suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tagih Hutang Tak Dibayar, Terdakwa Bakar Kasur dan Curi Hp Korban, Eko Wahyudi Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Eko Wahyudi ( kiri atas) dan Saksi Ribut tetangga korban dan Saksi Anas anggota Polisi, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Rabu, (03/04/2024)
Foto: Terdakwa Eko Wahyudi ( kiri atas) dan Saksi Ribut tetangga korban dan Saksi Anas anggota Polisi, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Rabu, (03/04/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, pembakaran springbad (kasur), merusak dan memecahkan kaca lemari, juga mengambil Hp milik Saksi Korban Pujianto di rumahnya di Jalan Pagesangan 3-A/19-D Surabaya, perkara tersebut dipicu saat menagih hutang, namun korban tak mau membayar, dengan Terdakwa Eko Wahyudi bin Mujia, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Heru Hanindyo di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Rabu, (03/04/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samsu Efendi Banu dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Eko Wahyudi melakukan tindak pidana, dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 406 ayat (1) KUHP" dan "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 KUHP" tentang pencurian.

Selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi yakni, Saksi Ribut tetangga korban dan Anas anggota polisi. Ribut mengatakan, bahwa saat itu ada kebakaran di sebuah Rumah di Jalan Pagesangan 3-A/19B Surabaya, Saya tahu karena waktu itu ada warga teriak-teriak minta tolong. Kemudian saya datang ternyata ada spering bed (kasur) milik Pujianto yang terbakar.

"Katanya kasur milik Pujianto dibakar oleh Eko, selain kasur ada juga lemari kaca yang rusak," kata Ribut saat menberikan kesaksian.

Sementara, Saksi Anas menyampaikan, bahwa telah menangkap terdakwa di kos'an dan saat penggeledahan ditemukan Hp milik Korban Pujianto serta telah mengakui telah membakar kasur milik Pujianto dan Hp itu sebagai jaminan.

"Perkara ini bermula saat Eko (terdakwa) mendatangi kos Pujianto untuk menagih hutang dalam keadaan mabuk (pengaruh alkohol). Karena merasa takut Pujianto pergi meninggalkan kos, Kemudian Eko membakar kasur milik Pujianto," kata Anas.

Atas keterangan para saksi, terdakwa tidak membantahnya.

Diketahui, Selasa, 19 Desember 2023, Jam 21:00 Wib, di rumah Jalan Pagesangan 3-A/19-D Surabaya, ketika itu, Terdakwa Eko Wahyudi mendatangi Saksi Pujianto dengan maksud meminta sisa uang miliknya yang sebelumnya dipinjam Pujianto.

Namun ketika bertemu, Saksi Pujianto tidak mau memberikan uang tersebut, menyebabkan terdakwa marah. Terdakwa menarik kerah baju saksi korban hingga lari ketakutan keluar rumah.

Melampiaskan kemarahan kepada korban, terdakwa tidak mengejar, tetapi, terdakwa masuk ke dalam kamar saksi korban langsung menendang lemari pakaian milik saksi korban sebanyak 2 kali. Sehingga menyebabkan kaca lemari pecah.

Belum puas melampiaskan amarahnya, terdakwa mengambil korek api gas dalam saku celana lalu menyalakan korek api membakar kasur yang ada di lantai kamar, saat api menyala, terdakwa meninggalkan kamar itu.

Ketika hendak pulang, terdakwa melihat handphone tergeletak diatas meja, terdakwa mengambil handphone dan membawa handphone itu ke tempat kostnya dengan maksud meminta uang tebusan kepada saksi korban.

Satu lemari kayu mengalami kerusakan, kaca cermin pelapis daun pintu lemari pecah dan 1 buah kasur busa terbakar. Saksi Pujianto, mengalami kerugian materiil Rp1.500.000.

Barang milik saksi Pujianto yang diambil terdakwa,1 handphone merk Samsung coklat milik Saksi Pujianto, perbuatan terdakwa mengalami kerugian Rp1.500.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper