suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Eks Pramugari Gugat Rumah yang Dijual Mantan Suami

Foto: Kuasa Hukum Tergugat, Jance Leonard Sally dan Jatmiko Agus Cahyono saat di persidangan
Foto: Kuasa Hukum Tergugat, Jance Leonard Sally dan Jatmiko Agus Cahyono saat di persidangan
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara perdata dengan Tergugat I, Stevanus Hadi Candra Tjan dan Tergugat II, Sarah Susanti, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Ruang Garuda 2 dengan agenda saksi.

Saksi Costansa, yang merupakan pekerja rumah tangga, Melpa Tambunan (Penggugat) mengatakan, bahwa pada saat itu tahun 1998-1999, dirinya bekerja di rumah Melpa (majikan). Menurut Costansa, antara Melpa dan (almarhum) Agus Maulana adalah sepasang suami istri.

Baca Juga: Eks Staf Bank Danamon, Damayanti Astika Penipu Nasabah Rp3,7 Miliar Diadili, Jaksa Hadirkan 6 Saksi

"Bu Melpa kan seorang pramugari, jadi setahu saya pulang nya kadang seminggu sekali, kadang satu bulan sekali. Sedangkan almarhum suaminya itu seorang polisi," terang saksi, Rabu, (06/03/2024).

Saksi menambahkan, bahwa dirinya pada saat itu bekerja di Perumahan Pondok Tjandra, Sidoarjo. "Bahwa pada saat itu saya berada di rumah Pondok Tjandra Sidoarjo, sebatas itu saja yang saya tahu pak," katanya.

Selepas sidang, Kuasa Hukum Penggugat, Darius, tidak banyak berkomentar.

Terpisah, Kuasa Hukum Tergugat, Jance Leonard Sally dan Jatmiko Agus Cahyono mengatakan, jika keterangan dari saksi hanya menyampaikan kondisi dan hubungan rumah tangga dari penggugat saja, bukan menerangkan status kepemilikan rumah yang di maksud.

"Ya, sebenarnya saksi yang diajukan oleh penggugat itu lebih tepatnya hanya mengenai kondisi rumah tangga dari penggugat, jadi bukan mengarah ke masalah terkait kepemilikan Rumah," ucapnya.

Lebih lanjut Jance mengatakan, apabila kliennya pada tahun 2013 lalu, telah membeli sebuah rumah di Sidoarjo, tepatnya di Perumahan Pondok Tjandra. "Klien saya itu membeli rumah yang ada di Jalan Pondok Tjandra, sebenarnya sudah sejak 2013 silam.

Baca Juga: Kirim Kayu Ilegal, Amir Dihukum 7 Tahun Bui dan Denda Rp10 M, CV. AM Didenda Rp10 M dan Ditutup

Pada saat tanda tangan akte jual-beli, Ia menjelaskan, bahwa kedua orang tersebut, yakni, Agus Maulana Kasiman dengan Stevanus Hadi Candra Tjah. Namun, saat itu, Agus Maulana Kasiman datang bersama dengan seorang perempuan yang bernama Sarah Susanti (tergugat II), yang pada saat itu diakui sebagai istrinya.

"Klien kami sebagai pembeli dari rumah yang disengketakan itu adalah pembeli yang beritikad baik, karena beli rumah tersebut langsung dari Pak Agus (alm) sendiri dan atas nama pak Agus sendiri. Sebagaimana dalam SHM di dapat pada tahun 1995 sebelum menikah dengan Penggugat tahun 1999," ujarnya

"Sudah ada transaksi jual-beli dan sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Sekarang lagi kami perjuangkan bahwa pembeli beritikad baik itu harus dilindungi," tegas Yance.

Ditanya mengenai rumah tersebut apakah harta bersama atau harta peninggalan dari orang tua Agus Maulana. "Jadi begini pada saat klien kami membeli dengan Pak Agus, itu kan Pak Agus masih hidup berarti bukan harta waris," jelas Yance.

Baca Juga: Kakak-Adik Jual Sabu 6 Gram, Isol Buron, Terdakwa Rangga dan Tri Sandi Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

"Klien kami membeli rumah itu tahun 2013, sedangkan perkawinan Pak Agus dengan Bu Melpa ini tahun 1999, pada saat ada orang perempuan bersama Pak Agus diketahui bernama Sarah Susanti," tambahnya.

Masih Yance, bahwa pihaknya memastikan jika kliennya tidak mengenal dan mengetahui perihal Melpa (penggugat) sama sekali.

"Setelah dalam pembuktian di persidangan dengan melihat surat-surat rumah dijelaskan bahwa Agus Maulana Kasimin memilikinya tahun 1995 sebelum menikah dengan Melpa (penggugat) dan akhirnya klien kami sepakat dan terjadilah jual-beli di hadapan Notaris, Turut Tergugat II," urainya

"Klien kami selaku pihak pembeli yang beritikat baik, harapan kami terhadap majelis hakim bisa menentukan dengan bijak sesuai keadilan dan sesuai hukum yang berlaku," tutupnya. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper