suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Spesialis Perampok Rumah Kosong di Sidang, Lukman Buronan, Brata, Faisal, Juni, Edi dan Hendra Jadi Pesakitan

Foto: Para Terdakwa, Brata, Faisal, Juni, Edi dan Hendra (kiri atas), Lukman (Buronan) sidang melalui vidio call dan Saksi Korban Limanto Kuncoro Lim hadir di persidangan
Foto: Para Terdakwa, Brata, Faisal, Juni, Edi dan Hendra (kiri atas), Lukman (Buronan) sidang melalui vidio call dan Saksi Korban Limanto Kuncoro Lim hadir di persidangan
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pencurian dengan pemberatan, spesialis pada rumah kosong yang sedang ditinggal penghuninya, para terdakwa telah melakukan perampokan pada 4 lokasi rumah yang berbeda, dan disidangkan dengan laporan masing-masing korbannya, dengan para Terdakwa Brata Kandawiaji, SE, Faisal Tanjung, Juni Almasyah, M. Edi Iskandar, Hendra dan Lukman (DPO), di Ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Djuanto secara vidio call, Selasa, (20/02/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Estik Dilla Rahmawati dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, para Terdakwa Brata Kandawiaji, SE, Faisal Tanjung, Juni Almasyah, M. Edi Iskandar, Hendra, telah melakukan tindak pidana, perbuatan dipandang sebagai perbuatan berdiri sendiri, merupakan beberapa kejahatan mengambil barang, seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, di maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, dilakukan dua orang atau lebih dengan bersekutu, masuk ke tempat untuk melakukan kejahatan, sampai pada barang yang diambil dilakukan dengan cara merusak, memotong, memanjat, memakai anak kunci palsu, perintah palsu, atau pakaian jabatan palsu. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP."

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi Korban Limanto Kuncoro Lim, pemilik rumah di Jalan Baruk Utara I/NA 4/36, Kedung Baruk, Rungkut Surabaya yang dijarah para terdakwa, Limanto mengatakan, "Rumah saya kecurian, dirampok, pintu dirusak, bagian kamar saya acak-acakan, yang diambil uang tunai sekitar Rp600 juta, laptop, beberapa perhiasan, beberapa jam tangan dan mengambil uang asing. Kerugian sekitar Rp1 Miliar lebih yang mulia," terang Saksi Limanto.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan dengan agenda pemeriksaan para terdakwa.

Diketahui, Terdakwa Brata Kandawiaji, SE, Faisal Tanjung, Juni Almasyah, M. Edi Iskandar, Henda dan Lukman (DPO), sepakat melakukan pencurian rumah kosong. Terdakwa Brata Kandawiaji, SE, penyedia mobil Toyota Innova Nopol L-1130-CAM hitam, yang disewa dari “Priveni Rental” selama 3 hari, harga Rp.350 ribu/hari.

Kamis, 17 Agustus 2023, Jam 10:00 Wib, Terdakwa Faisal Tanjung mengganti plat palsu menjadi W-1863-OWH, selanjutnya para terdakwa mencari sasaran rumah kosong dengan keadaan lampu rumah menyala. Sampai di depan rumah Saksi Limanto Kuncoro Lim, Jalan Baruk Utara 1 NA 4/36 RT 001/RW. 006, Kedung Baruk Rungkut Surabaya, saat itu saksi Limanto sedang di luar rumah.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Terdakwa Juni Almasyah, Hendra, Lukman (DPO), masuk ke dalam rumah tersebut. Terdakwa Brata Kandawiaji, Faisal Tanjung sebagai sopir menunggu di luar sambil mengawasi sekitar. Selanjutnya Juni, Hendra dan Lukman bersama- sama masuk rumah cara merusak pagar, masuk kedalam rumah bagian kamar, mengambil uang Rp600 juta, beberapa perhiasan, beberapa tas, jam tangan bermerk dan 1 buah laptop. Setelah berhasil para terdakwa langsung bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.

Selanjutnya, pada Minggu, 24 September 2023, para terdakwa Brata Kandawiaji, SE, Faisal Tanjung, Juni Almasyah, M. Edi Iskandar, Henda dan Lukman alias Budi (DPO), kembali merampok rumah kosong. Sekitar Jam13:49 Wib, di depan rumah Saksi Seibra Staryanto, Jalan Babatan Pratama II/B-8 Wiyung, Surabaya, saat itu Saksi Seibra Staryanto sedang keluar rumah, para terdakwa langsung masuk kedalam rumah tersebut. Brata Kandawiaji dan Faisal sebagai sopir menunggu dalam mobil, Lukman mencongkel pintu hingga terbuka, masuk ke dalam rumah bagian kamar, mengambil uang asing, 200 lembar uang ringgit pecahan 100 ringgit, uang dollar Singapura, uang dolar China, uang dolar Taiwan, beberapa perhiasan, beberapa jam tangan ber merk, 1 buah tablet merk Redmi hitam, dan 2 buah laptop, setelah berhasil para terdakwa langsung bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.

Hasil pencurian, Terdakwa Faisal Tanjung, Juni Alamsyah, M. Edi Iskandar masing-masing mendapat Rp25 juta, sedangkan Terdakwa Hendra mendapat Rp30 Juta. Sebagian barang masih dibawa Lukman Alias Budi (DPO). Sisanya digunakan para terdakwa untuk makan dan menyewa hotel dan menyewa mobil.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Peran masing-masing terdakwa, Brata Kandawiaji menyewa mobil, Faisal Tanjung berperan sediakan plat nomor palsu. Juni Almasyah berperan mengganti plat nomor dan masuk dalam rumah untuk menjarah, M. Edi Iskandar mengganti plat nomor, merusak gembok pintu, memecah kaca rumah untuk menjarah barang. Hendra berperan menjarah barang.

Akibat perbuatan para terdakwa, Saksi Limanto Kuncoro Lim mengalami kerugian lebih dari Rp1 Miliar dan Saksi Seibra Staryanto mengalami kerugian lebih dari Rp500 Juta. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper