suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Penjual Nasgor Nyambi Edarkan Sabu 50 Gram, Dwi Andrian Dituntut 11 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa Dwi Andrian (kiri), PH, Victor Sinaga dan partner, agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call dan Saksi Polisi, Leynisstyawan anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dipersidangan
Foto: Terdakwa Dwi Andrian (kiri), PH, Victor Sinaga dan partner, agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call dan Saksi Polisi, Leynisstyawan anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dipersidangan
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan berat 50 Gram, diambil dengan cara ranjau, yang dikendalikan oleh napi dalam lapas, dan diranjau oleh Doglas (buronan),  dengan Terdakwa Dwi Andrian bin Kusnan, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Alex Adam Faisal, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Adhi Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, Terdakwa Dwi Andrian terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika, "Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima) gram." "Sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Dwi Andrian dengan Pidana Penjara selama 11 tahun, dan Pidana denda Rp1 Miliar, Subsidair 6 bulan penjara. Dikurangi penangkapan terhadap terdakwa dan selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan," Selasa, (19/3).

Menyatakan barang bukti, 1 tas selempang hitam Merk “TORCH” berisi, 1 poket sabu dengan berat 50,64 Gram serta plastiknya, 1 buah sekrop terbuat dari sedotan plastik, 1 unit handphone merk Redmi 8A warna merah. Dirampas untuk dimusnahkan.

Terdakwa Dwi Andrian yang di dampingi Penasehat Hukumnya, Victor Sinaga dan partner dari PBH DPC Peradi Surabaya, akan mengajukan pembelaan, Selasa, (25/03/2024). "Kami akan mengajukan pembelaan yang mulia, mohon waktu satu minggu," katanya.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Polisi Penangkap Leynisstyawan Octavi, anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, menerangkan, "Kami dengan tim menangkap terdakwa pada 1 Desember 2023, sekira Jam 11, di dalam rumah Jalan Tambak Asri, sedang bantu ibunya masak. Saat digeledah ditemukan BB sabu 50,54 Gram. Terdakwa Dwi Andrian yang bekerja penjual nasi goreng mengaku kalau diperintah temannya yang berada di dalam Lapas, dengan mendapat keuntungan Rp2 juta," terang saksi.

Diketahui, awalnya Saksi Darul Syah dan Leynisstyawan Octavi, anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, mendapat informasi masyarakat, di rumah Jalan Tambak Asri Tanjung 1/34-A, Morokrembangan Surabaya,
Terdakwa Dwi Andrian melakukan peredaran sabu.

Pada Jum’at, 01 Desember 2023, saksi dan tim menuju lokasi, mengamankan Terdakwa Dwi Andrian. Selanjutnya terdakwa dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti,
1 tas selempang hitam di dalamnya berisi, 1 buah tas selempang Hitam merk “Torch” berisi 1 Klip plastic yang berisi sabu seberat 49,300 Gram,
1 buah sekrop terbuat dari sedotan plastik dan 1 unit handphone merk Redmi 8A merah.

Terdakwa mendapat sabu dari Doglas (DPO), yang menghubungi terdakwa pada Sabtu, 07 Oktober 2023, Jam 12:00 Wib. Setelah sepakat, pada Kamis, 30 November 2023, Jam 15:00 Wib terdakwa menjemput Arjuna Rizaldi (dalam berkas penuntutan terpisah) untuk berangkat mengambil sabu yang di ranjau di Terminal Angkutan Umum Benowo Surabaya.

Setelah mengambil sabu 50 Gram, terdakwa pulang ke rumahnya Jalan Tambak Asri Tanjung 1/34-A, Surabaya. Sabu 50 Gram berhasil diedarkan kepada Arjuna Rizaldi. Terdakwa menjadi perantara jual beli sabu mendapatkan keuntungan Rp40.000/Gramnya, dan diberi sabu cara gratis. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper