suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Pembacokan pada Korban hingga Cacat Permanen, Roberth Sammar Dituntut 2 Tahun Bui

Foto: Terdakwa Roberth Sammar (28) (kiri atas), Saksi Korban Fani Arfiansyah dan Fachrul Huda (kanan), agenda sidang tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Roberth Sammar (28) (kiri atas), Saksi Korban Fani Arfiansyah dan Fachrul Huda (kanan), agenda sidang tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penganiayaan dengan cara membacokkan parang kepada korbannya, mengenai punggung dan telapak tangan, hingga mengalami cacat permanen, dikarenakan ada urat yang putus akibat bacokan, dengan Terdakwa Roberth Sammar bin Pitter Sammar (28), warga Jalan Jambangan II / 06A, Surabaya, pendidikan SMA, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sarifudin Zuhri, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Damang Anubowo dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Roberth Sammar terbukti bersalah melakukan tindak pidana. "Telah melakukan penganiayaan mengakibatkan luka-luka berat, Sebagaimana diatur dalam Pertama pasal 351 ayat (2) KUHP," Dalam surat dakwaan.

Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Roberth Sammar selama 2 tahun, dipotong selama terdakwa berada di dalam tahanan.

Menyatakan barang bukti, 1 buah parang, gagang kayu dan ujung runcing, panjang sekitar 50 cm. Dirampas untuk dimusnahkan.

Sebelumnya, JPU menghadirkan Saksi Korban Fani Arfiansyah dan Saksi M fachrul huda. Fani menerangkan, "Saya seorang security di Perum. Permata Jambangan Surabaya, tidak kenal dengan terdakwa. Dia datang ke rumah untuk mengambil motornya mio yang diperbaiki, mau dibawa pulang, pas saya selesai mandi, Robert waktu itu cuma sendiri, terjadi cekcok dirumah saya," terang saksi.

"Kata terdakwa dia tersinggung saya pernah berkata koplak kepadanya. Perkataan itu sudah lama sekali, tapi masih diingat-ingat oleh Robert. Setelah itu Robert datang ke pos satpam, dia bersama teman-temanya, ya itu berapa kali ayunkan parangnya. Pertama dan kedua parang masih dibungkus kertas, yang ketiga bungkusnya lepas kena punggung dari telapak tangan, uratnya ada yang putus, tulang, gak bisa normal lagi, cacat yang mulia, uratnya ada yang putus," tambah saksi Fani.

Terhadap.keterangan saksi, Terdakwa Robert membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

"Kenapa kamu bawa parang, ada masalah apa," tanya hakim.

"Orang tua saya jualan pecel, dia sudah lama menghina saya, saya masih memendam, saya menyesal yang mulia, sudah pernah datang untuk perdamaian, belum ada perdamaian," pungkasnya.

Diketahui, Selasa, 02 Januari 2024 , Jam 22:00 wib, Saksi Fani Arfiansyah di Pos Satpam Perum. Permata Jambangan Surabaya bersama Fachrul, Maulana, Risky, Baldo, Ricky dan Putri. Kemudian datang Terdakwa Roberth Sammar bersama Andika, menuju ke Fani sambil ngomel. Merasa sakit hati perkataan Fani saat terdakwa datang ke rumah Fani mengambil sepeda motor yang diperbaiki walaupun belum selesai perbaikan, dikarenakan tidak ada biaya.

Sebelumnya, Fani pernah mengatakan pada terdakwa dengan sebutan Pecel Koplak. Yang kesehariannya terdakwa membantu ibunya berjualan pecel. Tersinggung dengan perkataan Fani, Terdakwa membawa parang langsung memukul Saksi Fani ke arah muka namun tidak kena mengenai handphone Fani, terjatuh dan pecah

Selanjutnya, mengayunkan lagi parang kearah bahu kiri Fani, namun parang masih terbungkus kertas, tidak melukai Fani. Terdakwa melakukan pembacokan lagi kepada Fani, bungkus parang terlepas, hingga mengenai punggung dari telapak tangan kiri Fani,

Akibat tebasan tersebut urat dari jari tengah, jari manis dan jari kelingking Saksi Fani putus dan mengalami pendarahan. Terdakwa langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat, RS Cempaka Putih Jambangan Surabaya untuk mendapatkan pertolongan, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jambangan.

Hasil visum et repertum dari RS Bhayangkara H.S Samsoeri Martojoso, Surabaya, menyebutkan, luka-luka alat gerak atas, pada punggung tangan kiri, didapatkan luka terbuka, tepi rata yang sudah terjahit ukuran 5 centimeter, 7 jahitan.

Dengan kesimpulan, dtemukan luka robek yang sudah terjahit pada punggung tangan kiri, akibat kekerasan tajam.

Saksi Korban Fani Arfiansyah, mengalami luka terbuka pada punggung tangan sebelah kiri kategori luka berat berdampak mengganggu pekerjaan sehari- hari. Menyebabkan tidak berfungsi nya organ cidera, mengakibatkan cacat permanen. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper