suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tukang Antar Paketan J&T Express Curi Barang CV. BMS Hingga Rp69 Juta, Yoga Dimas Dituntut 9 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Yoga Dimas Firmansyah menjalani sidang tuntutan secara online dan para saksi yang di hadirkan JPU di Pengadilan Negeri Surabaya
Foto: Terdakwa Yoga Dimas Firmansyah menjalani sidang tuntutan secara online dan para saksi yang di hadirkan JPU di Pengadilan Negeri Surabaya
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penggelapan barang dalam gudang milik CV. Bina Mapan Sukses (BMS), barang paketan yang belum di packing ikut dicolong hingga CV. BMS merugi Rp69 juta, dengan Terdakwa Yoga Dimas Firmansyah Putra bin Zawawi Sarief, diruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, di pimpin ketua Majelis Hakim, Arwana, secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Duta Mellia dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Yoga Dimas Firmansyah Putra terbukti bersalah melakukan tindak pidana, pencurian secara berlanjut. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Kedua Pasal 362 KUHP Jo.Pasal 64 KUHP."

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 9 bulan dikurangi selama terdakwa ditahan, dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan, Senin, (12/02).

Menyatakan barang bukti, 1 lembar Surat Nomor Induk Berusaha (NIB), 1 Lembar Surat daftar Bidang Usaha, 5 Lembar Invoice dari pihak terdakwa, 1 Lembar Fotocopy surat jalan dan kartu NPWP, 1 Lembar fotocopy surat pernyataan terdakwa melakukan pencurian dari bulan Juli-Agustus 2023, 4 lembar invoice penjualan, 1 dos rak buku, 2 dos tudung saji, 2 pcs blender tangan, 2 pcs kotak makan, 1 pcs parutan keju, 1 buah silicon Hp, 1 buah lakban, 1 buah dispenser tape, 1 bendel berkas penjualan secara online yang dilakukan oleh terdakwa dan uang Rp5.150.000. Dikembalikan kepada Saksi Jesslyn Santoso pemilik CV. BMS.

1 Hp merk Realme silver metalik, 1 baju kaos berkerah merah bertuliskan J&T EXPRESS, 1 sweater Hoddie biru dongker, dirampas untuk dimusnahkan.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Korban Jesselyn bos CV. BMS dan pengawainya serta pegawai dari J&T Ekspress. Jesselyn mengatakan, terdakwa mengambil barang-barang alat rumah tangga di gudang CV. BMS. "Jadi terdakwa ini sudah sering mengambil barang paketan di gudang, selain mengambil barang paketan, terdakwa juga mengambil barang yang belum dipacking (bukan paketan)," terang Jesselyn.

Ia menambahkan, bahwa ketahuan terdakwa mengambil barang itu, dari pantauan CCTV di gudang dan adanya kekurangan stock barang.

Sementara pegawai Jesslyn mengatakan, tahunya barang hilang, saat melakukan live penjualan di TikTok ada tempat makan plastik di sebelah laptop dan saat tanya-tanya ke teman-teman tidak ada yang tahu.

Sementara itu karyawan J&T menyampaikan, selain terdakwa Yoga ada satu kurir yang biasanya ditugaskan mengambil barang paketan di Gudang tersebut yaitu Fauzi.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

"Kadang meraka mengunakan mobil, kadang juga bawa motor," katanya.

Terhadap keterangan para saksi, Terdakwa Yoga membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, pada 30 Juli 2019, Terdakwa Yoga Dimas Firmansyah Putra bekerja di J&T Express ( PT.Karya Niaga Abadi), Jalan Bandara IR H. Juanda No 81, Semambung, Gedangan, Sidoarjo sampai 31 Agustus 2023, mendapat gaji sebulan Rp3.592.500.

Tugasnya mengambil paket dari CV.Bina Mapan Sukses (BMS) di gudang barang Jalan Wonorejo Timur No 151, Rungkut, Surabaya. Pada bulan Juni 2023, terdakwa mendatangi CV. BMS milik Saksi Korban Jesselyn Santoso, untuk mengambil paketan yang akan dikirim melalui J&T Express di Jalan Bandara IR. H Juanda No 81 Sidoarjo.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Namun saat mengambil paketan barang ternyata terdakwa juga mengambil barang-barang milik CV. BMS tanpa ijin pemiliknya dan Karyawan CV. BMS,karena terdakwa sering mengambil paketan yang dikirim melalui J&T Express dari juni 2023 s/d Agustus 2023, dengan cara yang sama terdakwa datang ke CV.BMS, alasan mengambil paketan, tetapi juga mengambil barang-barang lainnya milik CV. BMS. Sehingga perusahaan mengalami kerugian Rp69.748.600.

Barang-barang yang diambil terdakwa, beberapa pcs jenis barang, diantaranya, Lunch box biru, Rak kosmetik, Tudung saji, Rak sepatu, Amazing shoes rack, Piring rotan, Rak sepatu 10 susun, Rak sepatu 5 susun, Lunch box pink dan biru, Rak buku 4 pipa, Rak buku 4 besi, Pengasah pisau, Kotak.makan, Pouch travel, Sealware, Tas make up, Blender mini, Rak domi, Holder hp, Keranjang random, Blender tarik, Dispenser beras, Pemanggang bbq, Meteran gulung, Silicone hp waterproof, Parutan keju, Dispenser tape, Piring stainless dan Dispenser beras.

Barang-barang yang diambil terdakwa dijual kembali, menjual barang-barang ke Saksi Fina Mulyadayanti, dapat keuntungan Rp1 juta, menjual ke Ibu Rini mendapat untung Rp500 ribu, ke Ibu Yusuf untung Rp14 juta, juga menjual secara online di Market Place Tiktok mendapat untung Rp30 juta.

Akibat perbuatan terdakwa Saksi Korban Jesslyn Santoso pemilik CV. BMS mengalami kerugian sebesar Rp69.748.600. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper