suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Komplotan Perampok Spesialis Rumah Kosong Diadili, Lukman Buron, 5 Terdakwa Jadi Pesakitan

suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suara-publik.com)  -   Sidang perkara pidana pencurian dengan pemberatan, melakukan perampokan spesialis rumah yang ditinggal penghuninya di jalan Perumahan Puri Galaxi Cluster Bamboo Lakes 406 Surabaya, rumah milik saksi Santoso Tanujaya, juga rumah di Jalan Baruk Utara I/NA 4 No.36 Kedung Baruk, Rungkut dan rumah di Jalan Babatan Pratama II/B-8, Kelurahan Babatan, Wiyung Surabaya, para perampok menjarah empat rumah, berhasil menggasak perhiasan, berlian, uang, laptop, tas branded, hingga para korbannya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, dengan Para Terdakwa Terdakwa Brata Kandawiaji, Faisal Tanjung, Juni Almasyah, M. Edi Iskandar, Henda dan Lukman (DPO), di Ruang Kartika 1 PN Surabaya secara vidio call.

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Estik Dilla Rahmawati dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan para Terdakwa Brata Kandawiaji, Faisal Tanjung, Juni Almasyah, M. Edi Iskandar, Henda dan Lukman (DPO) melakukan tindak pidana, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, masuk ke tempat melakukan kejahatan, untuk sampai pada barang yang diambil, dengan cara merusak, memotong, memanjat,dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu, atau pakaian jabatan palsu. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP."

Selanjutnya, JPU menghadirkan saksi korban yang rumahnya dirampok oleh para terdakwa, yakni Saksi Santoso Tanu wijaya mengatakan, Rumah saya dibobol pada Minggu, 12 November 2023, saya tinggalkan rumah sekitar jam 4 sore, Saya tinggal disitu, saat pulang dari Gereja, saya masuk sepatu kececeran, di kamar ada rak yang bukaan, yang hilang uang, perhiasan, uangnya Rp100 juta, perhiasan istri saya, tas, jam tangan, perhiasan asa yang dari pemberian teman, total sekitar Rp200 jutaan," terang saksi.

"Lalu saya lapor polisi, polisi melihat lemari bukaan dan acak-acakan semua dibuka secara paksa," tambah saksi.

Saksi Polisi mengatakan "Kita menerima laporan, kita langsung ke TKP, kita amankan kondisi kejadian, kita tangkap komplotan tersebut pada 14 Novermber 2023, untuk kejadian di tempat yang lain dengan komplotan yang sama," jelas saksi.

"awalnya kita ke pemilik mobil rental, memang pernah meminjamkan mobil kepada terdakwa Brata KandaWiaji, saat kita tangkap dengan BB uang 65 juta, sudah dipakai sebagian, Lukman (DPO), para pelaku mengaku telah empat kali melakukan perampokan rumah dalam kondisi kosong," pungkasnya.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Diketahui, awalnya terdakwa Terdakwa Brata Kandawiaji,SE,
Faisal Tanjung, Juni Almasyah, M.Edi Iskandar, Henda dan Lukman (DPO), sepakat melakukan pencurian.Terdakwa Brata Kandawiaji berperan menyewa mobil rental Suzuki XL-7 hitam, sewa di “Indo Rent Car” selama 6 hari terhitung mulai 7 - 12 November 2023, 750 ribu/hari.total Rp.2,250 juta.Dibayar transfer 1,5 juta, dan 750 ribu dibayar tunai di tanggal 12 November.

Minggu 12 November 2023 jam 16.00 wib, Kelima pelaku mengendarai mobil Suzuki XL-7 hitam No.Pol L-1809-ACU palsu, sebelumnya telah dipersiapkan terdakwa Faisal Tanjung.

Selanjutnya para terdakwa mencari sasaran rumah kosong keadaan lampu rumah menyala, sampai jam 16.00 Wib di depan rumah saksi Santoso Tanujaya jalan Perumahan Puri Galaxi Cluster Bamboo Lakes 406 Surabaya, saksi Santoso sedang keluar rumah, keadaan sekitar sepi.

Terdakwa Juni Alamsyah, M.Edi Iskandar, Hendra,langsung masuk dalam rumah tersebut, sedangkan terdakwa Faisal Tanjung sebagai Supir menunggu dalam mobil sembari mengawasi situasi sekitar depan rumah

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Selanjutnya terdakwa M Edi Iskandar merusak pagar hingga berhasil terbuka, terdakwa Juni Alamsyah, M.Edi Iskandar, Hendra
masuk kedalam rumah, di kamar dan langsung mencongkel lemari serta laci laci untuk mengambil uang sebesar Rp.100.000.000,- ,
Beberapa perhiasan, beberapa tas branded, jam tangan bermerk, 2 buah laptop diatas meja,setelah berhasil para terdakwa langsung pergi meninggalkan rumah tersebut.

Hasil pencurian yang dilakukan para terdakwa, masing masing terdakwa Faisal Tanjung, Juni Alamsyah, M.Edi Iskandar, mendapatkan Rp.25.000.000,-, Sebagian barang masih dibawa Lukman Alias Budi, sisanya digunakan untuk makan ,menyewa hotel dan menyewa mobil.

Peran masing-masing perampok, Terdakwa Edi Iskandar, ganti plat nomer palsu, merusak gembok, memecah kaca. Terdakwa Faisal Tanjung, penyedia plat nomer palsu, mengawasi sekitar rumah. Terdakwa Hendra, pastikan dalam rumah tidak ada penghuninya. Terdakwa Juni Alamsyah, mengganti plat mobil palsu, masuk dalam rumah, mengambil barang-barang. Brata Kandawiaji, SE, menyewa mobil Suzuki XL-7 hitam, mengawasi sekitar depan rumah.

Akibat perbuatan para terdakwa, Saksi Santoso Tanujaya mengalami kerugian Rp200.000.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper