M.Kn, November 2020.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

PT. TAS rekanan PT. Talisan Emas (PT. TE), Perjanjian Kerjasama Operasional Pengusahaan Hutan, 8 Juni 2017 berlaku 2 tahun, ditandatangani Saksi Ir. Freud Ricky Apituley Dirut PT.TE, dengan pihak kedua Wasito Nawikharta Putra Direktur PT. TAS.

PT. TAS pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku seluas 54.750 Hektar, Pemberian Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam.

Tahun 2018, Terdakwa Hendra Sugianto datang ke kantor PT. KPA, Jalan HR. Muhammad 49-55 R-27 Surabaya, bertemu Saksi Korban Nur Tjahjadi, Direktur PT. KPA dan Saksi Ir.Hadi Djojo Kusumo selaku Komisaris PT. KPA. Terdakwa Hendra mengaku Dirut PT. TAS, Wasito Nawikartha Putra selaku Direktur.

Terdakwa menyampaikan kerjasama antara PT. TAS dan PT. TE, Kerjasama Operasional Pengusahaan Hutan dan menawarkan kayu Meranti Merah kualitas bagus Playwood Grade, tidak ada lubang jarum (Pinhole), tidak ada mata buaya tidak pecah ring, tidak ada lubang gerek, kayu tidak busuk atau meluntir, sehingga saksi korban setuju membelinya.

Kesepakatan Perjanjian Jual Beli Kayu Bulat 3 April 2018, ditandatangani tiga orang, Wasito Nawikartha Putra, selaku penjual, dan pihak kedua saksi korban Nur Tjahjadi sebagai pembeli, disetujui oleh Terdakwa Hendra Sugianto, janis kayu Meranti Merah (Playwood Grade), volume 4.000 m3, pengapalan bulan Juli 2018.Atas kesepakatan, saksi korban bertahap mengirim uang pembayaran, Total yang di serahkan Rp. 3.649.866.000,- dengan transfer PT Kayumas Podo Agung (KPA) kepada PT Talisan Emas (TE).

Batas waktu ditentukan, saksi korban menugaskan saksi Slamet Pramono untuk mengecek kayu di Logpond PT. TE, di Desa Air Besar Pulau Seram Maluku Tengah, ternyata kayu yang tersedia tidak sesuai yang dijanjikan, hanya tersedia 136,96 M3, kayu stok lama kwalitas turun, kayu banyak pinholenya, berlubang gerek karena dimakan ulat, kayu pecah ring.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Terdakwa Hendra dan Wasito, tidak bisa menyediakan kayu sesuai yang dijanjikan, diadakan pertemuan dengan notulen, sepakat perubahan jadwal kayu bulan Oktober 2018, namun tetap tak dikirim.

Pertemuan kembali tak ada realisasi. Terdakwa Hendra (pihak 1) akan mengembalikan uang DP, menyerahkan Cek Bank Mandiri Cabang

Ambon Pattimura an. Hendra Sugianto, 30 Maret 2020 Rp3.649.866.000, nama penerima PT. KPA. Terdakwa menyerahkan Cek, diterima oleh Saksi Korban Ir. Hadi Djojo Kusumo.

Saat dilakukan pencairan oleh Saksi Rustin staf Saksi Hadi Djojo Kusumo di Bank Mandiri, namun ternyata di tolak oleh pihak bank karena saldo tidak cukup. Akibat perbuatan Terdakwa Hendra Sugianto bersama Wasito Nawikharta Putra, Saksi korban mengalami kerugian Rp3.649.866.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper