suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Curi Cerkel dan AC 1/2 PK dalam Proyek Saat Pekerja Tidur, Yanto Buronan, Moch. Fehry Dihukum 1 Tahun Penjara

Foto: Terdakwa Mochamad Fehry (kiri), Saksi Heroe Tedjo Brahmanto (kanan), sidang dengan agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Mochamad Fehry (kiri), Saksi Heroe Tedjo Brahmanto (kanan), sidang dengan agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pencurian barang milik proyek perumahan, satu buah cerkel (Gerenda duduk) dan mengambil 1 unit AC Merk Changhong ½ PK, dengan Terdakwa Mochamad Fehry bin Mudjari, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Suswanti, mengadili, menyatakan Terdakwa Mochamad Fehry terbukti bersalah, telah melakukan tindak pidana, pencurian dengan pemberata. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP" dalam Surat Dakwaan.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Mochamad Fehry, pidana penjara selama 1 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa, dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan," Kamis, (22/02).

Menetapkan barang bukti, 1 unit sepeda motor Megapro Verza, dikembalikan kepada Mudjari.
1 lembar faktur pembelian AC, dikembalikan kepada Saksi Heroe Tedjo Brahmanto.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Akhmad Iriyanto dari Kejari Surabaya, dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan.

Sebelumnya, JPU menghadirkan Saksi Heroe Tedjo Brahmanto dipersidangan, mengatakan, "Dulu Fehry itu tukang saya, tapi sekarang tidak lagi, tapi masih riwa riwi diproyek saya, ada AC belum terpasang. Saat paginya ketahuan AC itu sudah gak ada, saya tanya sama satpam komplek perumahan, di CCTV terlihat dia datang bersama temannya," terang saksi.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Keterangan saksi, dibenarkan oleh Terdakwa Fehry, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, pada hari Selasa, 26 September 2023, Jam 20:00 Wib, Terdakwa Mochamad Fehry bersama Yanto (DPO) mendatangi rumah yang sedang dibangun di Jalan Marina Selatan IV No. E 55, Keputih, Surabaya, saat itu para pekerja sedang tidur.

Terdakwa dan Yanto masuk pagar pintu depan, terdakwa dan Yanto mengambil sebuah cerkel (gerenda duduk) yang tersimpan dikamar belakang. Kemudian terdakwa dan Yanto membawa kabur cerkel tersebut menggunakan sepeda motor Megapro Verza milik terdakwa.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Pada hari Rabu, 27 September 2023, Jam 03:00 Wib, terdakwa bersama Yanto kembali ke rumah tersebut. Saat itu sedang dibangun, terdakwa dan Yanto masuk kedalam, saat pekerja sedang tidur. Terdakwa dan Yanto masuk pagar pintu depan, kemudian terdakwa dan Yanto mengambil 1 set AC Merk Changhong ½ PK di kamar paling belakang, kemudian terdakwa dan Yanto membawa kabur AC tersebut.

Keesokan harinya, Yanto menjual 1 set AC Merk Changhong ½ PK ke seseorang dengan harga Rp1.200.000, terdakwa mendapat bagian Rp600.000. Yanto juga menjual 1 cerkel, terdakwa mendapatkan uang Rp150.000.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Heroe Tedjo Brahmanto menderita kerugian Rp5.200.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper