suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gunakan Order Fiktif dan Stempel Palsu, Gelapkan Barang Toko Jaya Bangunan Rp501 Juta, Arindo Diadili

Foto: Terdakwa Arindo Efrain Sanding (36), (kiri atas) dan Saksi Jemmy Sugiarto, Pemilik toko Sinar Langgeng dalam agenda Saksi dan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Arindo Efrain Sanding (36), (kiri atas) dan Saksi Jemmy Sugiarto, Pemilik toko Sinar Langgeng dalam agenda Saksi dan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, penipuan dan penggelapan barang alat- alat bangunan dengan modus memesan barang kepada toko korban sebanyak 11 DO di 4 toko, namun hanya orderan fiktif, hingga toko bangunan merugi Rp501 juta, dengan Terdakwa Arindo Efrain Sanding anak dari mendiang Adi Wibowo (36), Apartemen Puri Mas Unit 07-57, Gunung Anyar Surabaya, Pendidikan SMA, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Rudito Surotomo, secara vidio call, Senin, (19/02/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Damang Anubowo dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Arindo Efrain Sanding melakukan tindak Pidana Penipuan. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Atau, tindak Pidana Penggelapan. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 KUHP."

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Selanjutnya JPU masih menghadirkan satu orang saksi tambahan, sebelum Terdakwa Arindo diperiksa sebagai terdakwa, Saksi Jimmy Sugiarto warga Putat Gede mengatakan, "Saya pemilik toko Sinar Langgeng, saya merasa tidak pernah memesan kepada Ismiati pemilik alat-alat bangunan di Jalan Wisma Tirta Agung Asri 4 No 93 Gunung Anyar, ternyata stempel toko saya dipalsukan oleh terdakwa," terang saksi.

"Tahunya toko saya dipakai untuk pesan barang, saat ada pesanan yang tagihannya jatuh tempo belum bayar, nilainya puluhan juta. Saya tidak pernah pesan barang itu, stempel juga bukan punya saya, sedangkan saya tidak kenal sama Ismiati," tambahnya.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Arindo Efrain Sanding membenarkan, "Benar yang mulia" katanya.

Saat diperiksa sebagai terdakwa, terdakwa mengatakan, sejak tahun 2022 menjadi rekanan toko milik Ismiati, "Saya selaku rekanan bu ismiati, mengatasnamakan Ismiati, saya buat nota sendiri tanpa diketahui toko- toko tersebut, setelah barang dapat, tidak dikirim ke toko dalam nota pemesanan, tapi saya jual ke tempat lain, harga barang sama dengan pasaran, semua laku tidak ada pembayaran ke toko Ismiati," jelas Arindo.

4 toko yang dicatut namanya dalam nota pemesanan, sebanyak 11 Delevery Order (DO) menggunakan stempel palsu milik ke empat toko tersebut, kerugian mencapai Rp 501 juta,
"Uang tersebut saya pakai bayar hutang dan buat DP mobil Suzuki Ertiga, cicilan baru 1 kali, sekarang disita Leasing, saya menyesal yang mulia," pungkasnya.

Sidang akan dilanjutkan pada Senin, (26/02/2024) dengan agenda tuntutan JPU.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan empat orang saksi, Ismiati Saksi Korban, Nur Santoso Suami Ismiyati, Sulton Supir dan Stanley Adik dari Terdakwa Arindo, dipersidangan.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Diketahui, 12 Juli 2023, sampai 5 Oktober 2023, Saksi Ismiyati bekerja sebagai admin di perusahaan, membuka usaha kecil bidang alat-alat bangunan di Jalan Wisma Tirta Agung Asri 4 No 93 Gunung Anyar Tambak, Surabaya. Terdakwa Arindo Efrain Sanding bekerja sebagai sales penjualan barang bangunan milik Ismiyati.

Terdakwa memesan barang melalui whatsaap ke Ismiyati, setelah barang siap, dibuatkan nota dan surat jalan dan dikonfirmasikan ke terdakwa. Ismiyati memberi tahu terdakwa barang pesanan dapat diambil kapan oleh toko. Barang bangunan yang dipesan diambil di rumah Ismiyati oleh supir mengaku disuruh terdakwa membawa nota order,

Terdakwa melakukan penipuan dan penggelapan menggunakan Nota toko fiktif. Barang yang dipesan sudah di bawa terdakwa sesuai tanggal berupa, pada 12 Juli 2023, Toko Sinar Langgeng,
Sikat mangkok king kuning, skrup gypsum bbs 6x1”, sekrup gypsum bbs 6x1,1/2”, Sekrup Gypsum bbs 6x2” total Rp72.500.000. 16 Agustus 2023, Toko Sinar Langgeng, Ban komplit Arco total Rp. 13.095.000. 21 Agustus 2023, Toko Duta Ria, FRT Siku lubang merah 10 Batang total Rp56.250.000. 21 Agustus 2023 Toko Sinar Langgeng, Ban Komplit artco total Rp16.005.000.
25 Agustus 2023, Toko Sinar Keramik, FRT Siku lubang merah 10 Batang, Ban Komplit artco total Rp46.200.000. 12 September 2023, Toko Sinar Langgeng, King Sikat mangkuk 3” 100 pcs total Rp29.150.000. 12 September 2023, Toko Sinar Keramik, Paku beton putih Eifel uk. 1”-3”, paku beton putih GHC uk. 1,1/4”-2,1/2”, Paku beton Putih CHP uk. 1”-2,1/2” total Rp75.875.500. 15 September 2023, Toko Sinar Langgeng, Skrup Gypsum bbs 6x1”, skrup Gypsum bbs 6x1,1/2”, Paku Seng 2” Yustar total Rp64.130.000. 27 September 2023, Toko Maju Mapan, Skrup Gypsum bbs 6x3/4”, skrup Gypsum 6x1,1/4”,skrup Gypsum 6x1,1/2” Frt baut driling kuning 12x20 @6000 pcs total Rp69.230.000. 30 September 2023, Toko Sinar Keramik, kunci pintu Booz M G79 BKCP total Rp52.140.000. 5 Oktober 2023, Toko Duta Ria, Ban komplit Artco total Rp7.250.000.
DO (Delevery Order) Nota Pesanan dibawa sopir suruhan terdakwa, menunjukan surat jalan, nama toko dan stempel toko. Pembayaran melalui transfer ke rekening BCA, an. Saksi Ismiyati, batas pembayaran jatuh tempo 3 bulan.

Selama 3 bulan, terdakwa memesan barang ke Ismiyati mengatasnamakan toko Sinar Langgeng,

Sinar Keramik, Duta Ria dan Maju Mapan, Nota Jalan/Tanda terima menggunakan stempel toko-toko tersebut.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Saat dikonfirmasi pada toko-toko tersebut, tidak pernah memesan barang sesuai Nota Bukti titipan tersebut.

Ismiyati menanyakan lewat Whatsapp mengenai pembayaran kepada terdakwa, dijawab terdakwa akan membayar tapi hanya janji saja.

Selanjutnya, pada 21 Oktober 2023, Ismiyati mendatangani rumah terdakwa menanyakan pembayaran barang-barang bangunan yang di pesan tidak sesuai dengan nama, toko dan tujuan. Terdakwa membuat surat pernyataan, isinya akan membayar paling lambat membayar 22 Oktober 2023. Namun, sampai batas tempo tidak ada pembayaran, perbuatan terdakwa di laporkan ke Polsek Gunung Anyar.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Ismiyati mengalami kerugian Rp502.825.500. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper