suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Edarkan Sabu 100 Gram dan Pil Koplo 100.000 Butir, Pemasok Buron, Afif Linardi Dituntut 9 Tahun Bui dan Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa Afif Linardi alias Pepeng (kiri atas), Saksi Polisi Penangkap (kanan), agenda sidang tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Afif Linardi alias Pepeng (kiri atas), Saksi Polisi Penangkap (kanan), agenda sidang tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu sebanyak 100 Gram, juga mengedarkan Sediaan Farmasi jenis obat keras pil double LL sebanyak 100 botol (100.000 butir), dengan Terdakwa Afif Linardi alias Pepeng bin Sutono, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Djoenaidie secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fathol Rasyid dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Afif Linardi terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

"Sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 435 UU RI No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan," Dakwaan Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Afif Linardi selama 9 Tahun dan denda Rp1 Miliar, Subsidair 4 bulan penjara, dikurangi selama ditahan dengan perintah agar tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti, 6 bungkus plastik berisi sabu berat bersih 0,876 Gram, 0,904 Gram, 0,907 Gram, 0,386 Gram, 0,080 Gram dan 0,178 Gram (Total 3,331 gram), 74 botol berisi pil double L warna putih total 74.000 butir, timbangan elektrik, kotak warna hitam, kotak kunci, 5 bendel plastik klip, sebuah skrop dari sedotan plastik, buku catatan penjualan sabu, 2 lembar bukti pengambilan barang, sebuah ATM BCA dan 2 buah Hp merk Vivo gold dan hitam blue. Dirampas untuk dimusnahkan. Uang tunai Rp500.000. Dirampas untuk negara.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Polisi Penangkap, mengatakan, "Kami menangkap terdakwa dirumahnya Jalan Manyar Sabrangan Gang 9/18 Surabaya, barusan pulang, kita mendapatkan BB 6 poket sabu dalam kamar, dan 74 botol pil koplo, 1 botol isi 1000 butir, disebelah kosan terdakwa.

Diakui terdakwa pemasoknya milik Rizki Dwi Prasetya, dikirim secara ranjau, terdakwa mendapat upah untuk pertama Rp 2,5 juta," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Afif Linardi alias pepeng membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, awalnya Terdakwa Afif Linardi
dihubungi (ditelpon) Rizky Dwi Prasetyo (DPO), mengajak kerjasama jual beli sabu juga Juga kerjasama jual beli pil double L (LL) warna putih, dan terdakwa menyetujui ajakan tersebut.

Selanjutnya, terdakwa dan Rizky mengatur waktu dan tempat jual beli, disepakati pertengahan Nopember 2023, Jam 15.00 wib, di Jalan Ngagel Surabaya. Rizky akan mengirim sabu kepada terdakwa.

Waktu dan tempat yang disetujui, terdakwa mengambil secara ranjau sabu sebanyak 100 gram,Terdakwa membawa sabu kerumahnya jalan Manyar Sabrangan Gang 9/18 Surabaya,lalu dipecah menjadi beberapa bungkus kecil untuk diserahkan secara ranjau ke orang lain sesuai perintah Rizky, sisanya disimpan dalam kamar terdakwa.

Rizky Dwi Prasetyo (DPO) menyerahkan pil double L dengan cara memberikan Nomor resi pengambilan paket di Tour & Paket Kilat di PT. Gunung Harta daerah Medaeng, Sidoarjo. Rabu tanggal 6 Desember 2023 sekira pukul 08.00 Wib,terdakwa mengambil paketan berisi pil double L (LL) 100 botol, setiap botol berisi 1000 pil.

Terdakwa membawa 100 botol pil double L kerumahnya Jalan Manyar Sabrangan Gang 9/18 Surabaya. Perintah dari Rizky untuk mengirim secara ranjau kepada orang lain sebanyak 26 botol, sisanya 74 botol disimpan dalam rumah.

Perbuatan terdakwa diketahui petugas kepolisian, Saksi Riza Pahlevi dan Saksi Edo Ranti Perkasa, hingga ditangkap dan dilakukan penggeledahan. Ditemukan, 4 bungkus plastik berisi sabu berat bersih 0,876 Gram , 0,904 Gram, 0,907 Gram, 0,386 Gram, sebuah timbangan elektrik dalam kotak warna hitam, disaku jaket berada digantungan kamar, 2 bungkus plastik berisi sabu berat bersih 0,080 Gram dan 0,178 Gram, berat total 3,331 Gram, dalam tempat kunci dibawah tempat tidur.

Kemudian ditemukan juga, 5 bendel plastik klip, skrop dari sedotan plastik, buku penjualan sabu, 2 lembar bukti pengambilan barang, Satu ATM BCA dan uang tunai Rp500.000, dalam kamar, 2 buah Hp Vivo gold dan hitam blue.

Terdakwa menerima dan menyerahkan ranjauan sabu, mendapat upah Rp2,5 juta dari Rizky.
Saksi polisi juga menemukan 74 botol pil double L warna putih jumlah total 74.000 butir. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper